Malam semua.
Gimana nih kabar nya? Semoga sehat sehat.
Sebelum lanjut baca jangan lupa tekan terlebih dahulu bintang nya!!
Kalo ada yang salah, tandain, oke!!
Happy reading...
***
"Em... Kak Ana mau ngomong sesuatu." ucap Anala gugup.
Zerdam menyerngitkat dahinya. "Mau ngomong apa?" tanya Zerdam.
Kini mereka berdua sedang berada di depan rumah menikmati pemandangan sore hari dan melihat anak-anak yang bermain di sekitaran rumah mereka. Dengan Zerdam yang berada di kursi sebelah kiri dan Anala sebelah kanan.
Kegugupan terpancar dari wajah Anala. "Nanti malam boleh gak Ana izin keluar?" tanya Anala hati-hati.
Mengingat ucapan Arsey sewaktu pagi, menurut nya ini waktu yang pas untuk meminta izin pada Kakak nya.
Zerdam yang fokus pada handphone nya seketika mengalihkan pandangan nya pada Anala.
"Mau ngapain keluar malam-malam?" kekhawatiran terpancar dari wajah Zerdam.
"Ana tadi ketemu sama temen Ana terus dia ngajak Ana jalan-jalan malam gitu, kak." jelas Anala. "Tapi kalo Kakak gak ngizinin gapapa kok."
"Cewek?"
"Cowok."
Zerdam menggelangkan kepala nya kuat. "Gak, kakak gak bakal ngizinin kamu keluar malam apalagi ini keluar nya sama cowok."
Anala hanya tersenyum tipis. Ia tau Kakak nya itu tidak akan ngizinin diri nya keluar malam tapi ini hanya sebatas bertanya.
"Kakak gamau terjadi sesuatu yang nggak-nggak sama kamu." lanjut Zerdam.
Anala menganggukkan kepala nya. "Iya Ana paham kok."
Anala tau bahwa Zerdam sangat mengkhawatirkan nya. Ia juga tidak bernimat untuk keluar malam.
"Maafin kakak kalo kamu merasa terkekang sama kakak. Kakak udah janji sama mama papa buat jaga kamu. Sekali lagi maafin kakak."
Mendengar Anala yang meminta izin untuk keluar, tentu saja Zerdam sangat kaget. Ia takut jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Ia tak boleh kehilangan Adik satu satu nya itu. Karna dengan kehadiran Anala lah dirinya masih mampu bertahan hidup. Entah akan sehancur apa dirinya jika ia benar benar terjadi. Itu tak akan mungkin terjadi. Tak akan pernah.
"Kenapa minta maaf, kak? Kakak gak salah kok. Seharus nya Anala yang minta maaf sama kakak karna udah buat kakak khawatir." ujar Anala. "Meski mama sama papa udah gak ada tapi Ana beruntung banget punya kakak di dunia ini." lirih Anala.
Hati Zerdam menciut mendengat ucapan Anala. Ia jadi rindu pada orang tua nya yang sudah lama meninggalkan mereka. Pelukannya, candaannya, tawanya, semua nya ia sangat rindu.
"Kakak juga beruntung punya adik kaya kamu." Zerdam tersenyum hangat.
"Ana jadi kangen sama mereka, kak." Anala menundukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSEY ZAYDEN [END]
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM BACA!!] - - - Sederhana, menceritakan Arsey Zayden anak broken home yang di pertemukan dengan gadis yatim piatu dan bersahabat dengan gadis yang memiliki keluarga cemara. "Kebahagiaan memang nyata tapi belum tentu untuk kita."-Arsey...
![ARSEY ZAYDEN [END]](https://img.wattpad.com/cover/298472373-64-k768421.jpg)