Selamat membaca 🤗
🍒🍒🍒
Tanggapan agensi yang dirilis kemarin rupanya tidak membuat publik merasa cukup dengan hal tersebut. Terbukti dari keberadaan puluhan wartawan dan fans yang tengah menunggu di depan lobby gedung big hit.
Pria itu menghela nafasnya pelan. Sudah hampir lima belas menit sejak ia tiba di agensinya. Namun melihat banyaknya wartawan dan fans memadati jalan masuk lobby dan basement membuat niatnya terurungkan.
Suga menelvon manajer sejin dan memberitahu manajernya tersebut bahwa ia terjebak diluar dan butuh bodyguard untuk bisa masuk. Hal tersebut sontak direspon oleh manajer sejin yang langsung mengirimkan sekitar lima belas bodyguard agar dirinya bisa masuk ke dalam agensi.
Meskipun sedikit rusuh dan mendengarkan teriakan para fans yang merasa tidak terima dengan pemberitaan tersebut, namun Suga hanya menutup telinga tidak menghiraukan berbagai macam bentuk protes atau komentar mereka.
Bukankah sudah sangat jelas? Agensi telah memberikan tanggapan dan membantah segala rumor yang muncul. Lalu? Seolah hal tersebut hanyalah sebuah pengaturan dari agensi agar tidak berdampak pada karir Bangtan, sehingga membuat mereka tidak mempercayai segala bentuk yang agensi rilis.
Apa yang mereka inginkan adalah pria itu sendiri yang harus mengkonfirmasinya sendiri.
Dan Suga mulai berpikir. Mengenai hal apa yang bisa dilakukannya untuk menghentikan rumor yang masih terus beredar diluar sana. Bahkan di sepanjang perjalanannya menuju big hit, pria itu menyempatkan membaca berbagai komentar pro kontra mengenai rumor tersebut.
Ada yang mendukung dan juga ada yang menghujat. Hal tersebut sudah biasa terjadi dan bukanlah sebuah hal yang baru ia temui.
Langkahnya dengan santai memasuki lift begitu dirinya berhasil masuk dikawal oleh lima belas orang bodyguard. Pria itu menekan tombol angka sepuluh yang akan membawanya menuju ruangan direktur yang telah menunggunya disana.
Begitu tiba di lantai tersebut, pria itu mengetuk pintu sebanyak tiga kali sebelum masuk ke dalam sana. Suga tersenyum kecil begitu matanya mendapati dua orang yang tengah berdiskusi di sofa ruangan tersebut.
Manajer sejin dan Bang PD.
"Yoon gi akhirnya kau datang juga" Seru Bang PD melihat anak asuhnya tersebut berjalan mendekat dan duduk di single sofa di seberangnya.
Suga mengangguk dengan wajah datarnya.
"Apa kau sangat kesulitan untuk bisa masuk?" Tanya bang PD yang dibalas anggukan oleh pria itu.
Bang PD tersenyum lebar seraya tangannya memperbaiki tatanan kacamatanya.
"Aku sudah mendengar segala ceritanya dari manajer sejin" Ucap bang PD diikuti bola tajam Suga menatap manajernya tersebut.
Pria itu mengangguk dengan wajah tenangnya.
"Agensi sudah mengambil tindakan saat adora telah menjelaskan situasinya kepada staff kemarin" Gumam bang PD "Tapi kau bisa lihat sendiri hal itu bahkan tidak cukup untuk membuat mereka merasa puas"
Manajer sejin terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya sementara suga hanya diam dengan kedua tangannya saling bertautan dan pandangannya mengarah pada lantai ruangan itu.
"Apa kau punya solusi lain?" Tanya bang PD "Agensi bahkan dituduh bahwa tanggapan yang dirilis kemarin hanyalah sebuah bentuk untuk menyelamatkan karir groupmu. Mereka mengatakan bahwa rumor tersebut benar adanya terlebih ada bukti bahwa kalian memang makan siang bersama di sebuah resto ternama yang biasa digunakan orang pasangan"
KAMU SEDANG MEMBACA
BIG IDOL
Fanfiction"Ji, berjanjilah padaku bahwa sesulit apapun situasi yang akan kita hadapi kedepannya, kau tidak akan melepaskan tanganku" Jieun mengangguk pelan dengan senyum membingkai wajah cantiknya. "Aku tidak akan melepaskannya. Aku akan terus disisimu apapun...
