23. Ayo, Kita Jatuh Cinta Lagi

12.4K 1.6K 163
                                        

Duileeee, judulnya panjang bener kek pilem indisoar :)

🤼‍♂️🤼‍♂️

"Sal, ke mana?"

Salsa menggeleng dan tidak menghiraukan pertanyaan Albert. Ia akan keluar dari ruangan yang mendadak terasa panas ini. Terlebih ada saksi mata yang ia yakini akan salah paham. Posisinya dan Albert tadi sangat tidak menguntungkan, terutama dilihat dari arah pintu.

Tapi gerakan Salsa yang baru sampai di pintu, terhalang seseorang. Tentu saja Albert berdiri lebih dulu di hadapannya. Menutup akses Salsa yang akan meraih kenop, juga pintu yang mendadak tertutup karena terdorong punggung Albert.

"Awas." Salsa masih saja berusaha menyingkirkan keberadaan Albert.

"Lo jawab pertanyaan gue dulu." Albert menghentikan tangan Salsa yang melewati tubuhnya karena ingin meraih kenop.

"Lepasin." Salsa tidak bisa membiarkan ini terjadi. Ia harus bicara pada Mira, selain menghindari Albert. "Gue mau ketemu Mira."

"Mira udah pergi," kata Albert dengan pelan, masih berusaha menggenggam lengan Salsa karena terus berontak.

"Justru itu, gue harus jelasin. Dia pasti salah paham. Nanti kalo diceritain ke semua florist gimana?"

"Mira nggak kayak gitu kan?"

Salsa tertegun dengan satu tangannya terangkat di genggaman Albert, sedang tatapannya ia palingkan. Tentu saja ia tidak menghadap Albert, alasan apa lagi kalau bukan karena lelaki itu masih telanjang dada?

"Jadi apa alasan lo mau ngejar Mira?"

Ya pasti tidak ada, gumam Salsa dalam hati. Mira tidak mungkin menceritakan tentang ini ke semua orang. Walaupun pada akhirnya ia akan kena ejek habis-habisan.

"Lo mau hindarin gue, Sal?" Kini Albert menunduk, berusaha mencari tatapan Salsa.

"Nggak."

"Hadap gue dulu." Albert tidak menyerah. Ia mengenal Salsa tidak sebentar. Dengan sekali lihat, ia tahu kapan perempuan itu berbohong.

"Nanti Mira salah paham. Gue malu kalo dikira—"

"Bisa jelasin nanti ke Mira kalo itu emang alasan lo mau keluar sekarang."

Salsa berdecak. Ia berbalik dan tidak meminta Albert melepaskan cekalan. Ia harap kalau menunjukkan penyerahan, lelaki itu tidak akan menyentuhnya begini. Tapi ternyata salah. Ia justru kembali dibuat berbalik. Selain lengannya yang masih dalam kuasa Albert, kini ia rasakan pinggangnya juga diraih.

Salsa tidak punya cukup waktu untuk menolak. Yang pasti ia kembali berhadapan dengan Albert tepat pada dada lelaki itu, membuatnya memejamkan mata dengan umpatan dalam hati. Niat mau lari tapi kenapa justru makin dibuat tidak bisa mengelak begini?

Beberapa saat terpejam untuk meredakan emosi dan gugup setengah mati, Salsa akhirnya membuka mata. Satu hal yang pasti, ia tidak mau menatap Albert. Niatnya memang berhasil ia lakukan, tapi ada hal lain yang lebih membuatnya terkejut.

Sejak tadi Salsa sadar Albert memakai kalung. Bahkan sejak lelaki itu bersandar di meja sambil menerima telepon. Tapi Salsa tidak begitu memperhatikan kalung apa yang dipakai. Sekarang saat kedua matanya terpaku pada dada Albert, ia mengernyit.

"Remember?" Suara Albert mengalun lembut. Seolah tahu apa yang ada di pikiran Salsa.

Beberapa saat hening. Albert memberanikan diri mengarahkan tangan Salsa yang masih dalam genggamannya, agar menyentuh kalung itu. Ia juga menunduk biar Salsa tidak perlu kesusahan meneliti.

Terjebak Ex ZoneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang