Gantinya dua hari gak update jadi Sabtu Minggu tetep up dong ya 🤓
Masih bertahan sama Albert? Kuylah komen 🥰
🤼🤼
"Kamu ingat ucapan aku tadi kan, Sal? Aku beneran cinta sama kamu, tapi kadang ada hal-hal yang bikin aku ragu."
"Aku paham, Hans."
"Aku janji nggak akan bahas masalah virginitas lagi. Aku minta maaf, aku salah. Kasih aku kesempatan buat perbaiki ya."
"Hans, aku udah nggak bisa. Ke depannya, hal itu pasti akan kamu ungkit terus kalo kita nikah."
"Aku janji nggak lagi, Sal. Aku beneran cinta sama kamu. Dan aku masih tahap yakinin yang sebelumnya ragu. Aku lagi coba menerima kenyataannya."
"Udah setahun ... dan kamu baru nyoba nerima kan? Padahal di awal aku udah bilang ke kamu, biar kamu nggak terlalu berekspektasi tinggi. Walaupun sebenarnya aku nggak ada kewajiban buat bilang itu karena masa laluku bukan urusanmu. Aku cuma nggak mau kamu kecewa kalo terlambat tau."
"Maaf. Aku salah banget bahas itu. Mabuk sialan."
"Nggak apa-apa. Aku udah maafin, tapi kita nggak bisa sama-sama lagi. Lusa aku mau ketemu mama kamu, kita selesein semua."
Hans berhenti mengendari mobil karena sudah sampai. Ia menyusul turun.
"Aku mau peluk kamu, terakhir ya," pinta Hans.
Salsa ragu. Ia menggeleng, tapi Hans sudah terlanjur memeluknya erat. Ia pikir ini akan sebentar, tapi saat ia coba melepas, semua terjadi begitu cepat. Bibirnya sudah diraup rakus, sampai Salsa hampir gagal bernapas.
"Sal, aku butuh tubuh kamu juga. Tubuh kamu bagus banget."
Tersadar kemudian, Salsa mendorong kuat-kuat tapi justru ia makin terimpit. Semua terjadi begitu saja, saat tangan Hans dengan kurang ajar menyentuh dadanya dan melepas paksa kancing-kancing kemejanya.
"Hans, tolong jangan!" pekik Salsa ketakutan.
"Kenapa nggak mau? Apa aku harus hamilin kamu dulu biar mau nikah sama aku, Salsa! Jawab aku. Aku juga mau dapetin itu. Dapetin tubuh kamu semuanya. Buat apa punya pacar cantik tapi nggak dicicip?"
Salsa tidak berhenti meronta. Ia direndahkan jika ini benar terjadi. Ini pemaksaan.
Tapi saat ia menyerah dengan usahanya yang sia-sia, ia tersentak kaget saat seseorang menarik tubuh Hans dengan kuat, sampai ia bahkan ikut terhuyung karena Hans sempat memeluknya erat.
Dan saat tahu bahwa Albert-lah orang itu ... tubuh Salsa segera meluruh.
*
"Gue sekotor itu ya?"
Albert tertegun. Kalimat pendek yang diucapkan Salsa sejak tadi dengan terputus-putus memenjarakannya dalam penyesalan pekat. Lututnya bersimpuh dan ia mendekat. Tubuh Salsa yang berjengit kaget membuatnya makin kacau.
Separah itu Salsa tidak mau didekati, seolah mengurung dirinya sendiri dalam kata kotor yang baru diucapkan, sehingga melarang semua ada di sekitarnya. Gerak refleks yang bagi Albert teramat menyakiti hatinya.
Sesaat Albert diam di tempat, membiarkan dua lekukan kaki menumpu tubuhnya sendiri, tepat di samping Salsa yang meringkuk. Isak lirih yang tadi tidak terdengar, kini samar mulai ia tangkap jelas.
"Lo mandang gue kayak gitu juga ya?"
Meski jarak mereka sangat dekat, bahkan lutut Albert hanya sejengkal dari tubuh Salsa yang menyamping di hadapannya, namun pertanyaan itu terdengar jauh. Baginya seperti sebuah teriakan yang menghantam dadanya kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak Ex Zone
RomanceBertemu kembali dengan mantan setelah 9 tahun berpisah tidak pernah ada di bayangan Salsa, seorang pemilik Bee Florist. Mencoba move on dan menjalin hubungan dengan 3 lelaki berturut-turut nyatanya tidak berhasil membuatnya menata hati dengan benar...
