Ternyata belum siap aku ....😩
🤼🤼
".... Di situ letak salahnya Mama ...."
"Ma ...." Salsa terkejut mendengar itu. Ia tidak menyangka mamanya benar-benar nekat.
Widya tersenyum, tangannya mengusap lembut wajah putrinya. "Mama memang salah tapi Mama bahagia, Nak. Papamu yang tekun dan memang pintar, akhirnya mudah diterima kerja yang gajinya lebih dari cukup untuk hidup Mama dan orang tua Papamu. Sampai kemudian Papa bisa nabung buat biaya kuliah kami berdua," kekehnya. "Mama bangga sama Papamu kalau ingat itu."
Salsa masih menggeleng. Bukan karena tidak menerima kenyataan kali ini. Tapi tidak menemukan adanya sakit di kedua mata mamanya. Semua terpampang jelas bahwa Widya memang mengingat momen itu dengan sangat bahagia, juga penuh cinta.
"Waktu Mama dan Papa udah daftar kuliah di tempat yang sama, Mama hamil. Walaupun gitu Mama tetap lanjut kuliah. Papamu cari pekerjaan lain yang bisa menghidupi kami sekaligus di waktu yang fleksibel. Akhirnya dapat, walaupun nggak sebesar gaji sebelumnya.
"Suatu hari, tiba-tiba Papamu dipecat tanpa alasan. Tapi kami nggak nyerah dan cari pekerjaan lain. Sampai kamu hampir lahir, belum ada satu pun surat panggilan yang masuk. Pernah ada satu, dari rumah makan. Tapi akhirnya nggak ada kabar setelah wawancara. Tabungan kami semakin menipis karena berbulan-bulan nol pendapatan. Nggak lama saat itu juga ... orang tua Papamu yang memang sudah cukup berumur meninggal dunia.
"Ternyata dalang di balik semua itu ... adalah orang tua Mama sendiri." Widya seperti menyesal. Saat tadi kedua matanya berbinar menceritakan awal pernikahan, kini justru sayu dan sesal yang pekat. "Mereka tutup semua akses pekerjaan untuk Papamu, Nak. Padahal dari awal mereka usir Mama, mereka bilang nggak akan anggap Mama anak lagi. Artinya sudah lepas urusan. Tapi ternyata mereka menghancurkan karier Papa kamu. Entah apa tujuannya."
Widya tidak berniat menjelekkan nama orang tua. Namun tidak ada jalan lain untuk membersihkan nama mantan suaminya, tanpa menyebut alasan kenapa semua bisa terjadi. Agar Salsa meluruhkan dendam yang bertahun-tahun disimpan untuk sang papa.
"Itu Papamu dengar sendiri saat ketemu Oma kamu. Mama merasa bersalah, tapi Papa kamu nggak berhenti berusaha. Sampai kemudian kamu lahir, kami nggak punya uang. Semua tabungan habis. Keadaan jadi runyam. Papamu bilang merasa gagal, apalagi lihat kamu terus menangis karena merasakan apa yang Mama rasakan. Mama kelaparan.
"Dalam rumah tangga, nggak mungkin nggak ada ribut. Waktu itu kami sama-sama marah. Kami berdebat di depan pintu, dengan tujuan biar kamu yang di kamar nggak dengar. Bukan cuma Papa yang bentak Mama, tapi sebaliknya juga. Mama menyalahkan Papa, dan Papa menyalahkan keluarga Mama yang seperti itu. Sampai akhirnya ucapan Mama mungkin menyinggung Papa, dan Papa dorong Mama sampai jatuh di lantai. Mungkin itu yang mereka lihat. Tapi sebenarnya nggak separah itu, Sal. Mama memang lagi capek dan gampang limbung. Setelah itu juga Papa langsung angkat Mama lagi. Semua yang kamu dengar nggak separah itu."
"Apa ... Mama akhirnya cerai?" tanya Salsa. Ada sakit baru yang membuat ia meringis pelan. Ia tidak menyangka ada yang lebih jahat dari papanya. Yaitu keluarga mamanya. Tapi tidak ada yang dibenarkan dari tindakan kasar papanya.
Hanya saja pikiran Salsa lebih terbuka. Ada banyak permasalahan rumit dalam hubungan rumah tangga.
Widya terdiam beberapa saat sebelum memulai. "Iya, Mama minta cerai. Mama kira, Mama bisa kembali ke orang tua dan minta maaf. Mama habis akal waktu itu. Papamu sempat menolak untuk bercerai dan minta maaf. Tapi mungkin karena nggak mau lihat Mama menderita, akhirnya disetujui. Tapi sampai rumah orang tua, Mama nggak diterima."
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak Ex Zone
Roman d'amourBertemu kembali dengan mantan setelah 9 tahun berpisah tidak pernah ada di bayangan Salsa, seorang pemilik Bee Florist. Mencoba move on dan menjalin hubungan dengan 3 lelaki berturut-turut nyatanya tidak berhasil membuatnya menata hati dengan benar...
