‼️‼️❌WARNING BANGETTTTT❌‼️‼️
Jangan lupa vote dulu jangan langsung scroll begitu lihat warning😩
(Kutau apa yang kalian pikirkan karena pikiran kita sama padahal kita bukan kaka-adek🫠)
Ini part panjaaaaang. Tp komennya ramein ya jan lupa.
Fyuh, bisa-bisanya nge-warning. Tarik napas dulu ya.
21+~nya gatau ada ato gak wkwk.
Gak ada deh banyak yg belum dua satu soalnya👀
🤼🤼
Albert memisahkan bibir mereka tepat setelah apa yang ia inginkan terkabul. Yaitu suara Salsa sebagai reaksi atas sentuhannya di mana-mana, yang bisa membuatnya yakin tidur nyenyak malam nanti. Ia tidak tahu sejak kapan kecanduan desah Salsa. Meski hanya sebentar tapi halus, lembut, dan seraknya membuat Albert merasa tenang dan tentu saja senang.
Sedikit saja Albert mengangkat tubuh agar tidak begitu menindih Salsa. Tatapannya tertuju lurus pada perempuan di bawahnya. Helai-helai rambut Salsa yang berombak sudah terlepas dari ikatan. Pipi itu memerah, dengan bibir penuh berwarna pink alami. Masih bisa dirasakan napas Salsa yang kacau balau dari gerak ringan bibir itu.
Albert menggeram lembut, kedua matanya terpejam sesaat. Nyatanya menikmati pemandangan ini justru membuat serbuan gairahnya makin menggelegak, dan ia diharuskan menggertakkan gigi demi menahan susah payah.
Tangan Albert yang sebelumnya berada di sekitar paha Salsa, kini naik dengan pelan-pelan. Ia hentikan di pinggang, menyentuh secara langsung kulit yang ternyata lebih halus lagi dari kulit wajah Salsa yang selama ini ia sentuh.
Remasan ringan adalah gerak refleks yang Albert beri di pinggang Salsa. Ia sudah menyentuh beberapa bagian tubuh Salsa dan ... oh, kissable. Tidak hanya bibir ternyata, tapi semua bagian yang ada di diri Salsa. Albert bahkan menerka-nerka kapan kira-kira bisa menciumi seluruhnya tanpa penghalang, tanpa ditahan, dengan bibir, lidah, apa pun yang berpotensi membuat sisi liar Salsa terpacu karenanya.
Sebelum semua makin jauh dan Albert lupa pada niat awalnya membawa Salsa ke kamar ini, ia mengecup lembut pada pipi Salsa. Bukan kecupan singkat, namun sedikit lama, menunggu tarikan napas Salsa sampai teratur.
Albert menarik diri dan berguling ke kiri. Ia menurunkan tank top Salsa yang sudah naik meski baru sampai perutnya. "Ayo, renang."
Salsa mengerjap. Ia belum berani menatap Albert. Apa yang mereka lakukan lebih daripada tadi pagi. Lebih intens, lebih intim, lebih panas, karena baik miliknya atau milik Albert, sama-sama bersentuhan dan saling memuaskan—bahkan meski pakaian mereka tak ada yang terlepas satu pun kecuali kaus Albert yang memang sudah dari awal.
Apa segila ini efek bersentuhan dengan Albert? Padahal di awal-awal Salsa tidak pernah membayangkan ini, karena ia sibuk mengenyahkan Albert. Tapi ternyata saat hatinya sudah mencoba menerima Albert kembali, tidak ada satu hal pun dari apa yang dilakukan Albert untuk ia tolak.
Karena jujur, tidak hanya rasa ingin, butuh, sayang, cinta, tapi Salsa sadari bahwa ia juga rindu. Perasaan itu berkumpul terlalu lama, dan membuatnya kewalahan. Tarafnya mungkin sama seperti Albert, hingga di antara keduanya sama-sama susah mengontrol.
"Kamu beneran nggak mau ganti baju renang aja, Sal?" Albert sudah duduk, menunggu Salsa meredakan kekagetan.
Awalnya Salsa menggeleng, tapi lalu mengangguk.
Tawa Albert terdengar kemudian. "Jadi maksudnya mau ganti?"
Salsa berusaha ikut duduk. Penampilannya pasti berantakan. Bahkan ia rasakan rok selututnya tersingkap. Sesegera mungkin ia turunkan lagi. Itu ulah Albert tadi tentu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak Ex Zone
RomanceBertemu kembali dengan mantan setelah 9 tahun berpisah tidak pernah ada di bayangan Salsa, seorang pemilik Bee Florist. Mencoba move on dan menjalin hubungan dengan 3 lelaki berturut-turut nyatanya tidak berhasil membuatnya menata hati dengan benar...
