Kadang liat vote nggak nyampe setengah dari views-nya kok sedih ya.
Tapi gapapa, soalnya Albert selalu bisa kupeluk kapan pun 🥳
Part ini panjang, walau gak sepanjang punya Albert (perjuangannya). Kalo kalian tekan ⭐️ di pojok kiri bawah, akan makin memanjang. Cobain deh 💙
🤼🤼
"Ada telepon dari Mama. Gue jawab dulu ya, Sal."
"Iya."
Salsa memperhatikan Albert yang mengangkat ponsel untuk ditempelkan di telinga. Ia meneguk minuman terlebih dulu sebelum meluruskan kakinya di atas rumput. Mereka baru selesai lari pagi—mungkin lebih tepat jalan santai kalau bagi Albert.
Memang sudah kesiangan untuk jam joging pagi, makanya taman sudah sepi. Hanya ada beberapa yang tersisa. Salsa memundurkan tubuh agar bisa bersandar di pohon.
"Salsa ada, ini di sebelahku."
Salsa menoleh hingga tatap mereka bertemu. Ia dapati Albert tersenyum dan ikut mundur meski tidak kebagian sandaran. Duduk mereka kini sejajar.
Saat Salsa masih menatap Albert, lelaki itu kembali mengedarkan pandang ke depan sembari berbicara dengan sang mama. Tatapan Salsa mendadak fokus ke bibir merah Albert. Lelaki bisa punya bibir warna cerah begitu gimana tipsnya ya? Ah, mungkin juga karena warna kulit Albert yang terang.
Bahkan Salsa ingat dulu saat jam olahraga atau kegiatan outdoor yang kena terik, muka Albert langsung memerah. Tapi anehnya tidak sampai gosong, keesokan pagi kembali ke setelan warna kulit awal lagi. Beda kalau dirinya yang berjemur, bisa cepat gosong dan perlu berbulan-bulan buat mengembalikan ke warna semula.
Tidak mau menyiakan kesempatan untuk matanya termanjakan pemandangan itu, Salsa lanjutkan pengamatannya. Mumpung Albert belum sadar. Dan kini justru terkekeh pelan, sekali-kali menatap ke arahnya tapi hanya sekilas.
Kedua mata itu juga, kalau Salsa ingat segimana canggung Albert tiap disapa para cewek dulu di sekolah, ia akan sangat kagum. Albert akan menunduk dan mengalihkan pandang tiap ada cewek yang sengaja memaparkan diri di hadapan.
Tiga tahun jadi pengagum rahasia jelas membuat Salsa tahu gerak-gerik Albert, sampai respons saat berdekatan dengan cewek. Albert dulu terkenal kalem dan tidak mudah diraih. Ya, boro-boro. Mau noleh saja Albert tidak pernah lakukan. Apalagi hobi gambar yang sering membuat Albert bertahan di kelas dengan kesibukannya sendiri. Membuat Albert jarang keluar kelas.
Makanya Salsa kaget waktu tahu Albert pacaran sama Vira. Pendekatannya kapan dan bagaimana? Ia tidak tahu sama sekali meski tiap hari memperhatikan. Tapi memang, dulu Salsa kerap melihat Albert tersenyum sendiri ke ponsel tiap jam pulang, di atas motor. Pastilah itu karena bertukar pesan sama Vira.
Salsa berhenti mengamati sejak tahu Albert sudah punya pacar. Tapi suatu hari, ia dapati perubahan Albert yang lebih gusar dari sebelumnya. Lebih sering panik, gelisah, dan tidak nyaman meski sudah dihadapkan pada buku sketsa.
Ternyata kabar itu terdengar lagi, pasangan blasteran alias Albert dan Vira putus. Salsa terlalu bucin dulu, sampai berharap hadiah kecilnya mampu membuat perasaan Albert menjadi lebih baik setelah putus dari Vira.
Setelah ketahuan bahwa hadiah-hadiah selama dua tahun itu darinya, Salsa justru tahu kalau penyebab semua sedih Albert ternyata bukan Vira, tapi masalah yang ada di tengah keduanya. Dan Salsa amat sangat menghargai usaha Albert yang jujur padanya di awal dan memintanya menjauh, dengan alasan Albert bukan cowok baik-baik. Salsa bisa mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjebak Ex Zone
RomanceBertemu kembali dengan mantan setelah 9 tahun berpisah tidak pernah ada di bayangan Salsa, seorang pemilik Bee Florist. Mencoba move on dan menjalin hubungan dengan 3 lelaki berturut-turut nyatanya tidak berhasil membuatnya menata hati dengan benar...
