Spin off Arunika's World dan SHAGA
BISA DI BACA TERPISAH
FOLLOW SEBELUM MEMBACA
***
"Lo mau nggak pacaran sama gue?" Snowy.
"Gue nggak mau pacaran sama lo. Gaya pacaran kita beda. Gue nggak suka main di luar, gue lebih senang habisin waktu di rum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AGHAS membelokkan motornya ke lahan parkir khusus siswa, dia menatap malas pada sebagian cewek yang berkerumun di salah satu tempat tampak menatapnya penasaran. Aghas tidak suka menjadi pusat perhatian, dia pun sudah bersikap biasa saja dan selalu berusaha agar tidak banyak terlihat oleh orang lain, dia bahkan memakai helm full face untuk menutup wajahnya.
Bukan hanya helm, Aghas pun tidak pernah lupa memakai masker atau buff untuk menutup sebagian wajahnya. tetapi entah mengapa, para cewek-cewek itu selalu saja menatap kearahnya. Aghas risi, tidak nyaman rasanya jika di perhatikan lama-lama oleh beberapa orang. Dia bukan tipe manusia yang murah senyum dan gampang menyapa, jadi dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi cewek-cewek yang menatapnya dan kemudian menyapa, rasanya lebih baik jika mereka mengabaikannya saja, namun harapan Aghas tidak pernah terjadi.
"Wooaahh!" decakkan kagum mulai terdengar ketika Aghas membuka helmnya, masih dengan wajah tertutup buff, cowok itu kemudian turun dari motor dan melenggang begitu saja dari area parkir.
Getaran dari ponselnya untuk ke sekian kali, membuat cowok berambut gondrong itu berhenti. Ada satu panggilan dari kontak yang ia namai My Angel. Segera Aghas menggeser tombol hijau ke kanan. "Halo?" sapa Aghas sembari menurunkan buff dari wajahnya.
"Abang." Hazel dengan suara tenangnya menyapa.
"Iya, Mam?"
"Abang kok usil banget, Snowy di tinggalin."
Aghas memutar bola mata. Snowy lagi, Snowy lagi.
"Dia lama." Aghas berasalan.
"Lama-lama mata lo juling!" Aghas terkaget mendengar suara Giselle.
"Lo, ya, sekarang?" sindirnya.
Giselle terdengar mencebik. "Abang, tuh, kenapa, sih? Jahat banget ninggalin kak Snowy! Dia kan lagi sakit!"
"Sakit apa? Dia masih cerewet gitu."
"Heh, yang sakit kakinya! Bukan mulutnya!" Shaga kini mulai ikut-ikutan mencecar. "Jangan gitu, lah, bang."
Aghas menghela napas, heran melihat tingkah keluarganya yang begitu terbuka dan seketika lengket kepada si Salju.
"Bang, Mama nggak mau tahu, pulang sekolah, abang harus sama Snowy. Abang ngerti?" See? Mama nya yang biasanya sulit sekali di dekati bahkan ikut-ikutan memihak Snowy. "Abang."