BEFUDDLES || 18

188K 17.2K 5.9K
                                        

Anyeoong, aku datang lagii

Lihat komentar kalian yang numpuk sepertinya ada maunya ya hmm... 🤣

Nih aku kasih bonus deh, nggak panjang tapi semoga menghibur 🥰

Yang ngga baiknya jangan di tiru yaa hehehe

Ramein lagi komentarnyaaa buat update besok. 1,5K, taburin di setiap baris 😍

***

TIDUR Aghas terusik hanya karena dia mencium wangi manis yang menyengat, ini harumnya Snowy. Aghas tahu itu, tapi mengapa terasa begitu dekat? Membuka matanya yang berat, Aghas coba memfokuskan pandangannya. Dan benar saja, Snowy menyeludup masuk ke kamarnya.

Walau lampunya temaram, Aghas bisa dengan jelas melihat siluet Snowy di dinding tengah mengendap-endap mendekati ranjang. Tepat ketika gadis itu hendak meloncat, saat itu juga Aghas bertepuk tangan membuat lampu utama di kamar itu menyala.

Snowy syok, melotot melihat Aghas yang ternyata sudah duduk bersandar pada bantal menatapnya tajam. "Nakal banget ini anak," decak cowok itu.

"Gue mimpi buruk," ucap Snowy tidak berbohong. Dia bermimpi tentang kecelakaannya dengan Om Argus. Mimpi itu terasa nyata, sangat detail, Snowy bahkan bisa melihat bagaimana saat Om Argus mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan Snowy.

Sulit untuk bangun dari mimpi buruk itu, sampai akhirnya Snowy kehabisan napas, barulah dia bisa membuka mata. Dan detik itu juga Snowy keluar kamar, bingung harus meminta bantuan siapa, akhirnya gadis itu masuk ke kamar Aghas saja.

"Jangan alasan," tuding Aghas tak percaya. Snowy ini agak-agak orangnya, takutnya, demi melancarkan ide membuat bayi, gadis itu nekat menyeludup ke kamar.

"Suer." Snowy masih berdiri di sisi ranjang.

Aghas perhatikan gadis itu, meski samar, tapi bahu Snowy masih terlihat turun naik dengan ritme cepat, tangan gadis itu juga meramas sisi piyama, sepertinya Snowy tidak berbohong.

"Terus kalau lo mimpi buruk, apa hubungannya sama nyeledup ke kamar gue?"

"Kan, takut," cicit Snowy. "Gue nggak bisa tidur lagi."

"Bisa."

Snowy menggeleng. Lucu. "Nggak bisa," katanya. "Kalau di rumah kan ada Mami papi gue, gue bisa peluk mereka. Kalau di sini, boleh emang gue peluk papa lo?"

"Heh." Aghas melotot.

"Ya udah, sama lo kalau gitu." Snowy hendak menaiki tempat tidur namun Aghas memelototinya. "Gue takut Ghas."

"Nggak apa-apa, itu cuma mimpi."

"Iya tahu, tapi gue nggak bisa tidur lagi kalau nggak di peluk."

"Terus harus gue yang meluk?!"

Snowy terdiam, memilin ujung piyama dengan ibu jarinya. "Ya udah, gue pulang aja kalau gitu," katanya berbalik badan.

Snowy tidak bohong, dia tidak akan bisa tidur kalau sudah memimpikan kejadian itu. Kalau tidak ada yang menemani, dia akan ketakutan, bayangan kecelakan itu selalu muncul di depan mata saat ia hendak tertidur.

Aghas perhatikan Snowy yang keluar dari kamarnya, cowok itu mengkerut kening ketika Snowy malah berbelok ki kiri, bukan ke kanan di mana arah kamarnya berada. Mau ke mana gadis itu?

Aghas beringsut turun dan ikut keluar, dia melihat ke arah Snowy, gadis itu tengah menuruni anak tangga. "Salju!" serunya. "Lo ngigau? Kamar lo di sana."

BEFUDDLES (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang