Anyeeeoonggg
Nungguin yaaaa? 🫣
Makasih buat spam komennya 🫶🏼💕
Jan lupa, spam lagi ya, 1.5K di tunggu 🫰🏻
***
AGHAS menahan napas saat Snowy melewatinya begitu saja sambil menggeret koper yang ukurannya jauh lebih besar dari badan si gadis. Tidak bisa, Aghas tidak bisa membiarkan Snowy pergi dari rumahnya seperti ini. Gadis itu harus tanggung jawab atas perasaan yang dia punya sekarang.
"Ke mana?"
Snowy menoleh sampai sebadan-badan. "Pulang, kan, gue udah bilang." Gadis itu mencicit melihat wajah Aghas yang terlihat lebih dingin dari biasanya. "U-udah bilang Mama sama Papa lo tadi subuh, di ijinin kok."
"Gue nggak."
"Mm?"
"Gue nggak kasih ijin, balik." Aghas mengedikkan dagu ke arah kamarnya, meminta Snowy untuk kembali masuk.
Tetapi gadis itu malah manyun sambil menghentakan kaki. "Gue nggak mau tinggal di sini, Aghas."
"Ya udah di kamar sana sama gue." Aghas menunjuk kamar yang dia tempati.
Mati-matian Snowy menahan kakinya yang ingin loncat, bibirnya merapat, tidak ingin senyum senang keluar kalau tidak ingin Aghas akan curiga. Sepertinya apa yang di katakan google itu benar, baru saja dia bilang ingin pulang dan tidak mau tinggal di sini, tapi sikap Aghas sudah berubah walau memang tidak mengurangi aura dinginnya.
"Nggak mau." Snowy menunduk, menyembunyikan seringai yang mungkin kalau Aghas lihat, cowok itu pasti ketakutan. "Lag—" kalimat Snowy tertelan lagi saat Aghas berhasil membopongnya.
Tanpa perlawanan dari Snowy, cowok itu membawanya kembali ke kamar dan mendudukannya di tepi ranjang. "Tunggu di sini."
Aghas keluar lagi, menyeret koper Snowy untuk ia sembunyikan di kamar yang ia tempati. Cowok itu tidak melihat saja, Snowy langsung menari-nari tidak jelas sebelum kemudian duduk lagi dengan manis ketika Aghas kembali menghampirinya.
"Gue ada salah sama lo?" Aghas masuk sambil bertanya, dia tidak duduk, tidak juga berdiri, melainkan menekuk lutut di bawah Snowy dan sedikit mendongak untuk melihat wajah gadis itu. "Mm?"
"Nggak ada." Ternyata susah sekali berakting menjadi gadis lugu dan baik, jiwa barbar Snowy meronta, dia ingin berteriak mendapati Aghas berlutut di bawahnya.
"Terus?"
"Apa?"
"Kenapa ngedadak mau pulang?" Aghas mencoba menyingkirkan ucapan Liona, lebih memilih bertanya saja. Dia tidak mau menerka-nerka, dan berujung salah paham.
Snowy menggigit bibir bawah, coba mencari alasan apa yang masuk akal untuk ia gunakan. Tidak mungkin, kan, Snowy mengatakan bahwa dia pulang karena di suruh menjaga jarak oleh google?
"Snowy."
"Mm, di suruh Mami gue pulang." Snowy tidak berbohong, kan? Tadi siang Arunika ngamuk memintanya pulang.
"Lo nya mau pulang atau tetep di sini?" tanya Aghas, tanpa sadar tangan cowok itu mengelus lutut Snowy yang masih tertutup celana piyama.
"Emang kenapa?"
"Kalau lo emang mau pulang atas keinginan lo, ya udah. Tapi kalau lo masih pengen di sini tapi kepaksa pulang karena Mami lo, biar gue yang minta ijin supaya lo bisa tinggal lebih lama."
KAMU SEDANG MEMBACA
BEFUDDLES (SELESAI)
Fiksi RemajaSpin off Arunika's World dan SHAGA BISA DI BACA TERPISAH FOLLOW SEBELUM MEMBACA *** "Lo mau nggak pacaran sama gue?" Snowy. "Gue nggak mau pacaran sama lo. Gaya pacaran kita beda. Gue nggak suka main di luar, gue lebih senang habisin waktu di rum...
