Halooooo
***
Hari ini adalah hari pensi yang di selenggarakan Saditantra akan di mulai, setelah tertunda dua minggu kurang, akhirnya acara tahunan itu bisa terlaksana juga. karena club dance tidak bisa tampil untuk membuka acara pensi tersebut mengingat tiga anggotanya tersandung kasus perundungan, Mareghra si ketua osis yang di suruh oleh kepala Sekolah, mendesak Aghas, Winter, Summer juga Reifan untuk tampil sesuai dengan janji mereka tempo lalu.
Mereka sempat menolak, karena tidak mungkin tampil tanpa Snowy. tetapi Mareghra tetap memaksa. "Kalau nggak ada vokalis, gue bisa ambil dari club paduan suara. Si Aghata kayaknya cocok sama kalian, suaranya nggak beda jauh sama Snowy," ucap Mareghra saat itu.
Apakah mereka setuju?
Tentu saja tidak.
Tidak ada seorangpun yang bisa mengganti posisi Snowy di band dadakan mereka itu, tetapi mereka juga tidak mungkin menolak perintah kepala Sekolah. Untuk itu, Winter memustuskan bahwa mereka akan tetap tampil dengan Aghas sebagai gitaris rangkap vokalis.
Winter tahu, suara Aghas tidak buruk, dan bisa di bilang cukup bagus. Dia, Summer juga Reifan sudah pernah medengar Aghas bernyanyi saat Snowy mengunggah story kala mereka menyanyikan lagu at my worst waktu lalu. Mereka juga tidak sekali dua kali mendengar Aghas bersenandung, jadi Winter cukup yakin, Aghas mampu membawa tiga lagu dalam acara pembukaan itu.
Meski perlu usaha keras untuk membujuk Aghas agar mau, sampai Winter menghubungi Snowy agar ikut membujuk, akhirnya Aghas mau juga dan setuju bernyanyi tiga lagu.
Dan sekarang, band dadakan itu sudah di beri nama oleh Shaga. Snowflakes. Yang artinya kepingan salju karena kata Shaga mereka adalah kepingan atau remahan dari Princess mereka, Snowy. Terdengar geli sebenarnya, tetapi mereka juga tidak punya ide nama lain untuk band mereka selain Snowflakes.
"Ghas, lo nanti sesekali senyum ye, jangan datar-datar mulu itu wajah," peringat Summer. "Atau nggak lambai-lambai tangan kek biar ciwik-ciwik menjerit histeris." Summer tersenyum membayangkan bahwa mereka akan menjadi pusat perhatian hari ini. "Anjaaayy keren banget nggak sih kita?"
Aghas mendengkus saja menanggapinya, cowok berkaus hitam dengan celana seragam sekolah itu lalu mengeluarkan kalung dari balik kausnya. Kalung yang berbandul cincin. Ya, tentu saja cincin yang sama dengan Snowy.
"Njir, keluarin kalung, biar apa?" ejek Summer. "Biar kelihatan bad boy?"
Aghas diam saja, fokus membuka kalung itu demi mengeluarkan bandulnya. Cowok itu lalu memasangkan cincin tersebut ke jari manis kirinya. "Biar yang lihat tahu, kalau gue udah mau nikah," katanya menjawab pertanyaan Summer tadi.
Reifan mendelik. "Sebelum janur kuning melengkung, tikung menikung masih bisa, ya nggak?"
"Coba aja kalau bisa," dengkus Aghas dengan wajah jumawa.
Winter geleng-geleng kepala menanggapinya sementara Summer sedang beberapa kali melongokkan kepalanya membuat cewek-cewek di depan panggung sana bersorak. "Anjir, gue berasa justin bieber."
"Oke, kayaknya udah nggak sabar ya buat lihat cowok-cowok keren dan ganteng dari sekolah kita buat tampil, jadi mari kita buka pensi ini di sambut oleh Snowflakes!" Septian, si pembawa acara mempersilakan band mereka untuk naik ke atas panggung.
"Lo duluan, terus Summer, lanjut Aghas baru gue," titah Winter.
Reifan mengangguk, cowok itu naik duluan ke atas panggung membuat sorak sorai terdengar, dan sorak itu semakin kencang saja saat Summer ikut naik dan Aghas juga Winter mengikuti di belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEFUDDLES (SELESAI)
Teen FictionSpin off Arunika's World dan SHAGA BISA DI BACA TERPISAH FOLLOW SEBELUM MEMBACA *** "Lo mau nggak pacaran sama gue?" Snowy. "Gue nggak mau pacaran sama lo. Gaya pacaran kita beda. Gue nggak suka main di luar, gue lebih senang habisin waktu di rum...
