11

203 18 0
                                    


Aksa melenguh dan membuka matanya melepas kain kompres di dahinya lalu menyadari jika Ia tidak berada di kamarnya melainkan di ruang tamu.

Sepertinya Ia langsung tertidur saat membaringkan tubuhnya di sofa. Namun kain di dahinya, selimut dan juga bantal pasti itu El. Ia terlalu pusing kemarin sampai tidak tau apa yang El lakukan padanya.

Saat Aksa ingin terbangun namun sesuatu menahan sisi selimutnya dan ternyata itu El. El duduk di karpet dengan posisi menjadikan lengan sebagai bantal di sisi sofa tempat Aksa tertidur. Ia bahkan masih mengenakan pakaian yang sama berati El belum juga berganti baju.



El merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuhnya membuat El membuka mata dan yang Ia lihat adalah Aksa.
Sepertinya Aksa akan memindahkan tubuh El ke atas sofa.

"Kak" panggil El saat Aksa hampir menaruh tubuh El di atas Sofa membuat Aksa terkejut dan akhirnya Ia tidak seimbang membuat ia ikut sedikit jatuh di atas tubuh El.

Posisi wajah keduanya berhadapan dan berjarak cukup dekat.

"Kakak udah sembuh?" Tanya El dan Aksa akhirnya tersadar membuatnya bangkit dari atas tubuh El.

El mendudukan posisinya lalu memegang tangan Aksa setelah itu Ia berdiri untuk mengecek dahi dan leher Aksa dengan punggung tangannya.

"Udah mendingan, Tapi Kakak harus minum obat lagi biar gak drop lagi kaya gini" ucap El dan Aksa masih terdiam.

"Hmm" dehem Aksa pada akhirnya dan berjalan ke arah kamar.

"Kakak mau kemana?" Tanya El.

"Siap-siap ke kantor" Jawab Aksa.

El langsung berjalan ke dapur tanpa berganti baju lebih dulu. Ia akan memasak sarapan untuk Aksa.





Aksa keluar dari kamar membuat El yang sedang duduk berdiri menghampiri Aksa.

"Kak, El udah bikin sarapan. Kakak mau sarapan di rumah atau mau di bawa? Tapi El bikinnya seadanya soalnya El belum belanja, sayurannya habis" ucap El lebih banyak bicara dari biasanya.

"Di rumah" Jawab Aksa membuat El malah menghentikan langkahnya.

Deritan kursi membuat El tersadar karena keterkejutannya soalnya Aksa baru saja meresponnya dan lagi ingin makan di rumah.

"Kak, ini obatnya" El sambil menaruh obat di dekat gelas minum Aksa.

Aksa menatap kedua piring di hadapannya.
"Kakak makan aja semuanya, El udah makan Kok" ucap El seakan tau isi pikiran Aksa.

"Ya udah Kak, El mau siap-siap dulu" El berjalan ke arah sofa untuk mengambil tas miliknya sambil membawa sepatu dan dasi milik Aksa yang masih tertinggal di sana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ya udah Kak, El mau siap-siap dulu" El berjalan ke arah sofa untuk mengambil tas miliknya sambil membawa sepatu dan dasi milik Aksa yang masih tertinggal di sana.

Hal itu tidak luput dari pandangan Aksa tentunya.

Namun saat El sampai di kamar nya Ia langsung berlari ke kamar mandi dan menumpahkan isi perutnya.

El berpegangan pada sisi wastafel lalu menatap ke arah cermin.

"Tidur di ruang tengah bikin masuk angin" ucap El sebelum membersihkan bibirnya dengan Air.



Saat El turun ternyata Aksa sudah tidak ada dan sarapannya sudah habis membuat El tersenyum setidaknya Kak Aksa bisa menghargainya walaupun sedikit.

Meskipun tetap saja, El selalu dan akan terus terbayang Key. Entah sampai kapan kembarannya itu akan terus tertidur dan lagi soal Vino, semakin hari semakin dekat dengan kepulangan Vino meskipun El tidak tau kapan tepatnya Vino akan pulang.

Lalu pernikahannya dengan Aksa yang seharusnya menjadi kakak iparnya sekarang malah menjadi suaminya.

El memijit kepala yang sedikit pusing, selama beberapa hari ini Ia sedikit lemas dan gampang lelah.

"Aku akan mampir dulu ke apotik untuk beli penambah darah" ucap El lalu menuruni tangga.

.

.

"Gak akan semudah itu kan Aksa, Lo cuman cinta sama Key dan hanya Key" ucap Aksa yang sedang berhenti di lampu merah.

"Setiap melihat El, melihat perhatian El rasanya seperti Key yang melakukannya"

"Key kapan kamu bangun, mau sampai kapan kamu tertidur Key"

"Aku tidak akan bisa terus membenci Elin dan mengacuhkannya kan?"

Suara klakson dari mobil belakang membuat Aksa tersadar jika lampu sudah berubah menjadi hijau.

Sudah sekitar 1 bulan pernikahannya dengan El, meskipun Ia selalu berperilaku kasar dan acuh El masih tetap memperlakukannya dengan baik.

Aksa tidak pernah makan sarapan atau makan malam di rumah tapi El masih tetap membuat sarapan dan makan malam meskipun Ia tidak pernah menyentuhnya.

Membereskan rumah, mencuci baju Aksa dan semua pekerjaan rumah selalu El kerjakan meskipun Ia juga harus pergi bekerja termasuk saat Aksa sakit kemarin.

Dia hanya berharap Key cepat bangun supaya Aksa lebih mudah mengembalikan semuanya, melepaskan El dan kembali bersama Key lagi.



____


Untuk sementara ini jadwal updatenya

Untuk sementara ini jadwal updatenya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Regret In Mistakes Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang