28

190 19 0
                                    


El datang bersama Vino.

"Key, gimana keadaan Lo?" Tanya Vino.

"Yah kaya yang Lo liat Vin masih gak bisa ngapa-ngapain" ucap Key.

"Ini jauh lebih baik dari kali terakhir gua liat Lo yang tidur dan gak bangun-bangun" ucap Vino.

"Tapi ini udah bangun kan" Key.

"Oh iya El, Bunda udah nyampe rumah?" Tanya Key pada El.

"Heum? Bunda?" El menatap Aksa.

"Mungkin El udah pergi waktu Bunda sampai rumah" ucap Aksa.

"Kita udah keluar agak lama, soalnya makan dulu tadi" ucap Vino gak sepenuhnya berbohong. Ia bertemu El di bawah lalu mengajaknya makan dulu awalnya El menolak tapi Vino tetap memaksanya dengan dalih untuk kebaikan janin di dalam perut El.

Vino tau El pasti semakin bertambah pikiran setelah Key bangun. Soal kehamilannya saja Aksa dan semua orang tidak tau lalu bertambah Key yang akhirnya bangun.

"Sayang, kamu juga belum makan kan" ucap Key pada Aksa.

"Nanti aja" ucap Aksa.

"Udah Sa, makan dulu aja. Key biar Gua sama El yang jagain" ucap Vino.

"Yaudah Aku ke kantin dulu, kalian mau nitip?" Tanya Aksa menatap Vino dan El.

"Enggak, nikmatin makan malam Lo" Vino.

Aksa menatap ponselnya sambil mengaduk-aduk makanannya.

Ia sedari tadi menatap pesan yang Ia kirim pada El namun El tidak membalasnya tau-tau El sudah ada di rumah sakit bersama Vino.

Kenapa El tidak membalas pesannya. Padahal Aksa sudah bilang kalau Ia akan menjemput El. Apa El lebih memilih menghubungi Vino dari pada menghubunginya?.

Entah mengapa Aksa memikirkan hal itu sejak tadi.


Aksa sudah berada di kamar Key. El sedang ke kamar mandi.

"Sorry ya Vin, gagal deh pasti" ucap Key.

"Kenapa?" Aksa.

"Vino pulang itu mau ngasi kejutan ke El, mau ngelamar El harusnya" ucap Key membuat Aksa menatap ke arah Vino.

"Tapi gagal karena Aku kecelakaan dan koma" Key.

"Gak Key, Bukan karena Lo juga lagian siapa sih yang mau hal ini terjadi" Vino.

"Jadi kapan rencana Lo ngelamar El?" Tanya Key namun Vino menatap Aksa yang masih menatap ke arah Vino.

Belum Vino menjawab El lebih dulu keluar dari kamar mandi.

"Gak tau Key, gak ada rencana sejauh ini" jawab Vino.

"Rencana apa?" Tanya El.

"Rencana emm... mau ngajak Lo jalan-jalan katanya tuh si Vino" ucap Key.

"Hah?" Vino.

"Kalian pulang aja, jalan dulu gitu kemana lagian di sini masih ada Aksa kok" Key.

"Tapi Key-" El.

"Gak papa, Bunda sebentar lagi dateng sama Ayah. Nanti malam bunda yang akan nginep di sini Lo tidur di rumah aja" ucap Key.

"Yaudah Key, kita balik duluan ya, besok kalau sempet Gua datang ke sini lagi" Vino.

"Dih, Sok sibuk Lo" Key.

"Key Aku pulang ya, kalau ada apa-apa hubungin Aku" El pada kembarannya itu.

"Iya, El" Key.

El beralih pada Aksa.
"Kak, El pulang duluan ya"

"Iya Hati-hati, Bawa mobilnya hati-hati Vin" ucap Aksa.





Di dalam mobil Vino dan El masih sama-sama diam.

"El" panggil Vino.

"Setelah ini Kamu dan Aksa akan bagaimana?" Tanya Vino yang ingin Ia tanyakan saat makan bersama tadi hanya saja Ia urungkan takut merusak napsu makan El.

"Aku juga tidak tau, apa yang akan Aku katakan pada Key" ucap El menatap luar jendela.

Vino sedikit berdecak mendengar itu. El hanya memikirkan Key tapi tidak memikirkan dirinya, kandungannya.

"Bagaimana Aku akan memulai pembicaraan dengan Key. Saat itu juga Aku sulit untuk memberitahumu, aku tidak tau bagaimana Aku akan mulai memberitahu mu dan sekarang Key"

"Kenapa hidupku seperti ini, kenapa semuanya harus menjadi seperti ini. Kenapa harus Aku" El tidak menyangka hidupnya akan sesulit ini, hidup dengan rasa bersalah entah pada Vino, Key dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.
El reflek mengusap perutnya.

"Bagaimana kandunganmu?" Tanya Vino yang melihat El mengusap perutnya.

"Aku belum periksa lagi"

"Jaga kandunganmu dengan baik El, setidaknya sampai Aksa tau ada calon anaknya di dalam perutmu" Vino.

"Untuk sekarang Kalau kamu butuh apapun kamu bisa memberitahuku" Vino.

"Aku tidak ingin merepotkan siapapun apalagi kamu atas kehamilanku ini"

"Kamu merasa bersalah padaku?" Tanya Vino dan El melihat ke arahnya.

"Maaf Vino" ucap El.

"Berhenti meminta maaf El, kita memang tidak tau masa depan. Aku kembali karena ingin mengejutkanmu dan ternyata Aku yang terkejut. Kita hanya bisa merencana dan tuhan mungkin punya rencana lain" bohong kalau Vino sudah tidak memiliki perasaan terhadap El, bahkan perasaanya masih sama.

Bangunnya Key entah membuat Vino senang atau sedih. Kemungkinan besar Aksa dan Key akan kembali tapi bagaimana dengan El terlebih El mengandung anak Aksa.





Regret In Mistakes Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang