Scenario Part 28

303 48 6
                                        

Jisoo jujur benar-benar tidak menyangka dengan hasilnya. Dia bahkan menangis terlebih dahulu di kursi depan ruangan. Mengabaikan banyaknya orang yang memandangnya heran bercampur penasaran. Dia tidak peduli. Setelah lebih tenang, dia memberanikan diri kemari untuk mengakhiri semuanya. Mengakhiri hubungannya dan Seokjin. Hasil DNA itu sudah membuktikan semuanya. CCTV juga. Semua bukti sudah kuat kalau memang Seokjin yang melakukannya bukan Namjoon yang tidak bersalah ini.

Seokjin sendiri nyaris tidak berkedip mendengar ucapan Jisoo. Tentu saja ini hal yang sulit dipercayainya. “A-apa?” tanyanya memastikan. Seokjin takut dia salah dengar. “Apa maksudmu, Jisoo-ya? Aku? Kenapa aku melakukan itu? Dengar, Ji. Aku tidak tahu kau dihasut siapa, Namjoon? Aku juga tidak tahu kenapa kau bisa percaya. Tapi aku—”

“Aku tidak akan mudah percaya jika tidak ada bukti.” Jisoo melirik tajam kertas yang sudah terjatuh ke lantai itu. “Kertas itu menunjukkan semuanya. Namjoon juga membuatku bertemu temannya yang menunjukkan CCTV bahwa kau memang pelakunya. Aku tidak mau menjelaskan lebih panjang. Kau dan Namjoon bersahabat dulunya bukan? Tanyakan sendiri kepadanya. Aku sungguh bodoh pernah mencintai pelaku yang merusak hidupku!”

Seokjin nyaris tak bisa berkata-kata. Perlahan dia menoleh ke kertas yang dilempar Jisoo tadi. Kemudian dengan tangan yang tidak disadarinya sedikit gemetar segera mengambilnya. Dia menarik napas dalam dan melihat isinya. Matanya seketika melebar melihat isinya.

Intinya isinya menunjukkan bahwa Seokjin adalah ayah kandung Jae.

Seokjin dengan mata melebarnya melihat Jisoo yang menatapnya marah. “Ji, a-aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Pasti ada yang hendak menjebakku. Siapa yang melakukan semua ini? Dalangnya—”

“Aku yang melakukan tes DNA itu. Buktinya sudah kuat, Seokjin.”

“Ji—”

“Cukup, Seokjin. Jika kau ingin bertanya lebih lanjut, silahkan tanyakan kepada Namjoon. Aku tidak mau berhubungan denganmu. Hubungan kita berakhir. Kita tidak akan pernah menikah. Jangan pernah menemuiku dan Jae. Aku membencimu,” sela Jisoo cepat dan serius. Walau dadanya terasa sesak mengatakan semua ini kepada Seokjin.

“Ji.” Seokjin memanggil dengan tatapan tak percaya dan tidak terima. Ketika Jisoo hendak berbalik, dia kembali menahan lengan Jisoo. “Jisoo, ini belum tentu benar. Ini bisa saja dijebak, kan?

“Aku begitu percaya kepadamu. Aku yakin awalnya memang kau dijebak, aku tidak langsung percaya. Tapi, bukti CCTV dan sekarang tes DNA sudah membuktikan semuanya. Aku tidak tahu kau berpura-pura atau benar-benar tidak tahu sekarang. Aku tidak peduli!” sentak Jisoo dengan penuh kemarahan.

Seokjin menggeleng cepat. “Aku tidak berpura-pura. Aku benar-benar tidak tahu apapun. Aku hanya tahu yang melakukan itu kepadamu adalah Namjoon. Sekarang, tiba-tiba menjadi aku. Aku—“

“Cukup.” Jisoo mengangkat tangannya, menghentikan suara Seokjin yang hendak keluar. Jisoo perlahan membuka mata yang awalnya dipejamkannya, menatap Seokjin kecewa. “Aku tidak mau mendengar apapun lagi. Jika kau membutuhkan penjelasan, tanyakan kepada Namjoon. Semua ini terbongkar dengan bantuan Namjoon. Lihat sendiri buktinya. Cari tahu sendiri. Aku sudah tidak ingin berbicara denganmu. Jangan berani kau muncul di hadapanku dan Jae.”

“Apa sebelumnya Namjoon sudah memberitahu insi kepadamu? Itu kenapa, kau bersikap aneh kepadaku?”

“Benar. Sekarang aku akan pergi.”

“Jisoo-ya!”

“Jangan mengikutiku!”

Seokjin yang awalnya hendak maju untuk mengejar Jisoo yang hendak pergi, berhenti. Jisoo menatapnya dengan mata yang berair. “Kumohon. Jangan mengikutiku. Tinggalkan aku sendiri. Selamanya,” tegas Jisoo dengan tatapan serius bercampur kecewa, sedih.

Scenario✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang