61.Dia Benar-Benar Menginginkannya

247 19 7
                                        


Mereka bertiga berangkat dipagi hari setelah menangkap belalang.nana tentu saja masih memikirkan binatang peliharaan kesayangannya.sebelum pergi dia bahkan menitipkan molina dan bubu kepada alucard.

" Ingat untuk memberi makan kepada bubu saat siang nanti.jangan memberi makan molina terlalu banyak,nanti dia sakit perut,perutnya sedang bermasalah beberapa hari ini.setelah memberi makan bubu dan molina tolong bawa molina ketempat viona untuk diperiksa " nana berpesan kepada alucard.

Pria itu jelas terlihat enggan menuruti semua yang nana pesankan padanya.jangankan memberi makan,menyentuh tokek loreng itu saja dia enggan.kalau molina sih,masih bisa didiskusikan.

Tempat yang mereka tuju adalah kota azrya.kota terdekat dari hutan moonlit forest,mereka hanya perlu berjalan sekitar dua puluh menit menyusuri hutan pohon kamper.hutan kamper itu sangat luas dan rindang,pohon-pohon kamper menjulang tinggi dan besar menutupi langit.Nana berlari kecil mendahului harith dan miya,dia akan berhenti ketika posisinya sedikit jauh menunggu miya dan harith sampai didekatnya,setelah keduanya dekat dia akan kembali berlari kecil lagi.

Nana bertindak seperti penuntun jalan untuk harith.

Ditengah jalan mereka bertiga melihat seekor beruang hitam bertubuh besar,beruang itu sedang mencakar-cakar kulit pohon kamper.

Nana memberi isyarat kepada harith agar jangan berisik,karna beruang hitam itu bisa saja menyerang mereka jika melihat mereka.

Ketika melewati beruang itu,keduanya mengendap-endap layaknya seorang pencuri.dibelakangnya miya mengekori keduanya,berbeda dengan harith dan nana miya berjalan dengan biasa saja,dia tampak tidak takut kepada beruang itu.tentu saja,dia sangat sering kekota azrya dan dan tentunya juga melewati hutan ini,dia sudah biasa melihat seekor beruang hitam bertubuh besar seperti beruang hitam yang sedang mencari serangga kecil untuk dimakan disepotong kulit pohon.

Setelah melewati beruang hitam itu keduanya secara bersamaan menarik nafas lega,saling memandang kemudian tertawa kecil.miya yang melihat itu ikut tersenyum tipis melihat aksi kedua leonin itu.

kemudian setelah melewati pohon kamper mereka akan mendaki bukit kecil untuk sampai kekota azrya

Mereka berjalan melewati gapura beton berukuran raksasa yang menjadi gerbang masuk kota azrya

Miya tidak ingin membuang waktu lama,jadi setibanya mereka dikota itu dia langsung pergi ketempat yang dia tuju.

Suasana hiruk piruk dan keramaian pasar dikota azrya begitu riuh.suara para pedagang yang menawarkan dagangannya,orang-orang yang lalu lalang,ada juga anak kecil yang merengek ingin dibelikan sebuah mainan.
Harith sudah sama tidak melihat keramaian seperti ini,tiba-tiba dia merindukan kota moniyan.

" Harith lihat ini.. "

Nana mengambil sebuah mainan kincir ketika mereka bertiga melintas didepan kios yang berisi berbagai jenis mainan untuk anak kecil.

Nana bahkan mengambil satu mainan kincir lagi dan memberikannya kepada harith.

Pedagang mainan itu kemudian mencegat miya dan meminta miya untuk membayar mainan yang telah nana ambil.karna nana dan harith sudah mengambilnya,miya tidak punya pilihan lain selain membayar.

Tempat tujuan miya adalah sebuah toko perhiasan,letaknya cukup jauh sehingga mereka harus menyusuri pasar.beberapa orang-orang yang lalu lalang mengenali miya karna miya sering datang kekota ini,mereka saling menyapa dengan formal.

Ketika Harith melintas sebuah kios buah-buahan,tiba-tiba ada tangan yang  terulur didepannya,sehingga harith langsung menghentikan langkahnya.

Tangan yang terulur itu memegang sebuah apel berwarna merah segar,kulitnya tampak berkilau dibawah sinar matahari.harith sampai menelan ludah melihat apel itu.

TroubleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang