8.Gone again

700 79 9
                                        

Pria itu pergi lagi.dia bahkan tidak meminta maaf karna sudah melanggar janjinya.
Harith tersenyum kecut,sejak awal dunia mereka memang berbeda.harith tidak bisa mengikuti pria itu.begini saja tidak apa-apa.

Malam itu,alucard berada disebuah kota asing.dia memasuki sebuah rumah makan kumuh yang berada di kota itu.beberapa meja sudah terisi oleh orang yang sedang makan dan berbincang,didominasi oleh para pria.diantara itu.ada seseorang berjubah abu-abu duduk seorang diri dimeja paling sudut.dia sendirian,duduk diam tak memesan apapun.wajahnya tertutup olej jubahnya.alucard meliriknya sejenak.kemudian dia memilih duduk disalah satu meja yang tak jauh dari tempat orang berjubah itu duduk.

Seorang pelayan datang menghampiri alucard menyambutnya dengan sopan dan ramah.

" bawakan apa saja "

Alucard tak mau dibuat pusing oleh rentetan menu yang disebutkan pelayan itu.dia tidak pemilih dalam makanan,selama itu makanan maka dia bisa menelannya.sembari menunggu pelayan itu kembali dengan membawa makanan.alucard memejamkan mata sejenak.kebisingan disekitarnya coba dia abaikan.

Sementara disudut lain.tampak orang mistrerius berjubah abu-abu itu mencari-cari sesuatu.memperhatikan setiap pelanggan yang ada dirumah makan itu.pandangannya tertuju pada alucard yang duduk sendirian.wajah tampan dengan rambut pirang,terlihat sangat menawan bahkan saat matanya terpejam.seutas senyum terlihat dibalik jubah,senyum dengan bibir merah merekah.sepertinya dia sudah menemukan apa yang dia cari.dia bangkit dari tempat duduknya berpindah duduk kehadapan alucard tanpa permisi.

Alucard membuka sebelah matanya,menyadari ada seseorang dihadapannya.

" selamat malam tuan " suara halus terdrngar anggun memberitahukan bahwa sosok dibalik jubah itu adalah seorang wanita.

" kau siapa? " alucard sama sekali tak mengenal orang itu,terlebih wajahnya ditutup dan dia juga tak mengenali suara itu.

" aku seorang pedagang " tuturnya

" hmm " alucard memperbaiki posisi punggungnya.

Jelas sekali wanita itu berbohong,dia mengaku sebagai pedagang tapi alucard tidak melihat barang apa yang dijual oleh orang itu.

" aku tidak tertarik " ucapnya ketus.

seutas senyum kembali terlihat dari balik jubah.tanpa diminta dia membuka sendiri penutuo kepalanya.memperlihatkan wajahnya.seorang wanita cantik terpampang didepan alucard.dengan kukit putih tampak bersinar,mata bulat yang terlihat indah,bibir merah merona dan rambut dicepak separuh.dia memang terlihat begitu cantik tapi kecantikan hasil polesan dan hiasan yang sangat tebal.Bohong jika alucard tidak terpukau dengan kecantikan orang dideoannya saat ini.tak hanya dia,semua yang ada di rumah makan itu tampak terpukau.mereka tidak mengira orang misterius yang duduk seorang diri sedari tadi adalah seorang gadis cantik.

" aku menjual sesuatu yang sangat kau butuhkan " bibir merah itu tampak indah bergerak-gerak,seperti buah ceri yang meminta untuk dimakan.

" apa yang kau jual? "

" diriku.aku menjual diriku "

Alis alucard terangkat sebelah.gadis ini seorang pelacur?? Tapi dia terlalu cantik untuk seorang pelacur.apalagi pelacur jalanan yang mencari pelanggan sembarangan.dia seharusnya menjadi pelacur kelas atas dengan bayaran tinggi dirumah-rumah bordil.

" aku tidak tertarik "

Gadis itu tampak terkejut dengan penolakan langsung dari alucard.dia bahkan belum membahas soal tarif.tapi alucard langsung menolaknya.
Pelayan datang membawa nampan berisi makanan dan segelas minuman untuk alucard.pelayan itu menyajikan dihadapan alucard.semangkuk daging bakar,sepiring sayuran yang sudah direbus serta sepiring kecil saos yang terlihat berwarna hijau.juga segelas air.

TroubleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang