96.Do You Like It?

409 10 0
                                        

Alucard sempurna tertegun,dia tidak berkedip untuk beberapa waktu.

Kalimat yang Harith lontarkan membuatnya benar-benar terkejut.

Dengan tiba-tiba saja,Harith meneriakan satu kalimat ajakan itu,Harith yang selalu merasa takut dan tidak berani melakukannya, tiba-tiba saja meneriakan hal yang membuat otak Alucard merasa tersengat.

Alucard dengan cepat menarik kesadarannya,dia memang terkejut,tapi lebih dari itu hatinya bersorak mendengar apa yang Harith katakan.

" Harith,kau serius dengan ajakanmu itu?."

Harith mengerjapkan mata, bulu matanya bergetar,dia melirik Alucard dengan mata yang melankolis tapi dengan wajah yang merona.Jelas dia malu dengan kalimatnya sendiri.

" Kau tidak mau?."

Alucard tertawa pelan.Mengusap lembut wajah Harith dengan kedua tangannya.

" Jangan memaksakan dirimu,Harith."

Harith menyipitkan mata,apa itu sebuah penolakan?,sungguh?.Dia sudah menelan rasa malunya untuk mengatakan itu,tapi Alucard tidak menyambut ajakannya dengan benar.

Seorang Alucard menolak ajakannya?,sudah pasti ada yang salah.Pria yang setiap malam hampir meradang karna keinginan, justru menolaknya ketika Harith sudah memberikan kesiapan.

Harith melemparkan tatapan penuh selidik.

Alucard tidak bisa tidak tersenyum melihat ekspresi Harith.

" Kau tidak perlu memaksakan dirimu,sayang."

" Kau tidak mau?." Harith bertanya lagi.

Alucard menggelengkan kepalanya.Ini bukan karna dia tidak mau.Dia sangat mau,dia bahkan sangat senang.Miliknya bahkan bereaksi karna ajakan Harith.Tapi dia juga memikirkan Harith dan juga kondisinya.Tubuh Harith,trauma dalam dirinya,ketakutan yang ada dalam pikirannya,Alucard tidak ingin menyakiti sisi itu,dia ingin menyembuhkannya.

" Jangan memaksakan dirimu Harith."

Harith mengerucutkan bibirnya,apa ini?,apa Alucard ingin jual mahal disaat dia sudah menawarkan secara cuma-cuma.

" Tidak ada yang memaksakan diri,aku mengatakannya karna aku ingin melakukannya.Alu bercintalah denganku."

Alucard melebarkan matanya,dia kembali terkejut.

" Harith..."

Harith menajamkan tatapannya, dia tidak ingin mendengar penolakan munafik dari Alucard lagi.Mereka berdua saling mengetahui,bahwa yang sebenarnya ingin melakukan adalah Alucard itu sendiri.

" Kau dan aku.Kita lakukan itu." Harith berucap penuh penegasan.

Tapi Alucard masih terlihat ragu-ragu.

" Jika kau tidak mau,maka aku akan berpikir kau tidak ingin melakukannya karna kondisi tubuhku."

Alucard terdelik." Harith,jangan pernah berpikir seperti itu lagi."

" Kalau begitu ayo lakukan."

Harith menarik pakaian Alucard,memberikan tatapan teduh.Harith menatap dalam-dalam kedalam mata Alucard.

" Alu..."

Alucard menegak ludahnya.Tatapan matanya juga teduh,dia menyerah untuk berpura-pura menolak lagi.Tapi dia masih memikirkan kondisi Harith.

Alucard mengambil Harith dalam gendongannya.Dia kemudian membawa Harith kedalam kamar, meninggalkan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Dengan hati-hati,Alucard meletakkan Harith diatas ranjang.Harith melingkarkan tangannya di leher Alucard,tidak membiarkan Alucard menyingkir dari atasnya.

TroubleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang