68.Harith Dan Matahari Yang Terbenam

193 15 4
                                        

Harith masih terlibat pembicaraan bersama dengan Belerick.Manusia pohon itu menjelaskan banyak hal kepadanya tentang kondisinya,rencana Lunox dan juga pilihan hidupnya.Harith mendengarnya dengan seksama.Jika tadi dia bersifat egois akan keinginannya sendiri,setelah mendengarkan penjelasan Belerick Harith telah mengerti situasinya.

Belerick meyakinkan Harith bahwa rencana yang lunox rancang untuknya adalah situasi yang terbaik untuk Harith saat ini.

Harith menghela nafasnya.Sekali lagi,dia memikirkan banyak hal,memikirkan dirinya,memikirkan Alucard,memikirkan orang-orang terdekatnya serta mereka yang nantinya akan terkena imbas oleh keegoisannya.ternyata Itu tidaklah benar,pilihan awalnya adalah salah.

Alucard masih berdiri ditempatnya menatap kosong kearah dimana sebelumnya Harith berdiri.Sudah dua  jam berlalu,matahari telah condong dibalik pepohonan,dia tetap tak bergeming.Sebaliknya dia meyakinkan diri bahwa Harith akan kembali ketempat itu.

Alucard merasa lututnya Hampir pegal karna terlalu lama berdiri.Dia kemudian duduk dengan menegakkan satu kakinya,masih menatap kearah yang sama dan masih menanti Harith kembali.

Sejenak pikirannya kembali memikirkan masa lalu,memikirkan Harith ketika menunggu dia pulang dulu.Apakah Harith juga merasakan hal yang sama dengan yang saat ini dia rasakan,menanti dengan perasaan gelisah dan harap-harap cemas.

Dada Alucard mencelus menyadari itu,secuil rasa bersalah membuatnya air mukanya terlihat gelap.Dimasa lalu dia telah banyak mengabaikan Harith,sekarang ketika dia ingin terus bersama dengan Harith dalam ketenangan entah kenapa terasa begitu banyak halangan.

Hari mulai petang,Matahari mulai tenggelam dibalik bukit-bukit yang menjulang tinggi.
Alucard menghela nafasnya pelan,kenapa Harith tidak kembali juga.Kemana sebenarnya manusia pohon itu membawanya.

Alucard menopang dagu dengan wajah merengut.Dia mulai kehilangan kesabaran.

Lalu kemudian tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dengan Halus.Alucard dengan cepat menoleh,wajahnya yang tadi gelap seketika menjadi cerah karna yang menepuk bahunya adalah Harith.

Harith tersenyum ringan namun entah kenapa tatapannya terlihat sedikit murung.

" Kau kembali."

Alucard tanpa babibu langsung menarik Harith,Harith seketika jatuh terjerambab dipangkuannya.Namun Harith tidak protes,sebaliknya dia justru menempelkan dirinya.

Alucard celingak celinguk seperti mencari sesuatu.

" Kau mencari siapa?."

" Makhluk yang membawamu pergi tadi.Kemana dia?."

" Tidak ada.Aku kembali sendirian."

Mendengar itu Alucard tanpa sadar menarik nafas lega.Itu artinya Harith menolak pergi bersama makhluk itu demi dirinya.
Dia masih tidak menyadari sinar redup yang terpancar dimata Harith,sinar yang seredup matahari senja saat ini.

" Alu,aku suka aromamu."

Harith membenamkan wajahnya di dada bidang yang terasa kokoh,menyesap aroma yang tidak asing lagi.Harith menarik nafas dalam-dalam, menyesap aroma itu sebanyak yang dia bisa,namun diakhir tarikan nafasnya terdengar suara helaan yang mengandung keresahan.

" Aku juga suka aromamu."

Alucard mencubit dagu Harith pelan,kemudian dia menundukkan wajah untuk memberikan ciuman ringan.

Hanya ciuman singkat karna Harith segera mendorong mundur wajah Alucard.Seperti biasa,Harith tidak suka ciuman.Alucard telah hapal dengan itu,Dia hanya bisa mencium Harith melalui sebuah tindakan pemaksaan,tapi kali ini Alucard tidak ingin memaksanya.Jika Harith tidak ingin melanjutkan ciuman itu,yasudah.Alucard tidak ingin bertindak lebih.

TroubleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang