Dangerous | 2.3

53.7K 3.5K 399
                                    

‼️ HAPPY READING ‼️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

‼️ HAPPY READING ‼️

Sarah melirik takut-takut ke arah Aaron yang duduk di sebelahnya, laki-laki itu terlihat menatap serius layar iPad miliknya yang menampilkan grafik perusahaan yang sama sekali tidak Sarah mengerti sedikitpun. Hari ini ia akan kembali ke Jakarta, karena paksaan Aaron, dan kini keduanya tengah menunggu orang suruhan Aaron selesai mem-packing seluruh barang-barang Sarah yang luar biasa banyak itu. Ditambah perempuan itu yang tidak membawa koper ke Bali membuat waktunya menjadi terbuang lebih banyak.

"Aaron, lo bener-bener marah sama gue?" tanya Sarah menyentuh tangan Aaron perlahan. Menghela nafas lega ketika laki-laki itu tidak menolak sentuhannya. Semalam keduanya tidur di atas ranjang yang sama— atas rengekan dan paksaan Sarah tentu saja, namun Aaron memilih untuk memunggungi Sarah semalaman bahkan hingga matahari terbit hari ini.

"Aaron," panggil Sarah sekali lagi. Kali ini dengan sedikit guncangan di lengan kekasihnya itu. Kekasihnya? ah Sarah merasa keren bisa memanggil Aaron dengan sebutan itu. Impiannya sejak dulu.

"Kamu gak ngerti maksud saya, Sarah." ucap Aaron menatap Sarah datar.

Perempuan itu berdecak pelan. "Tapi gue 'kan udah bilang tattoo artistnya itu cewek, Aa! Gak ada cowok yang bisa nyentuh gue selain lo." ujar Sarah membela dirinya.

Ya, Sarah baru saja membuat sebuah tato ular dan juga bulan sabit berukuran kecil di bagian bawah tubuhnya. Tepatnya bagian bikini linenya, hal itu juga yang membuat Aaron murka kemarin.

 Tepatnya bagian bikini linenya, hal itu juga yang membuat Aaron murka kemarin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu gak minta persetujuan saya." ucap Aaron membuat Sarah tersenyum kikuk kemudian terkekeh pelan setelah tau letak kesalahannya. Sebenarnya Sarah heran kenapa ia harus meminta persetujuan Aaron, karena ini 'kan tubuhnya. Tapi nyali Sarah tidak sebesar itu untuk bertanya langsung pada Aaron.

Perempuan itu beranjak dari duduknya kemudian mendekati Aaron dan langsung duduk di atas pangkuan cowok itu. "Tapi lo suka 'kan? sakit banget tau." ucap Sarah cemberut sambil melingkarkan tangannya di leher Aaron manja. Tidak peduli jika orang suruhan Aaron akan melihat posisi intim keduanya.

Aaron menghela nafas lelah, mengusap pinggang Sarah lembut kemudian mengangguk singkat. Marah pada Sarahpun rasanya tidak berguna karena tato permanen perempuan itu sudah 100% jadi.

Dangerous [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang