Bab 35

3.1K 85 9
                                        

Rebecca memeluk erat Anna yang sudah dianggap Ibu olehnya.
"Lupakan amarahmu dan memulai dari awal kembali bersama suamimu",ucap Anna sambil mengusap lembut rambut Rebecca.
"Aku tak bisa lupa kebohongannya Morsa",kata Rebecca.
"Pandang wajah Nea saat kau merasakan hatimu berat",nasihat Anna.
"Iya...mereka sangat mirip",ucap Rebecca.
"Nea adalah penyembuh luka dihatimu dan penyambung kalian berdua",kata Anna.
"Kak Wanni membuatku terpisah dari keluargaku, bahkan Aku tidak pulang kembali pada mereka",Rebecca teringat keluarganya dan menjadi sedih.
"Ia sudah menebusnya dengan meninggalkan kehidupan lamanya dan mencarimu",bujuk Anna.
"Entahlah...Aku bisa tinggal bersamanya demi Nea, tapi Aku tidak tahu apakah Aku bisa mencintainya",jawab Rebecca.
"Tak perlu terburu-buru lakukan semua dengan perlahan",ucap Anna dengan lembut dan mengusap punggung Rebecca untuk menenangkan dirinya.
Rebecca kembali memeluk Anna dengan erat.
##
Nea berjalan-jalan dengan Arwanni di sebuah toko mainan, kemudian Nea melihat anak yang sebaya dengannya sedang bersama pria tua memilih-milih mainan.
"Ayah...uncle bilang jika Aku punya kakek di Indonesia",tanya Nea tiba-tiba.
"Kapan uncle bilang itu",tanya Arwanni.
"Hhmm...sudah sangat lama Nea tidak ingat, uncle menyuruh Nea agar tidak bilang pada Ibu",jawab Nea.
"Nea...jangan membicarakan tentang kakek yang itu lagi",pinta Arwanni.
"Kenapa Ayah..",tanya Nea penasaran.
"Karena Ibu tidak ingin membicarakan kakek jika ingin kita tinggal bersama...dan Nea ingin tinggal dengan Ayah dan Ibu bukan..",ucap Arwanni bingung memberi alasan.
Nea kemudian terdiam dan mengikuti Arwanni yang  menggandengnya dan berjalan menuju rak yang penuh dengan boneka.
Arwanni mengambil boneka kelinci berwarna kuning, "Nea mau kelinci ini",tanya Arwanni.
"Nea mau Ayah, semua pemberian Ayah Nea suka",jawab Nea.
"Nea lincah seperti kelinci...ya Nea itu kelinci kesayangan Ayah ",ucap Arwanni.
"Nea itu peri kecil kata Uncle dan Ibu",sahut Nea.
"Ia Nea peri kecil kita semua",ucap Arwanni gemes sambil mencubit pelan pipi Nea.
"Nea tahu...jika Ibu suka menanam bunga...",tanya Arwanni.
"Tidak...Nea tak pernah melihatnya, Ibu hanya sibuk bekerja setelah selesai mengurus Nea",jawab Nea.
Rebecca memang hanya menyibukkan diri dengan bekerja dan belajar bahasa asing saat tinggal di luar negeri meski Robert menanggung biaya hidupnya.
Arwanni terdiam dan merasa sedih karena gagal menemukan Larasati waktu itu hingga membuat istrinya harus bekerja keras sendirian di luaran.

##

Rebecca meletakkan tumpukan kardus berisi barang didepan rak toko dan menatanya.
Bekerja ditoko adalah kegemarannya karena bisa bertemu banyak orang setiap hari.
Ia tak lagi harus berlari menjemput Nea pulang sekolah karena Nea sudah diantar jemput oleh Ayahnya.
Rebecca terlalu fokus pada pekerjaan hingga tak menyadari ada barang di rak paling atas bergeser dari tempatnya, Rebecca sedang menunduk mengisi list barang yang baru saja diisinya.
"Swing...bruk...",satu kardus berisi cairan pembersih toilet jatuh menimpanya kepalanya.
Rebecca pingsan seketika tetapi teman-temannya tak menyadarinya karena posisi Rebecca berada di pojok ruangan.
Sepuluh menit berlalu saat Rebecca tersadar , Ia melihat sekeliling dan tiba-tiba terdiam dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.

***
"Siapa kamu",tanya Arwanni pada seorang gadis yang jauh lebih muda dihadapannya.
Arwanni menatap gadis dengan wajah polos didepannya yang mencoba mengangkat tubuhnya yang baru saja berkelahi tapi karena mabok, Arwanni terjatuh setelah mengalahkan lawannya.
"Namaku Ratih kak...terimakasih sudah membantuku",jawab gadis yang bersusah payah mencoba mengangkatnya agar bisa berdiri.
Arwanni bingung kenapa gadis ini tiba-tiba mengucapkan kata terimakasih padanya.

**
Rebecca tiba-tiba mengingat penggalan masa lalu yang dulu dicarinya tapi tidak pernah ingat.

**
Dan setelah pertemuan pertama itu, Ratih selalu menunggu Arwanni di jalan, dimana tepat setiap siang Arwanni lewat di sana.

"Ini",Ratih menyerahkan makan siang untuk Arwanni.
Arwanni menyambar bungkusan itu dari tangan Ratih dan langsung pergi melajukan motornya.

Arwanni tak pernah bicara pada Ratih bahkan tak ada percakapan diantara keduanya.

Hingga suatu siang Arwanni tak melihat Ratih di jalan tempatnya mendapat makan siang.

Arwanni berhenti sejenak dan melongok sekitar tempat itu namun tak melihat gadis yang biasanya memberinya makan siang.

Karena penasaran malam harinya Arwanni kembali melewati jalan itu, Ia justru melihat Ratih di sebuah bangku tak jauh dari jalan yang biasanya mereka bertemu.
Arwanni menghampiri Ratih yang ternyata sedang menangis entah karena  apa.
Ratih mendongakkan kepalanya karena menyadari ada yang mendekat, Ratih menatap Arwanni dan berhenti menangis.
"Kak...bisakah kau bantu Aku menghilang dari muka bumi ini",ucap Ratih pada Arwanni.
Ratih kembali menangis setelah mengucapkan itu.
Arwanni hanya diam menatap Ratih.

**
Rebecca mengeluarkan airmata, Ia ingat kejadian itu dan ternyata Arwanni tidak berbohong, hari itu adalah hari ketika ia melihat tunangannya berselingkuh dengan wanita lain padahal sebentar lagi mereka akan menikah.
Rebecca mengingat semua kini, kala itu Ia tidak tahu mafia yang ditolongnya bernama Arwanni, Ia yang frustasi dan bingung ingin menghilang dari muka bumi karena jika kedua orangtuanya tahu tentang perselingkuhan calon suaminya  maka mereka akan terluka, tapi Ia pun tak mungkin lagi bisa bersama kekasihnya.
Hari itu ia memohon pada pria asing, yang hanya diam menatapnya tak bicara sepatah katapun.
Hingga kemudian tanpa diduga Arwanni yang menabraknya dijalan saat pulang kerja seketika menggunakan moment yang ada untuk membantu Ratih menghilang dari muka bumi sekaligus untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Arwanni yang juga tak mengingat nama gadis yang menarik perhatiannya.
Hingga Jack yang memberinya informasi atas perintahnya kala itu.

**
Rebecca benar-benar shock, Ia bergegas pergi tanpa pamit meninggalkan toko  dan tujuannya cuma satu.

##

Arwanni terdiam memandang Rebecca yang berdiri didepan rumah Enar saat Ia sampai setelah menjemput Nea pulang sekolah dan jalan-jalan sebentar bersama Nea.
Rebecca segera berlari begitu Arwanni keluar dari mobil dan langsung memeluknya.
Arwanni bingung karena bukan hanya Rebecca memeluknya erat tapi Rebecca juga menangis dipelukannya.
Nea yang masih didalam mobil hanya menatap kedua orangtuanya karena tidak tau apa yang sedang terjadi.
"Aku mengingatnya...maafkan Aku kak...",ucap Rebecca pelan.
"Rebecca...aku tidak mengerti",sahut Arwanni ragu
"Ratih...Aku mengingat pertama kali kita bertemu, kau menghajar semua preman yang menggangguku sore itu",kata Rebecca.
Arwanni terdiam, karena tidak menyangka Rebecca bakalan mengingat kejadian masalalu dimana hanya dia dan Rebecca yang tahu hari itu.
"Aku mengingat semua...mari kita bersama...Aku akan selalu bersamamu sampai akhir",ucap Rebecca lalu mencium bibir Arwanni dan melumatnya penuh semangat.
"Ayah..Ibu...Nea ada disini bisakah kalian melakukan itu nanti",seru Nea.
Rebecca tersadar jika sekarang sudah memiliki anak dan dia ada disana menyaksikan kejadian barusan.
Arwanni tersenyum melihat tingkah Rebecca sekaligus bahagia karena kini Istrinya telah kembali seperti dulu.


~~~~~~~~~~~~~~~
Belum tamat tapi cerita ini hampir tamat.
Terimakasih vote dan komennya

Arwanni Tolong Pulangkan akuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang