Hari sudah menunjukkan sore, Rey sudah bangun dari tidurnya dia melihat sang istri yang masih terlelap dengan masih menggunakan seragamnya
Rey sedikit tersenyum memandangi wajah sang istri yang terlihat damai dalam tidurnya, dia bergerak untuk mencium kening sang istri pelan bagaimanapun dia tidak bisa marah lama lama kepada istrinya itu
Setelah itu dia beranjak dari tempat tidur untuk mandi, karena malam nanti dia rencananya mengajak sang istri pergi berdua menyenangkan hati istri sekaligus sebagai permintaan maaf karena telah mengabaikannya
Beberapa menit bergulat di kamar mandi Rey keluar dengan menggunakan celana pendek selutut tanpa menggunakan baju dia juga sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Baby, wake up" ucap Rey sambil mengelus kepala sang istri berusaha untuk membangunkannya
"Enggghhhhh, jam berapa?" tanya Olivya menggeliat
"Udah sore, gih mandi" ucap Rey yg masih setia mengelus kepala sang istri
"Maaf" ucap Olivya sesudah kesadarannya terkumpul, dalam keadaan duduk dia menunduk takut
"Sssttt, ngga papa aku udah ngga marah"
"Kamu diemin aku, aku takut" Olivya berhambur ke pelukan Rey dan air matanya lolos begitu saja
"Iya, maafin aku yaa udah diemin kamu aku cuman ngga suka sikap kamu seperti tadi" ucap Rey menyesal membuat istrinya menangis, dia berusaha menenangkan sang istri yang masih terisak di dekapannya
"Udah yaa, jangan nangis" Rey mengusap air mata sang istri
"Mau cium" Olivya memajukan bibirnya manja, Rey terkekeh kecil dengan kelakuan sang istri
Cup
Cup
Cup
Rey menghujam wajah Olivya dengan ciuman, sambil sesekali menggigit pipi sang istri yang tembam, Olivya yang sudah sering mendapat gigitan mendadak itu hanya pasrah
"Udah di cium, sekarang mandi" perintah Rey kepada istrinya, Olivya mengangguk patuh dan segera pergi ke kamar mandi
Beberapa menit berlalu, akhirnya Olivya selesai. Dia menggunakan kaos pendek milik Rey yg terlihat kebesaran di tubuhnya dengan dipadukan celana training
Olivya kemudian duduk di depan meja riasnya lalu menggunakan skincarenya, Rey yang baru saja kembali dari arah balkon saat ada telpon mendadak tadi menghampiri sang istri lalu memeluknya dari belakang
"Ishhh,,,,,,jangan ganggu dulu Yang aku masih pake skincare ini loh"
"Sebentar doang sayang" Rey yang terlihat menghebuskan napasnya lelah seakan butuh sandaran, bahu sang istri lah yg menjadi favoritnya untuk bersandar
Olivya yg sudah selesai dengan kegiatannya pun membalik badan menghadap sang suami yg sepertinya ada masalah itu, ketara dari raut wajahnya yg terlihat lelah
"Kenapa, hm" tanya Olivya lembut sambil memeluk Rey yg duduk di pinggir ranjang
"Ngga kenapa-kenapa" ucap Rey seadanya yg masih di dekap sang istri dengan tangan mungilnya
"Yakin"
"Iya sayang, aku ngga papa kok"
"Nanti malam keluar ya, mau ngga" ajak Rey kepada sang istri
"Boleh, emang mau kemana" jawab Olivya
"Kemana aja asal sama kamu"
"Yee, dasar om pedo"
"Heh!"
Sontak tawa Olivya menggelegar, dengan candaannya tadi berbeda dengan Rey yg kesal, dia pun menggelitiki Olivya. Keadaan kamar itu pun menjadi berisik akibat tawa Olivya dan Rey
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATE
Teen FictionReynaldi Andreas, dia sudah menikah sejak SMA dengan salah satu perempuan yang paling dia cintai, Reynaldi mencintai istrinya dengan amat sangat. Tidak membiarkan perempuan kesayangannya di sentuh seujung kuku pun oleh laki-laki lain Jika ada yang m...
