Terlihat tiga orang sedang asik di ruang keluarga siapa lagi kalo bukan Olivya beserta dengan Mama Papa mertuanya, berbeda dengan Rey yang masih asik bermimpi di kasur
Mereka bertiga tengah menikmati waktu senggang untuk berkumpul, sekadar menonton sambil bersenda gurau. Tampak harmonis sekali
"Jadi, kemarin suami kamu mabuk?" tanya Mama Vina menatap menantunya
"Iya Mah" Olivya mengangguk
"Baru aja sembuh udah mabuk aja, anak siapa sih itu" raut kesal terlihat jelas di wajah Mama Vina sambil melirik suaminya bermaksud menyindir
"Bukan anak aku" Papa Bimo menimpali dengan santainya
"Yeuh, hasil benih kamu itu" Mama Vina menatap tajam suaminya
Papa Bimo tampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki terdengar menggema, itu adalah Rey yang menuruni tangga dengan keadaan hanya memakai kolor berwarna hitam tanpa memakai baju dengan matanya yang sayu rambutnya acak-acakan khas orang bangun tidur
Dia langsung menuju kearah istrinya yang berada di samping Papa nya
"Awas Pah" Rey dengan kurang ajarnya mendorong tubuh Papanya, berniat menggeser posisi Papanya
Posisi Papa Bimo berada di tengah-tengah antara Mama Vina dan Olivya, duduk di satu sofa panjang yang berada di ruang tamu
"Ck" Papa Bimo berdecak pelan, dia pun mendekat ke istrinya sendiri
Rey kini merebahkan kepalanya diatas paha istrinya, kaki nya sengaja di selonjorkan sampai mengenai Papa nya
"Kurang ajar" Papa Bimo mendengus kesal sambil menyingkirkan kaki putranya dengan kasar
"Sayang, ngga sopan ih" Olivya menegur suaminya dengan lembut
"Biarin" ucap Rey menyeringai tipis
Bugh
Papa Bimo menggeplak pantat putranya cukup keras karena terlampau kesal
"Sakit Pah!" Rey mendengus mengusap pantatnya yang terasa panas
"Bodoamat" ucap Papa Bimo acuh
"Hadeuh, ngga anak ngga bapak sama aja" Mama Vina memijat pelipisnya lelah akan kelakuan kedua laki-laki berbeda generasi itu
"Sayang" rengek Rey kepada istrinya
Mendengar rengekan putranya itu Papa Bimo rasanya ingin muntah
"Huekk, najis banget" Papa Bimo berlagak seakan ingin muntah
"Ngga usah ngejek, dulu kamu juga gitu" Mama Vina memukuk lengan suaminya pelan
"Buahahaha" sontak Rey tertawa ngakak mendengar penuturan Mama nya
"Diem Andres!" hilang sudah harga dirinya sebagai orang yang berwibawa, istrinya memang tidak bisa diajak kompromi
Rey menghentikan tawanya bukan karena takut Papanya, melainkan rahangnya terasa pegal akibat tertawa lebar, dia pun kembali mendusel-duselkan wajahnya di perut sang istri
"Mama, di kulkas ada pisang?" Rey bertanya pada Mamanya
"Ngga ada, semua buah di kulkas udah habis, Mama belum sempat beli" balas Mama Vina, membuat Rey kecewa berat
"Tumben banget nyari pisang" lanjutnya menatap putranya, tidak biasanya Rey nyari buah pisang
"Anakmu mau cosplay jadi monyet" celetuk Papa Bimo terkekeh diakhir ucapannya, kurang afdol rasanya kalo belum mengejek putranya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATE
Teen FictionReynaldi Andreas, dia sudah menikah sejak SMA dengan salah satu perempuan yang paling dia cintai, Reynaldi mencintai istrinya dengan amat sangat. Tidak membiarkan perempuan kesayangannya di sentuh seujung kuku pun oleh laki-laki lain Jika ada yang m...
