Olivya tengah menemani putranya mengerjakan pr sambil sesekali membantu kala Geo kesusahan mencari jawabannya, dia memperhatikan Geo yang serius menatap buku-bukunya
Tangan mungil Geo aktif menulis setiap kata dalam bukunya, sesekali menggaruk kepalanya karena tidak paham akan pertanyaan yang berada dibuku itu
"Ck, susah" gerutunya
"Sini mommy bantu" Olivya mengambil alih bukunya lalu menjelaskan secara rinci pengerjaannya kepada Geo
"Udah mom, geo bosen" Geo tanpa sadar melempar pensilnya cukup keras
"Bentar lagi, ini mau selesai" ucap Olivya dengan kesabaran penuh "Ayo kerjain lagi, mommy bantu" lanjutnya
"Nggak mau!" Geo tetap kekeh menolak
Olivya menghela napas lelah, kalo Geo udah ngambek begini susah dibujuknya, mau ngga mau harus sabar menghadapi copyan Reynaldi ini
"Nanti kalo pr-nya ngga selesai Geo mau di hukum sama bu guru?"
"Ck, biarin ngga takut!" balas Geo tanpa ragu
"Sayang sini..."
"Jangan maksa mommy, Geo udah bosen dari kemarin belajar mulu" seakan tidak memberi kesempatan Olivya berbicara, Geo terus saja merajuk
Wajahnya sudah memerah akibat menahan nangis
"Dengerin mommy dulu"
"NGGAK MAU!" suara keras Geo menggelegar, membuat Olivya terkejut beberapa saat
"Geovano!" raut wajah Olivya berubah serius menatap putranya "Pelanin suara kamu di depan mommy!" suara penuh intimidasi itu mengusik telinga Geo
Geo terdiam sambil nunduk, dia terisak pelan
"Bisakan bilangnya pelan-pelan, ngga usah teriak, hm?" suara Olivya berubah lembut
Olivya mendekat ke arah putranya yang tertunduk, tangannya terulur mengelus kepala Geo dengan lembut
"Geo nggak suka mommy maksa!" suara Geo sedikit serak akibat tangisannya
"Mommy ngga maksa sayang" ucap Olivya lembut sambil menatap mata anaknya yang merah akibat menangis "Mommy cuma nyuruh Geo ngerjain apa yang udah jadi kewajiban kamu selama menjadi murid" lanjutnya
"Geo nggak mau!" tangan Olivya dihempaskan secara kasar oleh putranya sendiri
"GEOVANO ANDREAS!" suara bariton itu terdengar menggema, siapa lagi kalo bukan Reynaldi
Memang Rey sudah berada di rumah sejak 5 menit yang lalu sehabis pulang dari kantor, dia sebenarnya berniat menghampiri istri dan anaknya yang tengah serius berada di ruang keluarga, Olivya dan Geo tidak sadar akan kehadirannya yang sudah berdiri lama memperhatikan keduanya
Rey juga sudah mendengar semua percakapan antara istri dan anaknya sedari tadi
"Siapa yang ngajarin bentak mommy seperti itu?" Rey berjalan menghampiri keduanya yang kini menatap dirinya
"Sayang udah" seakan tau kemarahan suaminya, Olivya berusaha menenangkan sambil memegangi lengan Rey "Geo emang harus di kasih tau pelan-pelan, dia belum ngerti sepenuhnya" lanjutnya berusaha menjelaskan
"Mommy maksa dad, Geo ngga suka!" seakan belum puas Geo mengeluarkan semua unek-uneknya
"Yaudah sayang, mommy minta maaf, kalo kesannya mommy maksa Geo" ucap Olivya lalu menggapai tubuh putranya untuk di peluk
Bukannya menerima pelukannya Geo justru menghindar, Olivya menghela napas lelah jika Geo sudah tantrum begini susah buat dibujuknya
"GEO!" suara Rey meninggi "Minta maaf ke mommy, cepat!" Rey ikut terbawa emosi menghadapi kelakuan putranya
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATE
Fiksi RemajaReynaldi Andreas, dia sudah menikah sejak SMA dengan salah satu perempuan yang paling dia cintai, Reynaldi mencintai istrinya dengan amat sangat. Tidak membiarkan perempuan kesayangannya di sentuh seujung kuku pun oleh laki-laki lain Jika ada yang m...
