Hari ini Reynaldi pulang lebih awal dari biasanya karena mendapat kabar bahwa istrinya tiba-tiba demam tinggi dan sempat pingsan tadi dari art yang bekerja di rumahnya, sedari tadi Rey mengompres kening Olivya dengan telaten dan enggan beranjak meninggalkan istrinya
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Geo yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya menandakan dia baru saja pulang
"Daddy, mommy kenapa?" suara parau Geo terdengar di telinga Rey
Geo sudah diberi tau oleh sopir yang menjemputnya tadi bahwa Mommy nya sedang sakit, maka dari itu Daddy nya tidak bisa menjemputnya
"Maaf ya, daddy nggak bisa jemput kamu" Rey mengusap kepala putranya "Mommy lagi sakit" jelasnya
"Enggak papa" balasnya menatap daddy nya "Mommy sakit apa, dad?" tanyanya dengan suara parau beralih menatap Olivya yang terbaring dengan mata terpejam
"Mommy demam tinggi"
Dua orang laki-laki berbeda generasi itu menatap Olivya dengan raut penuh ke khawatiran, keduanya terdiam cukup lama mengamati Olivya yang tengah tertidur pulas karena efek dari obat yang diberi dokter beberapa jam yang lalu
"Kamu ganti baju dulu sana" ucap Rey memecah keheningan antara keduanya
"Nanti dulu, dad" tolaknya pelan
Geo pun beranjak menaiki ranjang dan duduk di samping Olivya, dia lalu mencium singkat pipi Mommy nya dan tangan mungilnya mengelus pelan tangan Olivya yang terasa sedikit panas
"Mommy" suara Geo memanggil Olivya terdengar begitu memilukan, pasalnya dia tidak pernah melihat Olivya dengan wajah pucatnya, mommy nya itu selalu menunjukkan wajahnya yang cantik di depan dia dengan senyuman manis yang khas
Ini adalah kali pertama Geo melihat Olivya dengan keadaan yang begitu menyakitkan untuk dirinya lihat
Rey hanya diam mengamati setiap gerakan putranya yang bergerak gelisah sambil menahan tangis
"Pasti mommy sakit gara-gara Geo kan?" monolognya "Geo ngga bisa dibilangin, makanya mommy cape terus sakit" lanjutnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Maaf mommy, Geo bandel" tanganya senantiasa menggenggam tangan sang ibu semakin erat
"Cepet sembuh mommy, nanti Geo bakal nurut dan ngga nakal lagi, janji!" ucapnya sambil menghalau air mata yang mulai keluar
Rey yang sedari tadi menyimak setiap ucapan anaknya itu tersenyum simpul, ada rasa bangga pada putranya karena sudah bisa mengerti sedikit demi sedikit
"Geo mau tidur di sebelah mommy, ya?" ucapnya seolah meminta izin pada sang ibu "Boleh kan, boleh pasti, kan Geo anaknya Mommy" monolognya menjawab pertanyaannya sendiri
Rey menggeleng pelan akan kelakuan putranya, dia terkikik geli mendengar pertanyaan sekaligus jawaban dari Geo sendiri
Geo perlahan mulai ikut terlelap di sebelah Olivya, dengan posisi memeluk tubuh Mommy nya
"Duh, lupa ngasih tau Geo" Rey memukul jidatnya pelan "Nanti aja deh pas dia udah bangun, pasti seneng banget" monolognya
Rey pun tak mau kalah, dia juga mengambil posisi berbaring di sebelah sang istri lalu ikut memejamkan matanya
Posisi Olivya berada di tengah dengan Geo di sebelah kiri dan Rey sebelah kanannya, mereka berdua sama-sama memeluk tubuh Olivya
Untung saja kasur di kamar Rey cukup besar sehingga bisa menampung tubuh ketiganya
***
Olivya menggeliat dari tidurnya, setelah membuka matanya dia melihat tangan mungil serta tangan besar melilit perutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATE
JugendliteraturReynaldi Andreas, dia sudah menikah sejak SMA dengan salah satu perempuan yang paling dia cintai, Reynaldi mencintai istrinya dengan amat sangat. Tidak membiarkan perempuan kesayangannya di sentuh seujung kuku pun oleh laki-laki lain Jika ada yang m...
