Hai aku balik lagi😅,sebelum di baca ada baiknya vote dulu dong biar adminnya semangat ngetiknya hehehe.
Happy Reading guys...
.
.
.
.
.
Pagi ini Prilly terlihat berjalan mondar mandir di depan halaman mansionnya yang sudah enam tahun ia tinggali bersama Ali, suaminya. Perut yang membesar tidak menjadi alasan Prilly untuk berjalan jalan agar proses persalinannya nanti normal dan berjalan dengan lancar. "Huh capek juga bawa bayi di perut tapi lucu hihihi" Kekehnya sendiri, sudah sejam yang lalu suaminya itu berangkat ke kantor dan meniggalkannya bersama dengan pelayan paruh baya yang berjumlah 10 orang yang ia pekerjakan. Prilly yang mulai kelelahan akhirnya memilih duduk di gazebo di samping mansion nya. Namun tiba tiba saja Prilly merasakan perutnya seperti keram, ia meringis sembari memegang perutnya yang buncit itu. "Aduh kok keram gini sih" Gumamnya sambil meringis. Ia memegangi perut buncit nya sambil berpengang pada kayu gazebo.
"Liii Aaliiii" Teriak Prilly nyaring, ia benar benar sudah tidak tahan dengan perutnya yang setiap 5 menit mengalami kontraksi. Tiba tiba saja ketuban Prilly merembes melewati dres yang ia gunakan saat ini. "Ya Allah air ketubanku pecah" gumamnya sambil meringis. "Aliii tolongg" Teriaknya lagi dengan sisa tenanga yang ia miliki.
Sedangkan di dalam Ali yang tengah mengambil jus Alpukat untuknya dan Prilly tiba tiba tersentak kaget mendengar teriakan sang istri. Buru buru Ali berlari menuju gazebo dekat kolam renang dimana istrinya berasa tanpa mengambil jus Alpukat yang ia buat itu. "Prilly kenapa ya Allah" ujar Ali sambil berlari. Setiba di gazebo, Ali sungguh kaget melihat Prilly dengan dres basah akibat air ketubannya pecah. "Ya Allah sayang kamu kenapa?" tanya Ali begitu panik. Prilly tidak menjawab sekarang ia benar benar butuh pertolongan. "Sebentar ya, kita ke Rumah Sakit sekarang. Ali menggendong istrinya menuju mobil untuk segera di larikan ke rumah sakit.
" Bibi urus semua baju dan keperluan Prilly" Ujar Ali setengah berteriakkepada asisten rumah tangganya.
Dengan telaten dan juga perasaan campur aduk, Ali membantu Prilly dengan cara membopong istrinya masuk ke dalam mobil. "Ali sakit sssttt" ringis Prilly sembari memegangi perutnya. "Sabar ya sayang, kita ke rumah sakit sekarang" Ujar Ali lembut. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Ali sudah menelpon para orang tua mereka perihal Prilly yang sudah mulai kontraksi dengan air ketubannya sudah pecah. Tak henti hentinya Ali berdoa dalam diamnya sembari memegangi tangan istrinya untuk memberikan istrinya itu kekuatan menghadapi proses persalinan nya nanti. "Ssstt sakit Li" lagi lagi Prilly meringis, entah sudah yang keberapa kalinya.
"Tahan ya, sebentar lagi kita sampai sayang" Ali menemukan istrinya itu. Beberapa menit kemudian, mobil Ali sudah terparkir di parkiran rumah sakit Kasih Bunda khusus ibu dan Anak. Dengan cepat Ali keluar dari mobil dan berteriak memanggil suster yang bertugas.
"Suster tolongi istri saya" ujar Ali penuh ke khawatiran. Kedua suster tersebut langsung membantu Prilly untuk turun dari mobil dan membantunya untuk naik kursi roda. "Ibu tenang ya, terik nafas pelan pelan dan hembuskan pelan pelan. " Huuuhhh huuhh"
Setiba di ruangan bersalin, Prilly langsung di baringkan pada bangsal khusus untuk persalinan. Dokter yang menanganinya mengecek pembukaannya yang ternyata sudah pembukaan akhir. "Ibu bisa yuk, tarik nafas, hembuskan perlahan lahan" Ucap dokter dengan papan nama Dr. Erika Salina. Sp.OG. "hhuuuhhh eeekhhhh" Prilly mulai mengeden dengan intruksi oleh dokter Erika.
"Yaa bagus bu, yuk ngeden nya jangan teriak yaa dan jangan tutup mata ya bu"
"Eeeekkhhhh huhuhuh eeeekhhhh" Dengan tenanga yang masih Prilly punya, ia mengeden semampunya itu.
***
Sedangkan di luar kedua orang tua mereka sudah berkumpul dengan Ali yang sibuk mondar mandir karena begitu tegang untuk yang pertama kalinya menghadapi situasi menegangkan seperti sekarang ini.
'Ya Allah selamatkan istri dan anak hamba' Batin Ali memanjatkan doa.
"Lo tenang disini dong Li, udah kayak apa gitu mondar mandiri" tegur Martin yang sudah bosan melihat Ali terus mondar mandir seperti itu. "Gue panik tin serius deh" ujar Ali dengan wajah paniknya memang.
"Gimana gimana cucuk kita udah lahir belum? " tanya Ayah Danu selaku Ayah angkat Prilly.
"Cewek apa cowok cucuku? " ujar Syarief pula.
Kedua bapak bapak ini baru saja tiba di rumah sakit di karenakan mereka berdua sibuk mengurus bisnis di kantor masing masing.
"Astaga kalian berdua ini datang datang kayak orang kesetanan" Desis Mama Resi berdesak kesal. "Tau tuh ma" timpal Chella yang juga heran melihat papa dan calon papa mertuanya itu. "Abis kami udah gak sabar pengen gendong cucu" ujar Syarief membela diri. "Nah bener tuh kata Syarief" Ayah Danu menimpali omongan Papa Syarief. Begitulah keluarga ini tiada hari tanpa kehebohan dari keempat orang tua itu. Kadang akur seakur akurnya, kadang juga bertengkar dengan hal sepele.
"Ooooeeeeekkkk oeeeeekkkk"
Sangat nyaring terdengar suara bayi berasal dari ruangan persalinan Prilly. Bayi mungil berjenis kelami laki laki itu begitu tampan dengan wajah mirip ayahnya, Ali. "Alhamdulillah bayinya laki laki bu" ucap dokter Erika sembari tersenyum menaruh bayi mungil itu di dada Prilly. "Aaaa anakku khiks khiks" Prilly begitu terharu setelah berhasil melahirkan bayi jenis kelamin laki laki itu, sakin terharunya ia sampai meneteskan air matanya.
Dokter Erika segera keluar dari ruangan persalinan menghampiri keluarga Prilly yang sadari tadi sudah terlihat cemas, degdeg kan dan khawatir perihal kondisi Prilly dan juga bayinya. "Keluarga ibu Prilly? " tanya dokter Erika begitu ramah.
"Saya dok" Se kompak itu keluarga Prilly menyahut ketika di panggil oleh dokter Erika. "Gimana istri saya dok?" tanya Ali yang sudah sadari tadi merasakan ketegangan. "Alhamdulillah persalinan ibu Prilly sudah selesai, bayinya laki laki. Selamat ya Pak" Jelas dokter Erika sambil mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Ali.
"Alhamdulillah, Terima kasih banyak dokter" ujar Ali sangat bersyukur.
"Sama sama Pak, kalau begitu saya permisi dulu ya pak, nanti para perawat akan memindahkan istri bapak ke kamar rawatnya" Ujar Dokter Erika di jawab dengan anggukan dan senyum oleh Ali.
Ayah Danu, Papa Syarief, Mama Resi, Bunda Reva, Martin, dan juga Chella ikut masuk kedalam ruangan persalinan mengikuti Ali yang sudah terlebih dahulu masuk.
***
"Waahhh cucuku ganteng banget, mukanya mirip kamu loh lih, plek ketiplek kamu banget waktu bayi" ujar Mama Resi antusias setelah Prilly si pindahkan ke kamar rawatnya dan tentu saja kamar VIP. "Masya Allah hidungnya cakep banget cucu Oma" lanjut Bunda Reva yang sedang duduk di samping Mama Resi. "Kamu cuma kebagian pipi chubby nya loh Prilly" Kata Papa Syarief terkekeh. "Iya nih Pa, gak adil, Prilly yang mengandung, keluarnya mirip Ali" Ucap Prilly terkekeh juga.
"Terima kasih sayang, terimakasih atas perjuangan kamu melahirkan bayi kita. Semoga kelak ia tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, soleh, dan membanggakan keluarganya" Ali langsung mencium kening istrinya penuh cinta.
"Congratulations kakak iparku, setelah penantian panjang akhirnya Allah menghadiahkan bayi lucu ini untuk kak Prilly dan juga bang Ali" Ucap Chella sambil di rangkul oleh Martin.
"Si mungil ini akhirnya jadi ibu juga, semoga amanah ya dek, abang bangga sama kamu" ucap Martin mengelus pucuk kepala Prilly.
"Makasih banget untuk kalian semua udah ngejagain aku selama hamil sampai akhirnya melahirkan bayi yang udah lama aku tunggu makasih semuanya" Ucap Prilly tersenyum penuh kebahagiaan.
"Sama sama Prilly hehehe" Ujar mereka semua dengan kekehan dan perasaan bahagia.
TAMAT
.
.
.
.
Waahh udah tamat juga ini cerita, dari sekian lama ngengantung terus. Buat redearku thankyou banget udah ngikutin ceritaku ini, walaupun harus nunggu lama, pokoknya makasih bangettt. Tunggu cerita Ali Prilly yang lain ya dari saya, pokoknya sinopsisnya bakal aku share di sini, stay tune yaa🫶🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Married an Employee
RomantiekDia Dereen Malichal, pengusaha sukses nan mudah berumur 25 tahun. Wajah yang tampan, sudah ia miliki sejak Ali dilahirkan kedunia ini.Alis tebal, bulu mata lentik, rahang kokoh, wajah mulus, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink mudah, sunggu...
