Chapter-23

7.5K 569 33
                                        

Seperti biasa sebelum dibaca jangan lupa klik★Follow aku jg guys🤗Btw Typo banyak loh😅

Happy Reading guys...

Acara pernikahan Ali dan Prilly untuk hari itu telah selesai, para kerabat, tamu undangan telah meninggalkan gedung pernikahan yang super mewah itu. Keluarga kedua mempelai tengah berkumpul di rumah megah bak istana milik Ali. Mereka tengah beristirahat untuk kembali melanjutkan resepsi yang akan di adakan di pulau pribadi milik Ali.

"Sumpah bukan gue yang nikah gue yang capek" Gerutu Martin sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruangan tamu milik Ali. Chella yang berada di samping kekasihnya itu langsung melempari Martin sebuah bantal sofa. "Dasar gak sopan" Cecar Chella menatap Martin devil, Martin yang ditatap pun dengan sigap berubah posisi yang tadi rebahan langsung duduk sembari menyengir kuda.

"Ali mana Prill?" Tanya Resi seraya membawa minuman dan cemilan dari dapur. Maklum mertuanya itu sangat gemar untuk memasak, untuk hari ini terkhusus cemilan dan minum ia buat sendiri tanpa bantuan dari asisten rumah tangga Ali.

"Ali mandi Mah" Jawab Prilly tersenyum,Resi pun mengangguk dan ikut tersenyum. Prilly yang sedari tadi lebih dulu mandi memilih meninggalkan suaminya di kamar dan berkumpul dengan keluarga di ruangan tamu.

"Loh Papa Papa pada kemana?" Reva yang baru saja datang dari kamar tamu terlihat heran hanya mendapati, Martin,Chella, Prilly dan juga Resi di ruangan tamu. Kedua pria paruh baya itu entah dimana keberadaannya.

"Mereka main biliar Mah,di atas. Rumah Ali mah kek Mall lengkap" Jawab Martin terkekeh, ia menyandarkan kepalanya di pudak Chella tanpa rasa canggung, toh keluarga sudah pada kenal.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Reva melihat Prilly yang tengah memijat tengkuknya. "Ah gak mah, cuma rada pegal" Papar Prilly lembut. Reva beralih mendekati putri angkatnya itu, dengan telaten dan lembut membantu Prilly memijit tengkuknya yang terasa pegal. "Udah enakan nak?" Tanya Reva lagi dengan tangan yang masih memijat tengkuk Prilly.

"Udah Mah. Makasih Mamaku" Tukas Prilly seraya mencium pipi Mama angkatnya itu dengan rasa bahagia. Setidaknya dia masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari Reva dan juga Resi, walaupun kasih sayang seorang ibu kandung tidak akan pernah hilang. Dan Prilly rindu Mamanya yang telah tenang di surga sang Pencipta.

"Makan dulu, nih Mama udah nyiapin cemilan dan minuman" Pungkas Resi seraya memberikan Prilly susu hangat yang ia khususkan untuk menantu kesayangannya itu. "Makasih Mama" Prilly mengambil susu itu dengan mata berbinar.

"Iya sayang"

Ali baru saja muncul dengan celan pendek serta baju kaos hitam polos,rambutnya basah dan acak acakan,sungguh menurut Prilly suaminya saat ini terlihat begitu tampan dan sexy. "Pada ngumpul disini toh" Ali langsung mengambil tempat duduk di sebelah istrinya,dengan posesisif memeluk pinggang Prilly seraya mencium ubun ubun istrinya.

"Pengantin baru mah bebas" Chella mengejek, baru kali ini ia melihat secara live kakaknya sepossesif itu dengan wanita setelah delapan tahun,meskipun wanita itu masih tetap sama.Prilly. Ali dan Prilly melirik Chella sambil menyengir,toh mereka juga sudah sah.

"Yang Sah udah bebas" Nah ini Martin dia juga mengoceh sambil memakan kue nastar yang Resi sajikan di meja.

"Makanya kamu cepet halalin anak tante" Skamat,Resi mulai mengode Martin utuk segara menikahi Chella. Chella yang tengah minum itu tiba tiba tersedak mendengar ucapan dari Mamanya.

"Uhuk...uhuk... Mama ihh aku belum lulus kuliah loh" Ujarnya manja. Sedangkan Martin tengah menyengir sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal itu.

"Nah dengerin tuh. Halalin, umur udah tua juga" Sambung Ali tertawa geli melihat Martin di pojokkan seperti sekarang ini.
"Jangan ngengantungin cewek bang" Lanjut Prilly pula ikut tertawa seperti suaminya.

Married an Employee Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang