Seperti biasa dong sebelum dibaca klik★ dulu biar jadi semangat buat saya🤗. Yang masih kecil kecil dibawah umur mohon bijak dalam membaca,author gak tanggung loh. Jangan lupa follow authornya, btw Typo banyak loh.
Happy Reading guys...
"Sumpah capek banget aku Li" Ucap Prilly sembari merebahkan tubuhnya di kasur king size milik Ali yang sekarang sudah menjadi rumahnya juga. "Mandi dulu sayang. Baru istirahat" Pungkas Ali seraya membuka pakaiaannya mengganti dengan handuk. Prilly melirik Ali menggunakan ekor matanya, ia memuja betapa indah tubuh Ali, perut sixpacknya membuat Prilly hampir meneteskan air liurnya.
"Kenapa liatin aku gitu?" Tanya Ali dengan polos. Prilly menggeleng cepat ia memalingkan kepalanya lantas pura pura memejamkan matanya. Ali tampak tak mau pusing, ia memilih segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri usai acara resepsinya.
"Ya Allah kuatkan iman hamba. Ya kali gue yang nerkam Ali duluan, mau di taro dimana muka gue" Cecar Prilly pada dirinya sendiri. Wajahnya kembali memerah, ia tidak dapat membayangkan gimana jadinya jika ia duluan meminta itu kepada Ali.
Prilly mulai memikirkan acara apa yang bisa menarik perhatian Ali untuk malam ini, toh malam pertama mereka ketunda kemarin gara gara harus resepsi. Untuk kali ini jangan harap Prilly mau melewatkannya. Ia mengambil lingerie yang bisa dibilang sangat kekurangan bahan. Belahan dada lingerie tersebut sangat rendah, bahkan sangat transparan jika di gunakan. "Ahah gue pake ini aja. Kagak usah pake daleman" Ucap Prilly semringah.
Ali baru saja keluar dari kamar mandi, memeperlihatkan otot otot kekar dan ya perut sixpacknya yang menggoda. Prilly jamin siapapun yang melihat tubuh suaminya itu akan tergiur dan tergoda, tapi Prilly takkan pernah membiarkan siapapun untuk melihat keindahan itu. Ali miliknya, dan selamanya akan tetap begitu. Berulang kali Prilly berusaha menelan salivanya yang terasa sangat berat ia telan, pandangannya masih tertuju pada Ali yang tengah memakai pakaian sebuah kaos oblon berwarna hitam polos.
"Mandi, sayang" Ucap Ali tanpa melirik istrinya itu.
Prilly baru tersadar dari lamunannya,ia terlihat linglung atas apa yang sadari ia pikirkan. Prilly lantas langsung mengambil lingerie berwarna hitam itu,sengaja ia sembunyikan didalam handuk agar Ali tak melihatnya.
"Iya sayang, ini baru mau mandi" Ujar Prilly berusaha setenang mungkin. Ia kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi dengan jantung berdetak kencang.
Didalam kamar mandi, Prilly mulai membasahi tubuhnya dengan air yang turun dari shower, mengusap seluruh tubuhnya menggunakan sabun cair dengan aroma lavender kesukaannya. Setelah merasa tubuhnya sudah bersih dan segar, Prilly lantas memakai handuk putih yang ia bawa tadi. Lantas menuju cermin yang tersedia di dalam kamar mandi, ia mulai menyikat giginya,kemudian di lanjut untuk mencuci wajahnya. Prilly menatap pantulan wajahnya di cermin, tanganya bergetar untuk menggunakan lengerie kukarangan bahan itu.
"Harus gak ya gue pake" Pikir Prilly masih menatap lingerie itu dengan tatapan sulit diartikan. Jika tidak ia pakai Alinya akan terus cuek dan mengacuhkannya tanpa ada niat untuk menyentuh dirinya. "Gue gak burik burik amat kok. Tapi Ali gak kegoda ya" Gumamnya lagi. Prilly memperhatikan tubuhnya di cermin besar itu,dan tubuhnya dan bagian intim miliknya cukup.
"Punya gue gak kecil kok" Ujarnya sambil terkekeh geli. Tak butuh banyak waktu, Prilly langsung menggunakan lingerie hitam yang begitu tipis dengan bagian dada yang cukup rendah. "Bodoh amat, yang penting gue sexy" Desisnya. Prilly langsung keluar dari dalam kamar mandi, mendapati suaminya tengah memegangi ipad, mungkin soal pekerjaan, pikir Prilly.
Gadis mungil itu, tak langsung beralih ke tempat tidur, ia menuju meja riasnya dengan lingerie transparan miliknya. Prilly langsung mengolesi tubuhnya dengan lotion, mengusap lengannya secara perlahan lahan. Lantas beralih kearah kakinya, menampakkan kaki mulus hingga bagiaan paha. Ali mulai terusik dengan kehadiran Prilly dihadapannya, jantungnya berdebar kecang ketika ia lihat istrinya memakai lingerie yang begitu sexy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married an Employee
RomanceDia Dereen Malichal, pengusaha sukses nan mudah berumur 25 tahun. Wajah yang tampan, sudah ia miliki sejak Ali dilahirkan kedunia ini.Alis tebal, bulu mata lentik, rahang kokoh, wajah mulus, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink mudah, sunggu...
