Hai hai maaf yaa nuggu lama, soalnya nunggu commentnya sesuai target. Seperti biasa sebelum di baca ada baiknya vote dulu readera yang berbaik hati🤗
Happy Reading guys...
7 Bulan kemudian
Usia kehamilan Prilly sekarang sudah memasuki bulan kesembilan, yang tak lain tinggal menghitung hari untuk menunggu datangnya persalinannya nanti. Semenjak istrinya hamil, Ali benar benar menjadi suami siagap, ia tidak mau hal mengerikan terjadi ketika keguguran beberapa tahun yang lalu, hingga kembali hamil dengan proses yang sangat begitu panjang. Namun dalan proses itu, Ali sama sekali tidak pernah memberatkan dan membuat istrinya itu stres hanya karena belum mendapat keturunan setelah 5 tahun menikah, dan buah dari kesabaran mereka memberikan hasil dengan kehamilan Prilly.
"Gimana sayang,baju babynya udah ada?" Tanya Ali menghampiri istrinya yang tengah beberes untuk proses persalinannya yang tinggal beberapa minggu lagi. "Udah si sayang, tapi korset aku belum,ntar perutnya bergelambir hehehe" Ujar Prilly seraya terkekeh. Suaminya langsung mengelus pucuk kepala Prilly sembari mencimnya lembut. "Gak usah khawatir, Mama udah siapin kok, dan Bunda juga nelpon tadi vitamin buat menyusui udah lengkap" Prilly tersenyum tulus, ia begitu bersyur dibalik perjuangan hidupnya yang keras dulu, Allah menghadiahkan untuknya keluarga yang begitu sayang dan peduli padanya.
"Waahh kedua calon nenek itu emang gercep banget ahahaha" Tawa renyah terdengar dari Prilly, sembari Ali memeluk istrinya dan mengelus perut Prilly yang sudah besar itu. "Hai baby boy, Ayah udah gak sabar ketemu kamu,sehat selalu yaaa" Ali berbicara di hadapan perut Prilly,seolah olah ia tengah berbincang bincang dengan anaknya. "Sekarang kamu pengen apa sayang?" Tanya Ali kepada Prilly, wajar sih karena selama hamil Prilly sangat sering makan dan itupun harus Ali sendiri yang mencarinya. "Hem pengen soto betawi deh sayang, yang di pinggir jalan itu, kan kemarin kita pas pulang beli ayam goreng,aku lihat penjual soto betawi, dan aku kepikiran mau makan itu sekarang hehehe" Celoteh Prilly bergelayut manja di lengan suaminya itu. "Ohh itu, yang bapak bapak penjualannya kan? Ya udah yuk kesana, mumpung aku juga lapar" Ajak Ali sambil menggandeng tangan Prilly.
Dengan antusias Prilly langsung menggandeng tangan suaminya, Ali lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya itu. "Hati hati masuknya sayang" Ucap Ali begitu lembut seraya mengelus singkat perut buncit yang bersi janin itu. Dalam perjelanan entah mengapa Prilly sangat antusias melihat lihat jajanan di pinggir jalan. "Ntar kalo pulang kita beli telur gulung ya sayang" pungkas Prilly menyengir ke arah suaminya itu.
"Iya sayang" Jawab Ali sembari mengelus lembut pucuk kepala Prilly.
" Trus beli,pentol goreng, cimol, cilok, otak otak sama..."
"Banyak banget sayang, yakin bisa habisin?" Potong Ali pada pembicaraannya dengan Prilly. "Waahh kamu raguin aku honey? Aku tuh kuat makan" Ucap Prilly tersenyum miring sambil mengelus perutnya. "Enggak bukan gitu, kita beli satu satu aja ya, kamu kalau habis makankan kadang muntah,aku takut perasaan kamu jadi gak enak" Ujar Ali lembut dengan pandangan kedepan dan sesekali menengok istrinya itu.
"Hehehe iya deh sayang, telur gulung aja, itu pengen aku makan nanti setelah soto betawi" Prilly akhirnya nurut dengan ucapan suaminya itu.
Tiga puluh lima menit berlalu, mereka berdua telah tiba di tempat soto betawi. Ali memarkirkan mobilnya lalu turun membukakan pintu untuk Prilly. "Yuk sayang" ajak Ali tersenyum.
Ali dan Prilly saling bergandengan tangan memasuki tempat soto betawi itu, Prilly duduk duluan dan Ali yang memesan.
"Pak soto betawinya dua gak pedes ya"
"Baik den" Ujar Bapak penjual soto Betawi tersebut.
Tak berlangsung lama, soto betawi yang Ali pesan akhirnya datang juga.
"Yeeeeyyy akhirnya kesampain juga" Prilly yang sangat bergembira mengamibi semakok soto betawi itu dan memakannya dengan lahap. "Hati hati sayang makannya, nanti keselek" Ucap Ali memperhatikan istrinya itu. "Enak banget honey" Ujar Prilly sambil melahap habis saat ia memakan soto betawi tersebut, Ali yang melihat istrinya begitu lahap menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Setelah beberapa menit Ali dan Prillt telah menghabiskan semangkok soto betawi itu. " Udah kenyang?" Tanya Ali mencubit lembut hidung Prilly. "Heem sayang, enak banget dedek bayi katanya juga suka" Prilly mengelus perutnya yang sudah sangat besar itu. "Dedek bayi atau kamu yang doyan" Goda Ali tersenyum tipis. "Hehehehe dua duanya keknya sayang" Balas Prilly mengelus perutnya lagim
Setelah Ali membayar soto betawi itu, mereka bergegas untuk pulang. "Akhir akhir ini punggungku sakit loh sayang, udah gitu bayi kita aktif banget nendangnya" Prilly mengaduh dengan memperlihatkan wajah puppy eyesnya. "Itu wajar sayang kan tinggal menghitung hari dedek bayi lahir" balas Ali lembut seraya mengelus pucuk kepala istrinya itu. "Gak sabar banget mau ketemu dedek bayi" Ujar Prilly begitu antusias. Di tengah tengah perjalanan mereka mengobrol tentang bayinya nanti, mencari cari nama yang cocok untuk calon anak mereka. "Sayang sebelum kita pulang belanja dulu yuk buat dedek bayi, aku sampai lupa beli perlengkapan bayi" Ucap Prilly sambil memegang bahu suaminya itu. "Boleh sayang, yang toko perlengkapan bayi deket rumahkan?" Tanya Ali dijawan dengan aggukan Prilly sambit tersenyum.
Tak lama kemudian mereka akhirnya telah tiba di toko perlengkapan bayi tersebut, mata Prilly sangat berbinar ketika begitu banyak perlegkapan untuk bayi. Mulai dari pakaian,pampers,troly,ayunan bayi, skincare bayi, perlengkapan tidur bayi dan lain sebagainya.
"Kita cari baju baju bayi dulu ya sayang" Ajak Prilly menarik tangan Ali agar mengikutinya.
Setiba di tempat baju-baju bayi, Prilly begitu antusias mengambil beberapa perlengkapan bayinya mulai dari baju sampai celana dan juga popok bayi, kemudian Ali juga begitu antusias mengambil beberapa setelan pakaian bayi cowok dikarenakan menurut dokter sehabis usg kemarin bayi mereka cowok. " ini lucu banget sayang" Ucap Prilly melihat baju stelan yang Ali pilihkan. " Iya dong sayang, Ayahnya gitu" Ujar Ali menyombongkan diri.
Seteleh membeli baju serta pampers, mereka kemudian beralih ke per skincare untuk bayi. Prilly mulai mengambil beberapa perlengkapan bayi, seperti sabun, sampo, kemudian di lanjut mengampil bedak,minyak telon, dan beberpa skin care untuk bayi.
"Sayang udah ambil handuk bayi belum?" Tanya Ali sambil melihat lihat beberapa handuk bayi yang lucu lucu.
"Belum honey, kamu aja pilihin, aku mau ambil bedongan dulu" Prilly pun tengah antusian mengambil kain bedong untuk bayinya nanti.
"Troly dan ayunan bayi aku ambil ya sayang" Ujar Ali sambil melihat lihat troly dan ayunan bayi. "Okee sayang" Ucap Prilly sambil memegangi perutnya yang sudah sangat besar itu.
Prilly menghampiri Ali dengan membawa belanjaan untuk bayi mereka yang super banyak, begitupun juga Ali. Mereka berdua kemudian membayarnya pada kasir toko.
"Totalnya dua puluh juta pas Pak" Ucap kasir tersebut. Ali langsung mengeluarkan kartu Atmnya untuk membayar belanjaannya bersama Prilly.
"Oh ya mbak saya mau di anterin aja barangnya, ke alamat ini ya" Ali juga memberika alamat rumahnya untuk pengataran belanjaan mereka. "Baik Pak" Pukas kasir tersenyum Ramah.
"Yuk pulang kamu, pasti udah pegel kan?" Tanya Ali menggandeng istrinya itu. "Heem honey, badanku pegel pegel, nanti pijitin ya" Ucap Prilly manja dan di balas anggukan serta senyum tulus oleh suaminya itu.
Bersambung.
1 chapter lagi tamat ya teman teman. Maaf banget selalu buat nunggu lama🙏jangan lupa vote dan comment bawel kalian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married an Employee
Roman d'amourDia Dereen Malichal, pengusaha sukses nan mudah berumur 25 tahun. Wajah yang tampan, sudah ia miliki sejak Ali dilahirkan kedunia ini.Alis tebal, bulu mata lentik, rahang kokoh, wajah mulus, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink mudah, sunggu...
