Wah gak nyangka udah chapter 20 aja nih cerita😅aku mau berterima kasih buat para reanders maupun drak reander, tanpa kalian cerita ini bukan apa apa😘 Seperti biasa sebelum dibaca klik★ dulu. Bantu 1K followers ya🤗
Happy Reading guys...
Hujan rintik rintik seolah olah mengiringi pemakaman Anya, semua orang berbaju serba hitam. Ali maupun Prilly lengkap dengan baju hitam mereka serta kecamata yang tertata rapi di hidung mancungnya. Martin dan Chella jg ada, Nyonya Resi maupun Tuan Syarief juga turut hadir. Mereka menghadiri pemakaman terakhir sekaligus peristirahatan terakhir seorang Granya Anindita pahlawan Ali dan Prilly, yang menyelamatkan mereka berdua dari tuduhan yang tidak pernah Ali lakukan. Tubuh Prilly masih bergetar hebat akan tangisannya yang tak kunjung berhenti, potongan potongan memori indahnya bersama Anya seolah olah berputar kembali membuat dadanya semakin sesak.
"Li, Anya beneran pergi?" Sudah kesekiaan kalinya Prilly bertanya dengan pertanyaan yang sama, seolah olah ia tidak mengkhilaskan kepergiaan sahabatnya itu. "Kamu yang kuat sayang" Pintah Ali sembari memeluk erat pinggang Prilly. Prilly tidak sanggup jika hari harinya di kantor akan lebih sunyi,hari harinya sepi tanpa ada chat atau telpon di rumahnya di kalah Prilly dan Anya tengah gabut gabutnya.
"Orang baik selalu diambil paling cepat ya Bee" Pungkas Chella menatap gundukan tanah Anya yang tengah di taburi bunga bunga. Martin terseyum dan mengangguk, Anya tidak hanya baik, tapi Anya sudah seperti malaikat penolong, ia rela kehilangan nyawanya demi sahabatnya sendiri, entahlah dimana lagi ada sosok sahabat rela bertaruh nyawa seperti Anya.
"Dia hebat ya Mah, rela berkorban walaupun ujung ujung dia yang pergi" Tutur Tuan Syarief terfokus kepada orang orang yang menaburi bunga di kuburan milik Anya. "Dia bidadari surga Pah" Balas Nyonya Resi seraya tersenyum haru.
Anya pergi dengan sejuta kebaikannya, ia mengembalikan hal yang hancur berantakan menjadi utuh bahkan jauh lebih utuh. Anya telah kembali kepada sang pencipta, ia telah bertemu kedua orang tuanya di Surga, dia telah menjadi bidadari surga disana dan Anya sudah tidak menderita lagi hidup sendiri di dunia ini.
***
Siang itu setelah pemakaman Anya Prilly memilih ke rumah Ali, sejenak menenangkan pikiran dan hatinya. Ia masih shock akan kepergian Anya yang mendadak itu,bahkan ponsel, tas serta pakaiaan Anya ia bawa sambil ia peluk dengan deraian air mata. "Nya, seharusnya lo masih ada disini, kita bahagia sama sama. Lo kan pernah bilang mau ngelihat gue nikah, trus dampingi gue kan" Prilly menghapus air matanya ia tersenyum pilu menatap layar ponsel Anya dengan wallpaper fotonya dan Anya.
Prilly membuka setiap album foto itu, foto Anya tertera rapi disana, senyum Anya, tawa Anya,wajah songongnya yang kadang membuat Prilly ingin menaboknya. "Gue rindu Nya, ngebahas oppa oppa Korea bareng lo" Prilly tertawa hambar, menerawang jauh ketika ia bersama Anya bercerita soal Oppa Korea yang mereka sukai itu. "Sekarang gue sunyi dong Nya, gak ada yang bakal gue ajak bertengkar cuma gara gara drakor" lagi lagi Prilly tertawa hambar, rasa sesak di dadanya semakin sakit ketika semua kenangannya dengan Anya terputar bagaikan kaset rusak.
Ali datang sambil membawa air putih di tangannya, ia jauh lebih sakit melihat kekasihnya itu menderita seperti ini.
Ali ikut duduk di sofa dekat dengan Prilly, menyimpan air putih itu di meja, lantas menyandarkan kepala Prilly di dada bidangnya. "Ali apa Anya udah bahagia?" Tanya Prilly masih sedikit sesegukan akibat dari tangisannya. "Udah sayang, Anya udah bahagia dia udah jadi bidadari surga" Pungkas Ali menenangkan Prilly.
Prilly mendongakkan kepalanya, ia tersenyum haru atas setiap kata kata yang Ali ucapkan,setidaknya sekarang ia masih punya Ali, Martin, Iffah dan juga Chella. "Aku haus sayang,ambilin minumnya" Nada suara manja Prilly sudah kembali, Ali bersyukur setidaknya dengan keberadaannya ini, rasa sakit Prilly berkurang. Dengan telaten, Ali memberikan Prilly air putih yang tadi ia bawa, gadis itu langsung menghabiskan air putih tersebut dengan satu kali tegukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married an Employee
RomansaDia Dereen Malichal, pengusaha sukses nan mudah berumur 25 tahun. Wajah yang tampan, sudah ia miliki sejak Ali dilahirkan kedunia ini.Alis tebal, bulu mata lentik, rahang kokoh, wajah mulus, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink mudah, sunggu...
