10. Undangan🖤

13.9K 1.2K 30
                                        

Brigitta berjalan terburu-buru sambil menatap sekitarnya. Setelah memastikan jika dirinya sudah ada di luar Aula utama, Brigitta tidak bisa menahan tawanya lagi.

"Hahaha, puas banget. "

Livin menatap Nona-nya aneh. "Kenapa anda melakukan itu Nona? Bukankah anda menyukai Pangeran Mahkota? "

Brigitta memandang Livin. "Kau tau Livin, sebenaranya aku tidak ingin melakukan ini tetapi aku teringat masa lalu dimana diriku di rendahkan hanya karena Cinta tulusku. Bukankah terlalu tenang untuk mereka yang telah menyakiti ku jika aku hanya berdiam diri? Setidaknya aku ingin balas dendam untuk Brigitta yang dulu. "

"Nona yang dulu? " Tanya Livin bingung.

"Ya. Karena Brigitta di masa lalu terlalu menerima banyak luka dan aku ingin menunjukkan jika aku juga bisa memberikan sebuah luka yang lebih menyakitkan. " Jawab Brigitta tegas.

Livin menatap Brigitta sedih. Livin jadi mengingat bagaimana sosok Brigitta yang dulu, suka berteriak marah, bertindak gegabah, semena-mena dan menyakiti diri sendiri dan selalu mendapatkan hinaan disaat Nona-nya hanya butuh kasih sayang.

"Saya akan mendukung Nona. " Ucap Livin dengan semangat.

Brigitta tertawa. "Terima kasih., "

"Apa yang Lady rencanakan kali ini? "

Tubuh Brigitta tersentak kaget saat mendengar suara familiar menyalakan Alarm tanda bahaya dalam otaknya. Suara Second Male Lead!

Brigitta mencoba untuk tetap bersikap tenang. Tangannya bergerak mengangkat kecil gaunnya. "Senang bertemu dengan anda Duke Leusarpe. " Sapa Brigitta.

Duke memasang senyuman menawan yang dapat membuat para wanita tersipu malu tetapi Brigitta tidak akan termakan oleh senyuman palsu itu karena ia tau sifat asli Duke. Senyuman itu hanya topeng untuk berkamuflase menarik perhatian para Bangsawan.

"Pertunjukkan yang menarik Lady Alberorn. "

"Terima kasih Duke. "

"Apa yang Duke lakukan di sini? " Tanya Brigitta basa-basi.

"Tidak ada. "

Ya terus lo ngapain kesini!

"Kalau begitu saya pamit undur diri Duke. Selamat Malam. " Pamit Brigitta.

Masih dengan senyumannya Duke mengangguk mempersilakan Brigitta pergi. Ketika Brigitta menghilang dari pandangannya, Duke menghilangkan raut ramahnya dan digantikan dengan tatapan tajam.

...

Setelah perayaan Ulang Tahun, Pagi ini Brigitta mendapatkan banyak undangan pesta teh dari para Lady Bangsawan. Brigitta tidak menyangka ia akan mendapatkan setumpuk surat.

Dilihat lagi sepertinya semua ini karena aksinya memutuskan pertunangan dengan Pangeran Mahkota tetapi lucunya kini mereka mendukung tindakan semena-mena Brigitta.

Yah tidak masalah karena dengan begini Brigitta bisa melanjutkan rencananya tanpa bersusah payah.

Dan akhirnya tersisa satu yang belum ia baca. Mata Brigitta bergerak membaca surat Lady Enith dari Keluarga Marquess Lendenn, yang berisikan ajakan untuk mengikuti Pesta Tehnya sekaligus Pujian atas aksi beraninya mempermalukan salah satu keluarga Kerajaan.

Baiklah sudah ditentukan, Brigitta akan mengikuti Pesta Teh dari Lady Enith karena ada hal penting yang perlu Brigitta temukan dikediaman Marquess Lendenn.

Besoknya Brigitta sudah selesai bersiap dengan gaun sederhananya berwarna abu-abu. Tidak lupa dengan riasan alami hanya menggunakan powder bubuk dan perona bibir.

Antagonist Pride! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang