12. Pesan Misterius 🖤

11.8K 1.1K 18
                                        

Pagi ini Istana Everont di hebohkan dengan kemunculan kertas-kertas misterius berisi data para bangsawan yang merancanakan Kudeta pada Pangeran Mahkota dan sebagian besar berasal dari faksi Pangeran Mahkota, Vlad.

Kertas itu menjelaskan secara rinci rencana Kudeta yang akan di lakukan oleh para Bangsawan dan lebih gilanya dalam kertas tersebut tertulis sangat jelas tanggal hingga lokasi perkumpulan untuk melaksanakan Kudeta.

Setelah membaca isi kertas tersebut, Raja Lennon langsung mengarahkan prajurit Istana untuk bergerak cepat menangkap para Bangsawan yang ikut terlibat. Ada sekitar 15 nama bangsawan yang tercantum dalam Dokumen tersebut, terdiri dari 2 Duke, 2 Marquess, 3 Viscount, 3 Count dan 5 Baron.

Duke//
Duke Arnov
Duke Aunorld

Marquess//
Marquess Helton
Marquess Lendenn

Viscount//
Viscount Geernie
Visvount Blaxsfur
Viscount Dextomir

Count//
Count Marian
Count Mazon
Count Seinarin

Baron//
Baron Neculai
Baron Ovidio
Baron Rabyand
Baron Saithis
Baron Corneliu

Secepat mungkin Raja Lennon mengambil aksi untuk menyelamatkan kedudukan putranya dalam tahta Kerajaan, dengan menjatuhi hukuman untuk para penghianat tapi sayangnya Raja Lendenn tidak bisa mengambil keputusan sendiri.

Istana memerlukan keputusan dari Pengadilan Hakim Agung, karena banyaknya Bangsawan yang telah berperan penting dalam keselamatan dan berdirinya Kerajaan. Tepat siang hari, akan dilaksanakan-nya acara Pengadilan untuk para Bangsawan penghianat termasuk Marquess Lendenn.

Berita tersebut tersebar sangat cepat dalam kurun waktu 4 jam. Mengetahui berita tersebut, semua Bangsawan datang berbondong-bondong termasuk Brigitta untuk menyaksikan acara pengadilan yang di laksanakan di Pengadilan Ibu kota Everont bernama, Law of Justice.

Sebenarnya di malam sebelum Duke Leusarpe tertidur, Brigitta memerintahkan Nois untuk meletakan Dokumen yang ia dapatkan dari kediaman Lendenn ke-Aula utama Istana dalam keadaan berserakan di lantai. Lalu paginya Brigitta perlu memastikan Duke Leusarpe pergi dari Kediaman Alberorn dengan aman tanpa di ketahui siapapun.

Brigitta harap hari ini ia tidak akan bertemu dengan para tokoh utama meskipun itu hal mustahil karena masalah kali ini melibatkan semua tokoh. Kali ini Brigitta memilih untuk tidak menghindar karena tujuan utamanya mendatangi pengadilan adalah menyaksikan perubahan wajah para tokoh utama.

Dalam kereta kuda, Livin memperhatikan Brigitta. "Nona untuk apa anda datang ke-acara pengadilan? " Tanya Livin.

Brigitta menoleh. "Aku hanya tidak percaya jika ada seorang Bangsawan yang ingin melakukan Kudeta pada Pangeran Mahkota. Salah satunya adalah Marquess Lendenn, kediaman yang kemarin kita datangi. " Bohong Brigitta.

"Saya juga tidak menyangka. Di lihat dari manapun Marquess Lendenn tidak seperti orang yang akan melakukan hal jahat seperti itu. "

Brigitta mengangguk. "Kasihan Lady Lendenn. Baru kemarin ia melaksanakan Pesta Teh dan hari ini ia harus siap menerima hinaan dari para Bangsawan lain. " Ucap Brigitta dengan nada prihatin yang di buat-buat.

"Lady Lendenn yang malang. " Lanjut Livin sedih.

Kereta kuda berhenti ketika mereka sudah sampai di tujuan. Mengetahui itu, Livin segera turun terlebih dahulu untuk membantu Brigitta turun.

Langsung saja Brigitta memasuki tempat tersebut bersama Livin. Di dalam Brigitta bisa mendengar kebisingan dari para Bangsawan yang membicarakan masalah hari ini. Siapapun bakal terkejut jika mendengar berita besar seperti itu. Tapi tidak dengan Brigitta karena dialah dalang dari kekacauan hari ini.

Antagonist Pride! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang