Setelah kejadian Itu, Neil semakin lengket pada Brigitta. Mereka bagai kucing dan tikus yang saling kejar-kejaran, bedanya Brigitta terus menghindar karena merasa aneh dengan sikap Neil yang tiba-tiba berubah.
Tidak ada waktu tanpa sikap ajaib Neil, pria itu bisa menemukan keberadaan Brigitta di mana saja. Seperti sekarang, Neil menemukan Brigitta di ruang kerja Duchess. Padahal pintunya sudah Ia kunci agar Neil tidak bisa masuk, sayangnya percuma karena Neil memiliki kunci ganda.
"Bisakah Kau berhenti mendekati Ku?" tanya Brigitta yang mulai jengkel dengan sikap Neil.
"Baik, asal Kau berhenti menghindari Ku."
"Tidak masalah, tapi sebaiknya kau juga berhenti bersikap aneh."
"Aneh bagaimana?"
"Perilaku mu sekarang itu sangat aneh, tiba-tiba Kau bersikap manja padaku. Apa kepala mu itu terbentur sesuatu?" tanya Brigitta dengan nada sarkas.
Neil mendengus, "Aku hanya menunjukkan kasih sayang kepada Istri Ku. Apa itu salah?"
"Tentu saja salah. Kau tidak perlu melakukan itu, membuatku merinding saja." ucap Brigitta, bangkit dari duduknya dan melangkah menuju sofa yang terdapat disana, biasa di gunakan untuk menyambut tamu.
Neil berdiri menghalangi jalan Brigitta, tangannya menangkup pipi Brigitta dan mencium seluruh wajah Brigitta karena gemas. Bukan gemas karena tingkahnya tapi gemas dengan perkataan Brigitta yang selalu menusuk.
Brigitta memberontak, "Aaaa, hentikan. Kau gila!?" menatap Neil nyalang.
"Kenapa? Aku hanya mencium Istriku." memasang raut puas saat melihat raut kesal di wajah Brigitta.
Kepalang kesal, Brigitta menapuk bibir Neil beberapa kali. "Sekali lagi kau melakukan itu, ku pastikan bibirmu akan robek!"
Neil hanya bisa meringis dan diam menerima ancaman Brigitta yang cukup sadis untuk di ucapkan oleh seorang Istri kepada sang Suami. Neil menggeleng saat mendapati Brigitta yang sedang mengusap wajahnya dengan sapu tangan, membersihkan jejak sentuhan bibirnya.
Menghela nafas, tak habis pikir dengan sikap Brigitta yang blak-blakan saat menolak perhatiannya. Padahal Ia sedang mendekatkan diri agar hubungan mereka lebih baik, Ia tidak bohong jika Ia akan bertanggung jawab tentang itu. Ia mencoba membuka diri tapi sepertinya Brigitta memang tidak peka.
"Bagaimana pencarian Livin?" tanya Brigitta serius.
Semenjak kejadian penculikan terjadi, Livin tidak ikut kembaki ke-kediaman Leusarpe. Bahkan sudah 2 hari terlewati, Livin tidak pernah di temukan seakan jejaknya hilang. Vind yang saat itu bersama Livin, juga tidak mengetahui keberadaanya. Dan pencarian terus berlanjut, bagaimanapun juga Livin adalah bawahannya yang setia.
Neil duduk di sofa sebrang, mulai bersikap serius. "Tidak perlu khawatir, Aku sudah mengerahkan seluruh Ksatria untuk mencari pelayan mu. Jika ada infomasi lebih lanjut, Aku akan langsung mengabari mu."
Brigitta mengangguk, "Baiklah. Informasi sekecil apapun itu, langsung sampaikan pada Ku."
Hening, tidak ada pembicaraan lain. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Brigitta sedang bertelepati dengan para Spirit King yang ikut membantu mencari Livin. Ia tidak bisa diam saja dan menunggu seperti orang bodoh, Ia perlu ikut mencari keberadaan Livin meskipun harus diam-diam karena bagaimanapun juga kekuasaannya tidak boleh di ketahui siapapun.
"Bagaimana, Apa kalian sudah menemukan keberadaan Livin?"
"Belum Master, jejaknya terlihat berantakan. Seakan ada yang sengaja mengacak keberadaannya, bahkan baunya tercium samar," balas Saile.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Pride!
FantasyBagaimana jika Lenuta, gadis cantik yang selalu menjunjung tinggi harga dirinya dan mencintai kebersihan harus memasuki tubuh Brigitta Angelika de Alberorn, seorang gadis bangsawan dari keluarga Duke yang terhormat. Masalahnya.. Brigitta adalah pem...
