29. Mimisan🖤

5.9K 462 7
                                        

Tangannya meremas kuat kertas yang berserakan di atas meja, mulutnya mengeluarkan suara dari gigi bergemelatuk.

Sampai saat ini belum di temukan siapa orang yang mengejarnya bagai orang gila, bahkan kelompok orang itu telah menemukan lokasi Guild barunya.

Brigitta berpikir jika orang tersebut memiliki Mana sihir yang lebih besar darinya karena Sihir pelindung yang Ia pasang hancur dengan begitu mudahnya.

"Master Sihir pelindung lapisan ke-7 telah hancur!" seruan Nois mengembalikan kesadaran milik Brigitta.

Terlalu tenggelam dalam pemikiran membuat Brigitta lengah. Orang itu sudah menghancurkan Sihir pelindung tingkat ke-7 nya dan tersisa 6 pelindung lagi.

"Untuk Astrapi dan Saile tetap tinggal di sana dan sisanya kembali! Lalu, Fotia pasang jebakan api di depan gerbang utama." Perintah Brigitta, karena saat ini Ia perlu mengurangi pengeluaran Mana dengan membatasi pergerakan para Spirit King. Belum lagi Sihir pelindung yang terus menguras Mananya setiap kali ada tabrakan Mana dari orang itu.

"Baik, Master." jawab Fotia (Api).

Brengs*k, jika begini terus Mana ku bisa tersedot habis. Batin Brigitta kesal.

Deg!

Brigitta bisa merasakan lonjakan Mana terus menerus, kalau begitu— dinding sihir pelindung tingkat ke-6 telah hancur! Dan Ia bisa merasakan jika Astrapi (petir) dan Saile (tanah) menggunakan kekuatan mereka untuk membangun sihir pelindung lagi.

" Master! Ada beberapa orang yang menggunakan Holy magic, sepertinya mereka tahu Anda lemah terhadap sihir cahaya tersebut." jelas Astrapi, karena dia dapat merasakan jejak aliran sihir cahaya.

Pantas saja, Brigitta merasakan ada sesuatu yang janggal dan ternyata itu berasal dari sihir cahaya.

Brigitta sebagai pengguna Dark magic tentu saja mengalami lonjakan Mana karena terjadinya tabrakan antara sihir hitam dan sihir cahaya, karena itulah jantungnya terasa seperti di tusuk puluhan jarum berukuran besar.

Belum lagi, Brigitta juga menggunakan Spirit King dengan jumblah banyak, Spirit yang menguras Mana paling banyak dari maka dari itu Brigitta mudah kelelahan. Itu sebabnya Ia hanya memanggil Nois dan Saile untuk tinggal di sisinya, di tambah dengan Fotia yang bekerja sebagai Sekertaris dadakan saja sudah membuatnya susah.

" Master, mereka terus menyerang dan dinding sihir pelindung ke-5 juga telah hancur!"

Sial!

Tiba-tiba kepala Brigitta terasa sakit bagaikan di hantam oleh batu besar yang membuat pandangannya berkunang dan mulai memburam, Ia juga merasakan cairan hangat keluar dari hidungnya dan menetes hingga mengotori kertas yang ada di atas meja. Cairan itu berwarna merah pekat, darah.

Ia mimisan.

Brigitta menggerakan tangannya mencari sapu tangan untuk menghentikan pendarahan dan bertepatan dengan saat itu Neil memasuki ruang kerja Brigitta.

Neil melangkah masuk dengan pandangan matanya tertuju pada beberapa kertas yang berada di tangannya. " Aku ingin Kau meneliti–" ucapan Neil terhenti ketika Ia tidak sengaja melihat bercak merah cukup banyak mengotori kertas yang ada di atas meja.

Neil mendongakkan kepalanya dan mendapati Brigitta yang sibuk menggeledah laci meja dengan salah satu tangannya menutupi daerah hidung hingga dagu, tapi Neil masih dapat melihat cairan merah tersebut menetes terus menerus.

Wajahnya tenangnya berubah tergantikan dengan raut panik, dengan gerakan cepat Neil menghampiri Brigitta dan membuka paksa tangan Istrinya itu karena Ia ingin tahu apa yang terjadi dengannya. Melihat jika cairan merah tersebut keluar dengan deras, Neil segera mengeluarkan sapu tangan dari dari balik jasnya.

Antagonist Pride! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang