Sepulangnya dari Kuil, Brigitta langsung mengurung dirinya di ruang kerja. Hari pertama hingga hari ketiga adalah siksaan bagi Brigitta. Ia mencoba menerjemahkan dan memahami isi buku yang Shellena berikan. Seorang diri!. Yang pertama Ia ketahui adalah buku itu menggunakan Bahasa kekaisaran Aethel kuno.
Bukan sekadar asing, tapi hidup. Huruf-hurufnya melingkar seperti ular kecil, dengan titik dan garis di setiap ujung yang bisa mengubah arti satu kata dari "menyelamatkan" menjadi "mengkhianati". Dan kini Ia tahu nama buku tersebut, Codex Anodos: Yuga Andala (Kitab jalan pulang: Lingkaran Zaman).
Brigitta baru mempelajari dasarnya. Kosa katanya tidak lebih dari empat ratus, sedangkan buku di hadapannya setebal dua jari dan padat tulisan. Ia mengubah ruang kerjanya menjadi kandang hewan, sangat berantakan. Kamus-kamus Kekaisaran Lama digelar di lantai, leksikon kuil yang berdebu ditumpuk di kursi.
Tiga batang lilin habis setiap malam. Matanya merah, tangannya kram karena terus menulis lalu mencoret lagi. Untuk menerjemahkan satu kalimat pendek "Darah yang tidak mengkhianati" ia butuh dua jam penuh, memastikan satu titik kecil tidak salah baca.
Judy yang masuk membawa camilan tidak ia gubris. Pertanyaan tentang tidur dan kesehatan hanya menembus telinganya seperti dengung. Di kepalanya hanya ada satu hal: setiap menit yang terbuang adalah menit dirinya semakin lama untuk pulang. Pada hari ketiga, kemajuannya baru empat halaman dari seratus dua belas. Dan isinya bukan jawaban, melainkan catatan ketakutan yang terputus-putus.
Kata "gerbang", "air", "bulan", dan "nama" muncul berulang tanpa konteks. Untuk sesaat, Brigitta curiga Shellena memang sengaja memberinya buku sampah, atau buku ini memang hanya dokumentasi kegagalan.
Memasuki hari keempat hingga ketujuh, kondisi Brigitta memburuk tetapi pikirannya semakin tajam. Demam mulai menyerangnya karena kelelahan dan kurang makan, namun ia justru mulai melihat pola di antara kalimat-kalimat acak itu. Delapan bab. Delapan nama: Saelir, Myrrha, Virella, Orphelia, Themis, Cassara, Erytheia, Nyve. Kisah mereka berbeda, tapi kerangkanya identik. Mereka semua kehilangan sesuatu yang berharga, meneteskan darah, menyebut nama asli, dan membuka gerbang saat bulan mati, lalu menenggelamkan diri.
Hasilnya pun sama: kehancuran. Selalu kehancuran. Tangan Brigitta bergetar hebat saat ia berhasil menerjemahkan bab Virella. "Menari melawan arah bulan sampai dunia melepasmu". Brigitta meremas kertas terjemahannya. Satu minggu ia korbankan untuk menyadari bahwa dirinya lambat.
Di malam ketujuh, saat lilin terakhir padam, ia tidak menyalakannya lagi. Cahaya bulan yang masuk lewat jendela cukup untuk menuliskan kesimpulan dengan sisa tenaganya. Tinta hitamnya habis, jadi ia menggunakan darah dari ibu jarinya yang pecah karena terlalu keras menekan pena. 10 lembar. Dan hanya 4 baris kesimpulan yang ia dapat dari seratus dua belas halaman.
Waktu: Bulan Mati.
Kunci: Tumbal darah.
Pemicu: Nama Asli.
Risiko: Gerbang selalu dua arah.
Satu minggu untuk empat kesimpulan. Satu minggu untuk memahami bahwa Shellena tidak memberinya jalan pulang secara cuma-cuma. Wanita itu memberinya daftar korban. Dan jika Brigitta tidak bergerak sekarang, maka namanya akan menjadi yang berikutnya dalam daftar itu. Fase ke-4 bulan masih dua minggu lagi. Karena itu, Brigitta tidak akan menunggu bulan mati.
Lalu Ia kembali membaca tulisan yang telah Ia terjemahkan dan Ia ringkas garis besarnya secara susah payah.
Codex Anodos: Yuga Andala.
- Catatan tentang Delapan Dewi yang Merobek Langit -
Bab I: "Saelir, Sang Penenun Cahaya."
Dunia Saelir runtuh. Langitnya pecah, kekasihnya terhisap ke dimensi asing saat perang antar kahyangan pecah. Saelir menolak kehilangan. Ia naik ke Kuil Agra, tempat Danau Cermin tak pernah beriak, bahkan saat badai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Pride!
FantasíaBagaimana jika Lenuta, gadis cantik yang selalu menjunjung tinggi harga dirinya dan mencintai kebersihan harus memasuki tubuh Brigitta Angelika de Alberorn, seorang gadis bangsawan dari keluarga Duke yang terhormat. Masalahnya.. Brigitta adalah pem...
