15. Karma?🖤

11K 1K 26
                                        

Karena masalah yang terjadi kemarIn sudah terselesaikan walapun hanya setengahnya. Brigitta masih bisa menikmati paginya dengan tenang meskipun setelahnya Livin mendatanginya untuk menyampaikan pesan dari Duke Alberorn yang meminta Brigitta datang keruang kerjanya.

"Ada keperluan apa Duke memanggilku? " Tanya Brigitta pada Livin.

"Maaf Nona, saya tidak tahu. " Jawab Livin.

Menghela nafas. "Baiklah. Kalau begitu tolong siapkan sarapan ku sebelum aku kembali. "

Livin mengangguk. "Baik Nona. "

Setelah mendapatkan jawaban, Brigitta berdiri dari duduknya dan melangkah menuju pintu. Di lorong Brigitta bertemu banyak pelayan yang berlalu-lalang, tidak lupa mereka menunduk hormat dan mengucapkan salam. Meskipun dulu Brigitta memiliki Image yang buruk, para pelayan masih menghormati Brigitta layaknya Nona muda dari keluarga Bangsawan besar.

Sesampainya di hadapan ruangan Duke Alberorn, Brigitta tidak lupa untuk mengetuk pintu.

Tok.. Tok..

"Permisi Duke, ini saya Brigitta. " Ucap Brigitta dari balik pintu.

"Masuk! "

Brigitta membuka pintu dan menutupnya kembali. "Ada keperluan apa Duke memanggil saya? " Tanya Brigitta.

"Kau bisa duduk terlebih dahulu. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku. " Ucap Duke tanpa mengalihkan pandangannya pada dokumen yang ada di tangannya.

"Bisakah anda menyelesaikannya dengan cepat, saya tidak ingin waktu saya terbuang sia-sia. "

Mendengar itu Duke menatap Brigitta cukup lama lalu berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati sofa yang ada di ruanganya. "Duduk. " Perintah Duke.

Tanpa protes, Brigitta duduk di sofa yang berada di hadapan Duke. "Jadi bisa katakan urusan apa Duke memanggil saya? " Tanya Brigitta terus terang.

"Akan ku panggilkan pelayan untuk menyiapkan Teh. "

"Tidak perlu. Saya tidak ingin berlama-lama di ruangan ini. Langsung katakan saja. " Ucap Brigitta.

"Baiklah. Aku memanggil mu untuk menyampaikan perintah Baginda Raja. "

Mendengar itu, entah mengapa perasaan Brigitta tiba-tiba tidak enak. "Apa itu? " Tanya Brigitta.

"2 hari lagi kau akan menikah dengan Duke Leusarpe. "

Deg!

"Sepertinya ada yang salah dengan pendengaran ku. Anggap saja aku tidak mendengarnya. "

"Kau tidak bisa menolak, karena itu perintah Baginda Raja. "

Anj*ng lah. Pantes aja perasaan gue tiba-tiba nggak enak!

"Sebenarnya apa yang anda pikirkan Duke? Apa karena saya memutuskan pertunangan dengan Pangeran Mahkota lalu anda mencari penggantinya? "

Duke diam, tidak ingin menjawab. "Sebenci itukah anda melihat saya berkeliaran di dalam kediaman anda? Jawab Duke. " Ucap Brigitta cukup keras.

"Tidak. " Jawab Duke singkat.

"Lalu apa alasan anda mensetujui perintah Raja. Jangan bilang anda tidak bisa menolaknya Atau anda tidak ingin menolaknya? "

"Ada alasan Baginda Raja ingin menikahi mu. Akhir-akhir ini Bangsawan selalu berkurang, Baginda ingin menyatukan Bangsawan yang setia padanya dengan menikahkan keturunan mereka agar penerus selanjutnya tetap terjamin kemurnian darahnya sebagai Bangsawan yang tersisa. " Jelas Duke.

Antagonist Pride! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang