Malam selang berganti Pagi, cahaya Matahari menelusup masuk melewati sela-sela jendela yang tertutupi tirai, mengganggu tidur seorang wanita. Dahinya mengerut, merasakan rasa hangat. Ia menggeram pelan, ketika merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya, lebih parahnya di daerah pinggul.
Membuka matanya pelan, memusatkan pandangannya pada sekitarnya.
Ini bukan kamarnya.
Wanita itu merasa ada yang janggal, di sela-sela kebingungannya, Wanita itu dapat merasakan sebuah pergerakan di ranjang bagian kiri. Matanya menangkap seorang Pria yang sedang tertidur dengan memamerkan dada bidangnya. Ia mengenal Pria tersebut, Neil.
Tiba-tiba terlintas ingatan yang tidak pernah Ia inginkan, bayang-bayang adegan panas tercetak jelas di otaknya.
Memproses apa yang sebenarnya telah terjadi, di hitungan detik. Wanita itu berteriak kencang, "AAAAAAAAA, ANJING!" sial, tenggorokannya terasa sakit.
mendengar jeritan tersebut, Neil terbangun dari tidurnya dan meletakkan kedua tangannya di telinga. "Ada apa?" tanya Neil dengan suara parau, khas bangun tidur.
Mengambil posisi duduk, tangan Brigitta bergerak menjambak rambut Neil. "Apa yang terjadi semalam!?"
Merintih kecil, jambakan Brigitta tidak main-main sakitnya. "Apa lagi kalau bukan bercinta," ucap Neil dengan santainya.
Rasanya Brigitta ingin membantah perkataan tersebut tapi Ia tidak bisa karena itu fakta, meskipun dalam ingatannya masih samar-samar, Ia tetap tidak ingin menerima kenyataan jika Ia sudah melakukan itu di bawah efek buah perangsang sialan.
"Kenapa kau melakukan itu!? Kau tau jika aku tidak mau."
"Kau tahu jika efek buah itu tidak bisa di hilangkan begitu saja, satu-satunya cara adalah bercinta. Bukankah lebih baik melakukannya dengan ku dari pada bersama Pria asing di luar sana? Lagi pula, aku tidak mau membagi Istriku dengan Pria lain. Anggap saja kita telah melakukan malam pertama." Jelas Neil.
Ucapan Neil ada benarnya, Ia tidak mendapatkan celah untuk protes. Karena kesal, Brigitta mengambil bantal dan meninjunya berulang kali sebagai pelampiasan. Tiba-tiba selimut yang menutup bagian tubuh atasnya, turun dan mengekspos bagian privasi. Dengan cepat tangannya bergerak untuk menutupi dadanya, "Apa kau lihat-lihat!!"
Tidak ingin di landa oleh rasa malu, Brigitta memijakkan kakinya di lantai dan ingin berdiri tapi entah bagaimana kakinya terasa sangat lemas, bahkan tidak mampu menopang tubuhnya dan berakhir terjatuh. "Neil bajing*n! Kau melakukannya berapa kali sampai kaki ku lemas!?"
Neil turun dari kasur, menghampiri Brigitta yang terlihat tidak berdaya lalu berjongkok, menyamai tingginya dengan Brigitta. "Entahlah. Aku tidak begitu ingat yang pasti kita melakukannya dari kemarin sore hingga menjelang pagi."
Tubuh Brigitta bergetar, karena amarah. "Kau gila!"
Neil hanya mengangguk, menerima semua kata makian yang keluar dari mulut Brigitta untuknya. Lalu mengangkat tubuh Brigitta tanpa beban. "Aku akan bertanggung jawab."
Tidak peduli dengan ucapan Neil yang menjanjikan dan terdengar manis, Brigitta tetap tidak terima dengan kenyataan ini, dirinya belum siap!
Neil menurunkan tubuh Brigitta di atas Bathtub dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Melhat tindakan tersebut, Brigitta menatap Neil sengit. "Hentikan, apa yang kau lakukan!?"
"Tentu saja membantu mu mandi."
"Tidak perlu, kau keluar!" Tolaknya.
Neil mengangguk lemah, Ia masih mengantuk setelah melakukan kegiatan semalam. Sebelum pergi, Ia menyempatkan diri untuk mencium kening Brigitta. "Panggil aku jika kau butuh sesuatu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Pride!
FantasyBagaimana jika Lenuta, gadis cantik yang selalu menjunjung tinggi harga dirinya dan mencintai kebersihan harus memasuki tubuh Brigitta Angelika de Alberorn, seorang gadis bangsawan dari keluarga Duke yang terhormat. Masalahnya.. Brigitta adalah pem...
