33. Manisnya🖤

7.1K 552 27
                                        

Duchess Venessa, wanita yang saat ini mengendalikan pergaulan kelas atas untuk para Lady. Dia selalu berpartisipasi dalam aktivitas sosial, pemegang tahta tertinggi sebagai wanita sosialitta.

Jika dapat berteman dengannya, Brigitta akan mendapatkan keuntungan besar. Akan lebih baik jika Ia dapat memenangkan hati Duchess Venessa, dengan begitu jalan keberuntungan-nya terbuka.

Brigitta menghampiri posisi Duchess Venessa di mana dia telah di kelilingi oleh para Lady yang mungkin memiliki tujuan serupa dengannya.

" Bolehkan saya ikut bergabung?" ucap Brigitta, memasang wajah ramah.

" Oh Duchess Brigitta, silahkan duduk." ucap salah satu Lady yang ada di sana, Marchioness Imelda dari keluarga Duvett.

Brigitta tersenyum kecil, tentu saja mereka akan mempersilahkannya duduk karena posisinya sebagai Duchess tidak bisa di tolak. " Terima kasih." ucapnya seraya duduk di salah satu kursi, tepat di hadapan Duchess Venessa.

" Sudah lama saya tidak melihat Duchess Brigitta mengikuti kegiatan seperti ini." ucap Countess Aranda dari keluarga Derril.

" Benar, saya tidak menyangka Anda akan menghadiri kegiatan ini. Begitu muncul, keromantisan antara Duke dan Duchess langsung membuat para wanita iri." sahut Baroness Elly, dari keluarga Krendell.

Brigitta menutup setengah wajahnya dengan kipas lipat, seraya tertawa sumbang. " Pujian Anda terlalu berlebihan."

Para Lady Menatap Brigitta dengan binar ketertarikan. " Saya lihat-lihat hubungan Anda dan Duke sangat harmonis." ucap Countess Aranda.

" Syukurlah jika terlihat seperti itu."

" Bahkan Saya merasa iri ketika melihat langsung kedekatan Anda. Saya saja malu untuk mencium suami saya di depan banyak orang."

Para Lady itu tertawa dengan pipi merona. " Dasar pasangan muda."

" Saya jadi malu." ucap Brigitta dengan semburat merah di pipinya. Ia malu, benar-benar malu karena kejahilan Neil membuatnya menjadi topik pembicaraan.

" Astaga bisakah para Lady berhenti menggoda saya. Ini sangat memalukan." lanjutnya.

Para Lady itu kembali tertawa ketika melihat reaksi yang Brigitta buat, menurut mereka Brigitta dulu adalah orang yang sangat susah di dekati, seakan memasang dinding tebal.

" Maaf, kami hanya ingin mendekatkan diri dengan Duchess. Dulu Anda sangatlah susah di dekati." ucap Baroness Elly.

Duchess Venessa mengangkat cangkir tehnya, di minumnya cairan tersebut lalu di letakkan kembali ke atas meja. " Dulu Duchess sering memasang raut dingin dan seolah menghindari acara pertemuan seperti ini."

Brigitta menatap ke-arah Duchess Venessa, akhirnya dia tertarik dengan topik pembicaraan. " Apa saya terlihat seperti itu? Saya tidak tahu." ucapnya dengan berpura-pura, lagi pula dulu yang mengikuti acara seperti ini adalah Brigitta asli.

" Ya, Anda selalu berada di pojok ruangan dan menghindari keramaian."

" Sebenarnya saya bukan bermaksud menghindari, dulu saya orang yang pemalu. Mungkin karena itu raut gugup saya terlihat seperti orang yang dingin. Saya jadi merasa bersalah." ucapnya dengan memasang raut sedih, penuh kepalsuan.

" Kalau begitu, mulai sekarang anda akan mengikuti acara elite seperti ini?" tanya Duchess Venessa.

" Ya, selama Suami saya mengizinkan."

" Memang susah memiliki suami yang protektif." sahut Marchioness Imelda.

" Apa Anda akan datang ke-acara pergaulan kelas atas yang akan Saya selenggarakan?" tanya Duchess Venessa kembali.

Antagonist Pride! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang