"Sal, berkas Rony udah gimana?" Tanya Rio saat teringat.
"Udah bang. Barusan ku kirim berkasnya semua ke Sales. Katanya nanti malam Rony udah bisa absen"
"Wih tumben cepat. Biasanya nunggu 3 hari" Heran Rio.
"Iya bang aku juga waktu itu 7 hari baru bisa absen"
"Iya yah"
"Kata sales-nya Rony Absennya manual dulu malam ini bang. Besok baru pake aplikasi perusahaan. Tapi walaupun manual di hitung juga, karena datanya udah naik" Jelas Salma.
"Oo iya iya. Okelah Sal"
**
"Kalian inget ngga, hari ini hari apa?" Tanya Ati yang baru saja turun dari Lantai 2.
"Rey ulang tahun" Jawab Salma santai saat yang lain pada kebingungan berfikir. Bahkan Rio saja masih menerka-nerka dalam fikirannya hari ini hari apa.
"Eh ingat juga kau ya Sal. Ngeri juga ingatanmu Sal" Puji Ati.
"Iya kak. Ngeri memang ingatan si Salma ini. Ulang tahun orang dia ingat itu semua. Tapi ulang tahunnya sendiri dia lupa" Sambung Ranty.
"Hahahahaha"
"Nanti, habis Magrib, kalian langsung berhitung aja yaa, biar habis isya kita langsung berangkat. Kita makan di luar aja malam ini"
"Yeeayyyyyy" Seru semua karyawan toko itu, mereka girang karena tidak harus memasak malam ini dan juga bisa makan menu lain, makanan yang rasanya berbeda dari biasa mereka masak di dapur. Rio juga ikut tersenyum mendengar hal tersebut karena melihat antusias para karyawanya. Sedang Rony si manusia introvert masih seperti biasanya, menampilkan muka datar tanpa ekspresi.
***
Karena Dwijan Cell letaknya masih berada di Indonesia. Maka penghuninya adalah warga +62. Yang mana sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dari kata NGARET.
Bagaimana tidak, pukul 20.30 belum ada pergerakan untuk mereka berhitung. Sedang tadi rencananya di jam segitu sudah saatnya berangkat.
Ati turun dari lantai 2.
"Udah siap?" Tanya Ati
"Belom di hitung kak" Jawab Syifa dengan polosnya.
"Kenapa belom, kakak bilang tadi apa?" Amuk Ati.
"Kami kira ngga jadi kak, karena Kaka ngga turun-turun dari siang" Jawab Salma santai saat yang lain sudah pada ketakutan, termasuk Rio suaminya.
Yang Salma katakan memang benar ia fikir tidak jadi. Karena Ia sering mengalami hal itu. Sudah selesai berkemas saat di ajak Ati keluar kota, lalu tiba-tiba tidak jadi. Kadang karena penyakit Ati yang tiba-tiba kambuh atau karena hal lainnya.
Tapi bagi promotor lain, mereka belum pernah merasakan hal itu, karena biasanya hanya Salma lah yang di ajak kemana-mana. Alhasil mereka saat ini pada ketakutan karena mereka benar-benar lupa. Sedang Rio tadi terlalu asik dengan gitarnya menyanyikan lagu-lagu Iwan fals hingga lupa ajakan istrinya tadi siang.
Dan untuk Rony, ia masih tetap seperti biasa. No comment and stay cool.
"Oo iyya yah. Kaka lupa bilangin lagi magrib tadi karena tadi Kaka ketiduran. Yaudah, besok aja di hitung. Gabungin aja besok jadi perhitungan dua hari" Perintah Ati.
"Udah. Tutup-tutup!" Perintah Rio langsung, takut istrinya merepet lagi panjang lebar.
Semua langsung bergerak. Rio pergi menjemput mobilnya ke rumah mereka dengan menaiki sepeda motor trailnya. Sedang yang lain bergegas menutup toko.
"Sal. Kuenya nanti kamu yang beliin di Bakery yah. Yang paaaaling-paling kecil aja. Itu aja nanti ngga bakalan habis" Ucap Ati dengan prediksinya.
"Iya kak" Jawab Salma.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
DiversosDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
