Sesampainya di toko, Salma di sambut oleh kehadiran pria paruh baya yang berpenampilan seperti sugar Daddy duduk di depan etalase opponya.
"Salmaa" Sapa pria tersebut dengan ramahnya tersenyum mengangkat telapak tangan kanannya ke arah Salma yang baru akan turun dari boncengan Rony.
"Eh Om Royyyy" Sapa Salma juga dengan senyuman yang terlihat sangat akrab.
Rony dan yang lainnya terheran-heran.
Salma berjalan cepat menuju etalase opponya menemui pria paruh baya itu. Sedang Rony berjalan malas dari parkiran masuk ke toko melewati barisan etalase Samsung Vivo.
"Itu siapanya Salma?" Tanya Hanggi yang baru datang dari belakang.
"Ngga tau. Om itu ngga mau tadi aku layanin.
Dia udah lama banget itu nungguin kak Salma" Jawab Syifa di barisan vivonya. Dan terdengar oleh Rony yang sedang lewat.
"Cobaan apalagi ini Tuhannn" Batin Rony memasang muka datar sambil terus berjalan menuju meja kasir.
"Periksa dulu hp Om ini ya Sal, ngga bisa siaran langsung ini semalam" Keluh pria itu sembari memberikan handphone lamanya kepada Salma.
"Pasti penyakitnya kuota habis" Batin Salma.
"Oke Om, siap Om!" Salma langsung menerimanya dan langsung mengeceknya.
"Ada keluaran baru nggak Sal?" Tanya pria itu.
"Ada Om, Reno7z. Framenya retro om. Kalo handphone f11 pro Om yang ini kan pinggirnya melengkung, nah kalo Reno 7z ini kotak Om. Lagi trend-trendnya kayak gini Om. Terus konfigurasi kameranya juga, kalo aku bilangnya sih model belah ketupat ya Om. Aku pribadi yang bikin tertarik di situ Om, aku bosen sama yang kameranya lurus ke bawah gitu. Reno7z ini betul-betul keliatan fresh banget dengan desain barunya Om. Dan yang paling penting itu Om, jaringannya ini udah 5G om, handphone ini sangat bisa di gunakan dalam jangka panjang Om karna udah pake jaringan terbaru yang ngga akan lama lagi bakalan keluar Om" Terang Salma sambil tersenyum.
"Hm, makin jago yah marketingnya Sal" Puji pria itu.
"Hahaha enggaklah Om " Tawa ringan Salma.
"Bungkuslah Sal" Ucap pria itu.
"Oiya Om. Siap Om"
"Dua yaa" Ucap pria itu lagi.
"Oke Om. Siap Om!" Jawab Salma lagi dengan sigap.
Salma cukup kesulitan menyeting ke dua handphone tersebut sekaligus, di tambah pembeli saldo yang terus berdatangan. Dia tidak bisa meminta tolong ke Hanggi, Syifa dan Manda. Karena Oppo hanya akan di setting oleh promotornya sendiri. Dan, tanggung jawab Saldo memang ada pada barisan mereka. Yang di tanggung jawabi oleh Salma, Ranty dan Rony.
Mata Salma berkeliling mencari-cari keberadaan Ranty. Saat akan bertanya Ranty dimana, Salma menerima pesan WhatsApp dari orang yang di carinya tersebut "Wak, kalo udah siap dinas luarnya, stay di etalase ya Wak. Aku lagi dinas di lantai 2"
Salma tersenyum membaca pesan dari Ranty. Pemilihan kata yang di ketik oleh Ranty, yang hanya mereka berdua yang paham. Dinas luar yang dimaksud adalah pergi memperbaiki pintu dan lampu kontrakan tadi. Sedang dinas di lantai 2 yang di maksud oleh Ranty adalah menjaga Aisyah dan Thalia.
Karena tidak ada pilihan lain, Salma pun memanggil Rony.
"Ron" Panggil Salma dari etalase opponya.
"Bantuin gue dong Ron" Pinta Salma.
"Iya" Jawab Rony.
Rony langsung bergerak mendekat ke tempat Salma. Menggeser salah satu kursi ke sebelah Salma. Lalu duduk tepat di samping Salma.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
RawakDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
