Pukul 20.00 Salma sampai ke Dwijan Cell.
Turun dari Beca, ia berjalan dari parkiran toko ke teras. Matanya memeriksa ke dalam toko sebelah kiri, barisan etalase oppo. Rony terlihat duduk di sana sembari asik bermain handphone.
Karena merasa canggung, Salma berbelok ke etalase Samsung Vivo.
"Abang Salma ngapain ke sini bang?" Goda Manda.
"Ngga papa Men. Lagi pengen aja. Emang ga boleh?" Jawab Salma.
"Ya tempat abang kan di sana" Tunjuk Manda ke etalase Oppo.
"Suka-suka gueh Mentos. Tukang beca aja ngga rese. Ngapa lu rese Men" Balas Salma.
"ish kaaannnn!!" Manda ngambek karena di panggil Mentos.
"Makanya lu diem Men!" Ucap Salma tersenyum karena berhasil menggoda Manda.
"Kak Ronnnnnn!! Bang Salma jahatttt" adu Manda dengan sengaja membalikkan tuturnya ke Rony dan Salma.
Rony menengok, tidak merespon, lalu kembali menatap layar handphone-nya.
"Ke balik Men-Tos!!" Ucap Salma melempar sobekan kertas kecil yang dia main-mainkan.
"Sudah ku duga" Ucap Hanggi setelah melihat reaksi Rony.
Respon yang di berikan oleh Rony sudah tertebak oleh Hanggi.
"Heh, tempe mendoan. Lu ngga diem gue ganti piketlo ngepel semua ya!" Ancam Salma, si kepala piket kepada Manda.
"ih janganlah. Salah gunain jabatan ini namanya" Ucap Manda.
"Hahaha" Tawa Ranty berjalan menuju etalase Oppo sehabis dari dapur.
"Daaah" Ucap Salma beranjak dari kursinya mengekor di belakang Ranty.
Saat Ranty dan Salma datang. Rony beranjak dari kursinya, bersiap meninggalkan tempat itu.
"Kau pun Ron. Sama aja kalian memang! Kau Salma aku datang kau ngga mau ke sini. Kau Rony Salma datang, kau pergi. Sama aja kalian berdua" Tegor Ranty cukup marah.
"I-tu" Rony menunjuk ke parkiran.
Sebuah mobil pribadi parkir di depan toko mereka. Seorang wanita paruh baya keluar dari pintu kiri mobil tersebut.
"Oh oke soryyy" Ucap Ranty tersenyum malu setelah merepet-repet.
Rony ke teras menyambut kedatangan kedua orangtuanya. Menyalim keduanya dan mengeluarkan travel bag ibunya dari bagasi mobil mereka.
"Taruh di kursi ini aja" Ucap Ibu Rony, mengatakan kursi panjang yang berada di teras toko.
"Iya Mak" Jawab Rony.
"Tantemu mana?" Tanya Ibu Rony.
"Di atas Mak" Jawab Rony.
Ibu Rony masuk ke dalam toko. Ia tersenyum ramah saat melihat Salma. Salma pun tersenyum balik. Rony yang menyaksikan pemandangan itu juga ikut tersenyum tanpa ia sadari. Ia senang karena Salma tetap tersenyum kepada Ibunya meski mereka sedang tidak baik-baik saja.
"Beda banget ya, sama kak Ati" Puji Ranty setengah berbisik ke Salma yang duduk di samping Salma.
Salma tidak merespon, dia bingung mau jawab apa atas pendapat Ranty.
"Apa karena kita belum sering ketemu ya sama mamaknya si Rony. Kadang emang sifat buruk baru keluar setelah sering ketemu" pendapat Ranty lagi.
"Tapi nggak juga sih. Rony dari pertama di sini pun udah keliatan. Nggak mau bicara duluan ke orang. Harus orang yang lebih dulu bicara ke dia. Sok iye banget jadi orang" Lanjut Ranty.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
AléatoireDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
