Dwijan Cell pukul 17.30
Salma, Hanggi dan Manda telah selesai piket sore. Mereka duduk di belakang etalase brandnya masing-masing.
"Bang Teb" Panggil Salma menyapa Teby yang baru akan memasuki toko Dwijan sehabis pulang bekerja, masih lengkap dengan seragam bekerjanya.
"Eh Bil" Sapa Teby kembali, tersenyum ramah. Teby lalu mendekat ke etalase Oppo, tempat Salma duduk.
Rony yang baru keluar dari dapur mempercepat langkahnya, buru-buru mendekat ke etalase Oppo, lalu duduk lebih dulu di depan Salma dengan dua kursi. Satu kursi tempat bokongnya duduk, dan satu kursi lainnya untuk tempat kedua kakinya untuk ia regangkan di kursi tersebut.
"Mampus lo gabisa duduk" Ucap Rony dalam hatinya sembari pura-pura sibuk bermain handphone.
"Ron, bagi satu kursinya. Bang Teby mau duduk tuh" Pinta Salma.
"Sorry Ma. Kakiku lagi keram. Maaf ya bang" Ucap Rony dengan akting mendadaknya.
"Iyah ngga papa dek, santai" Ucap Teby mengalah. Tapi bukan untuk pergi, melainkan, mengangkat kursi lainnya dari etalase seberang, lalu menempatkannya tepat di depan Salma, yang bersebelahan dengan Rony.
Rony akhirnya membiarkannya, karena bersikap lebih jauh akan membuatnya ketara cemburu.
"Bil, pinjem jarum pentolmu dong bil" Pinta Teby.
Salma baru akan mengambil dari atas kepalanya.
"Ini bang" Rony memberi ejector simcardnya lebih dulu.
"Jangan biasain kayak gitu, nanti keteklo keliatan" Tegor Rony ke Salma saat Salma tadi ingin mengambil jarum pentolnya yang berada di atas kepalanya.
"Guekan pake manset baju, heboh bener lu" Jawab Salma.
"Kayaknya kartu abang rusak deh Bil" Duga Teby.
"Rusak gimana Bang?" Tanya Salma.
"Ini kayaknya temen Abang salah potong deh Bil. Kartu abang yang di hp yang lama kan mikro, terus mau abang masukin ke hp yang ini. Ini SIM hpnya kan nano. Terus temen Abang katanya bisa, jadi di potonglah sama temen abang itu. Katanya udah pas, tapi waktu abang masukin ke hp yang baru ngga ada jaringannya" Ucap Teby.
"Kuningannya kena kali bang. Ganti kartu aja bang" Ucap Salma.
"Jangan. Banyak yang nyariin abang entar" Canda Teby
"Eiiii" Salma tertawa.
"Coba ke GraPARI aja bang" Suruh Salma.
"Dimana itu Bil?" Tanya Teby
"Di daerah Stamiang Bang" Jawab Salma.
"Ooh, Oke oke" Ucap Teby.
"Gue ngga papa duduk-duduk di sini kan Bil? ngga ganggu kan?" Tanya Teby.
"Ngga papa dong bang. Orang lagi sepi juga" Jawab Salma.
"Haha iya. Jadi, apa cerita nih?" Tanya Teby.
"Aku udah lama ngga nonton bang. Abang ada yang baru nggak bang?" Tanya Salma setelah Teby selesai membereskan kartunya.
"Ada ada" Jawab Teby.
"Judulnya apa bang?" Tanya Salma.
"Alchemy of Souls" Beritahu Teby sambil tersenyum.
"Apa-apah Bang?" Perjelas Salma kurang menangkap.
"Alchemy of Souls Bilbil!" Perjelas Teby.
"Kok Abang manggil dia gitu?" Tanya Rony tiba-tiba.
"Karena dia cantik" Jawab Teby asal
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
RandomDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
