18

805 83 1
                                        

Dwijan Cell, Pukul 22.30

Ati dan kedua putrinya sudah naik ke lantai 2 kamar mereka lebih dahulu. Malam ini Ati membiarkan Rio yang menerima setoran penjualan.

Manda yang sudah selesai berhitung menyetor penjualan dengan Syifa dan Hanggi. Ranty menyetor penjualannya dengan Salma dan Rony.

Karena melihat semua teman-temannya hampir selesai dengan setoran mereka, Rony berniat bersiap-siap untuk menutup toko, merapatkan rak-rak casing yang berada di tengah toko ke dalam, supaya ada space untuk sepeda motor matic dan sepeda motor trail milik Rio nanti saat di masukkan ke dalam toko.

Setelahnya, Rony menutup pintu toko, menyisakan satu pintu untuk nanti jalan masuk sepeda motor matic yang mengantar Salma pulang.

"Ron, tunggu bentar" Ucap Salma menghentikan Rony yang mengarahkan stang sepeda motornya ke arah jalan pulang menuju rumah Salma.

"Kenapa Ma? Mau nginap" Tanya Rony lembut.

"Enggaa" Tolak Salma menggelengkan kepalanya.

"Terus?" Tanya Rony lagi

"Gue ulang tahun" Ucap Salma tersenyum.

"Kami mau ngerayain bareng-bareng" Sambung Salma lagi.

"Lo ikut yah" Pinta Salma

"Gue mau-mau aja ikut ngerayain ultah lo Ma. Tapi masa gue cowok sendiri Ma" Keluh Rony yang tidak terbiasa dengan situasi yang seperti itu.

"Iya juga yah" Sadar Salma sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aaa gini aja, gue ajak aja bang Teby gimana?, biar lo ada temen cowok kan?" Tawar Salma

"Gausah di ajak" Tolak Rony langsung.

"Gue ikut" Sambung Rony.

"Kok gitu? Tapi yauda deh terserah. Pokoknya lo ikut" Salma tersenyum sembari menepuk punggung Rony.

"Ih Maaaa" Rony memiringkan badannya seolah menghindar dari pukulan Salma, lalu tersenyum melihat ekspresi bahagia Salma saat ia setuju untuk ikut.

Sementara itu, yang lainnya berusaha meminta ijin kepada Rio.

"Bang, kami mau keluar bentar ya bang" Ijin Manda.

"Kemana Man?" Tanya Rio dari balik kaca transparan meja kasir.

"Ke Cafe bang, makan-makan. Si Salma ulang tahun bang" Ucap Ranty sedikit berbohong mengenai tempat yang ingin mereka datangi. Karena Ranty punya firasat kalau mereka tidak akan di ijinkan jika mereka mengatakan yang sebenarnya.

Di lingkungan mereka, image tempat karaoke kurang baik, karena sering kepergok anak-anak muda melakukan hal-hal yang tidak senonoh di tempat tersebut.

"Ha-lah, aku ulang tahun ngga ada kalian yang ingat" Ucap Rio dengan nada merajuk, karena ulang tahunnya kemarin tidak ada yang mengucapkan.

"Halah Banggggg..,,ayolah banggggg" Rengek Manda.

"Yauda. Jangan lama!, nanti kakak kalian marah" Peringat Rio mengatakan istrinya.

PHONE PROMOTER Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang