Rumah Salma, pukul 07.00
"Devvvvv, bangun devvvv" Panggil Salma dari depan pintu kamar adiknya.
Deva tidak menyahut.
"Devvvv, bangooonnnnn!!. Ntar Lo telat lagiiiii, panggil Orangtua lagiiiii. Gamau gue nanti bantuin lo lagi yaaa" Ancam Salma.
"Apa itu ribut-ribut?" Tanya Ibu Salma membuka pintu, baru pulang dari pasar.
"Itu Mak, si Deva ngga mau bangun, udah jam 7 ini!. Nanti telat datang ke sekolah baru tau rasa" Adu Salma.
"Ya Allahhh Salmaaak. Bakar ajalah itu semua piagammu itu. Mau sekolah kemana dia hari Minggu? Ke Greja? Nyanyipun dia bagusan diam" Repet Ibu Salma.
"O iya nya? Oh ini Minggu ya. Lupa loh aku Mak" Ucap Salma menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal lalu mundur teratur dari hadapan Ibunya.
"Cemana kau mau tau, malam Minggu pun kerjamu tidoor aja di rumah. Nampak kali ngga ada yang mau sama kau. Jemmmbut udah kayak hutan rimba gitu. 23 tahun kau hidup Sal di dunia ini, ngga pernah sekalipun kau keluar malam minggu. Sampe di ghibahin loh aku sama tetangga-tetangga, di bilanglah aku yang ngga ngijinin kau keluar, aku ngekang-ngekang kau. Padahal kau yang betah bertelur di sini" Lanjut Ibu Salma mengomeli Salma.
"Mee-mangg si Salma ini" kompor Feby tersenyum menjaili Salma.
"Kaupun Sama! Baru satu juga laki-laki kau bawa kesini! Itupun ntah kemana rimbanya itu anak. Ntah klen apakanlah anak-anak orang itu" Ucap Ibu Salma tak habis fikir.
"Ya Tuhan savage kalilah mamakku ini Tuhannn" Jawab Feby lewat dari depan Ibunya sembari melirik Ibunya.
"Ntah. Agak laen memang mamak ini" Sambung Salma dari kejauhan.
"Apa klen bilang??? Ngomong apa klen???" Ucap Ibu Salma siap menghajar kedua putrinya dengan plastik ikan asin di tangannya.
"Tiarapppp" Teriak Salma munduk-munduk menempatkan kedua telapak tangannya di atas kepalanya mode menyilang dan buru-buru keluar rumah lalu berlari kepersimpangan gang rumahnya. Sedang Feby kakaknya, berlari ke belakang.
"Aku berangkat Makkkkkk" Teriak Salma sambil berlari keluar rumah menuju ke persimpangan.
"Febbyy cepat kau kesini. Jangan bertapa aja kerjamu di kamar mandi ituuuh!" Teriak Ibu Salma.
"Apa sih makkkk, aku mau nyuciloh makkkk" Jawab Feby dari kamar mandi.
"Nyuci apa lagi kau?" Tanya Ibu Salma menatap.
"Ngapain lagi kau cuci sarung bantal ituuuuu Febyyyyyy, baru kucuci lagi itu kemarennnn" Ucap Ibu Salma setelah datang memeriksa cucian Feby.
"Mana aku tahu, orang mamak ngga bilang" Jawab Feby.
"Ada rupanya kau tengok itu kotor? Apaaaa salahku Tuhan. Dua putriku ngga ada yang waras. Satu, 23 tahun hidupnya sekalipun ngga pernah nyuci. Satunya lagi hobinya nyuciiiiiiiii mulu!. Yang baru dikeluarin dari lemaripun semenit, udah dicuci lagi. Hadeuhhh" Ucap Ibu Salma ngomong-ngomong sendiri.
"Febyyyy" Panggil Ibu Salma.
"A-palagi sih makkk" Jawab Feby.
"Itu betul adekmu itu tadi?? Nggak salah itu jam 7 dia udah berangkat?" Tanya Ibu Salma terheran.
"Enggaaa makkk. Itu setannnn" Jawab Feby asal, masih kesal karena ia dimarahi mencuci.
"Berarti kau kakaknya setan! Iyah?Adek kau, kau bilang setan!" Repet Ibu Salma lagi.
"Iyaaaa. Mamak, mamaknya setan" Jawab Feby merajuk.
"Menjawab-jawab lagi mulutmu itu?" Ucap Ibu Salma masih terus merepet.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
RandomDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
