10

998 79 3
                                        

Dwijan Cell, pukul 20.00

Seeeeeeeett!

"O-po-po-po-po-po-pooop!" Ucap Salma menghentikan sepeda motor yang mengantarnya ke tempat kerja.

"Makasi broh" Ucap Salma

"Oke broh" Jawab laki-laki yang mengantarnya. Pria itu lalu memutar balik motornya, meninggalkan Salma.

Salma berjalan cepat dari halaman ke teras toko, ia takut di berakin burung yang berbaris di atas kabel-kabel jalanan di depan tempat kerjanya.

"Adu-adu-aduh" Ucap Salma dengan kaki jinjit-jinjit dan tangan di kepala.

Salma masuk ke dalam toko. Rony yang awalnya memperhatikan dari balik kaca transparan meja kasir, kembali berpura-pura sibuk dengan handphonenya. Sama halnya dengan karyawan-karyawan lainnya, mereka juga tengah asik dengan handphone mereka masing-masing.

"Billl" Sapa Refal yang sedang duduk di kursi pelanggan di depan etalase Oppo.

"Eh bang Ref, mau bayar uang kos yaa?"

"Iya. Kak Ati nih belom pulang-pulang juga" Beritahu Refal.

"Ooh" Ucap Salma.

Refal berdiri, mendekat ke Salma yang berjalan masuk. Lalu menarik pelan tangan kanan Salma mengajak keluar "Kesini bentar kita Sabil" Ucap Refal.

"Kenapa bang?" Tanya Salma heran.

"Sini dulu kita, duduk. Ada yang mau Abang tanya" Ajak Refal duduk di kursi panjang teras.

"Ape sih bang?"

"Junot siapa lo?"

"Kenapa bang?"

"Kenapa dia tadi nganterin lo?"

"Ngga papa bang, dia kebetulan lewat dari depanku pas aku lagi nunggu Beca, ya aku nebenglah. Lagian dia tetanggaku"

"Ooh. Ku fikir"

"Pikir apaan?"

"Cewenya banyak soalnya"

"Oohh, kirain apaan" Ucap Salma lalu tertawa .

"Jangan mau pacaran sama dia yaa" Pesan Refal to the point ke Salma.

"Ngga akan bang, dia semarga samaku kok. Mana boleh"

"Oiya kamu Siregar ya Bil ya?" Ucap Refal tersenyum, dari yang tadinya cukup serius.

"Iyye bang"

"Cocoklah kita. Abang Harahap" Goda Refal tersenyum.

"Aihh mulai" Ucap Salma tertawa.

"Ayok!, bantuin angkat barang" Suruh Rony ke Salma. Lalu berlalu ke tepi jalan lebih dulu.

"Kenapa harus gua sih. Itu yang lain pada main hp, ngga ada yang di suruh" Kesal Salma.

"Dia kelihatan kayak ngga suka gitu sama Abang Bil"

"Nggaklah bang. Emang gitu anaknya. Ngga bisa di tebak ekspresinya. Datar-Kaku" Ucap Salma lalu beranjak dari tempat duduknya untuk membantu mengangkat barang dari mobil Rio sekeluarga yang sudah terparkir di depan toko.

"Dia suka mungkin samamu Bil"

"Ahh, udah salah besar Abang itu. Ngga normal itu orang bang. Ngga tau dia itu jatuh cinta itu kekmana. Itu semua cantik-cantik di diamin sama dia. Sampe ngeluh mereka semua sama sikap cueknya dia"

"Hahaha" Tawa Refal.

"Bentar ya bang"

"Iya Bil"

Rony membuka bagasi mobil.

PHONE PROMOTER Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang