Salma's POV
Selesai Sholat Ashar, Salma berniat untuk beristirahat sebentar di kamar Hanggi lantai 3. Namun niatnya terhenti saat telpon tiba-tiba masuk ketika badannya hendak mendarat di kasur Hanggi.
"Aihh. Ngga bisa banget nih hidup gue tenang 5 menittttt aja" Geram Salma meraih handphonenya lalu menjawab telpon tersebut.
"Halo"
"Halo kasal"
"Apa Men?"
"Ini mantan kakak datang
nyariin Kaka"
"Mantan? Mantan darimana, aku aja
ngga pernah pacaran"
"Nggak taulah
Kakak turunlah dulu,
dia ngga mau kami layanin"
"Orangnya kayak gimana? Item? berisi?"
Salma mengira yang datang adalah Madi, teman dekatnya saat sekolah.
"Engga, putih, tinggi"
"Aihhh si bule kw itu pasti"
"Iya kak Sal,
Mukanya kayak bule"
"Bentar, aku turun"
"Oke kak"
Salma buru-buru bersiap lalu turun ke lantai 1.
Sesampainya di toko, Salma melirik ke etalase opponya. Dan benar, ada Paul disana, si bule kw yang di maksud Salma. Ia duduk depan-depanan dengan Rony. Ke duanya saling menatap dengan tatapan tajam saling mengintimidasi.
Sepertinya mereka sudah saling berbicara sejak sebelum Salma datang.
"Kak Ranty mana?" Tanya Salma ke Syifa yang berpapasan dengannya.
"Lagi motocopy kak. Aduhhh kebelet nih" Ucap Syifa sambil berjalan-jalan di tempat, menunggu Salma membuka pintu pagar selutut pembatas area pembeli dengan laci kasir. Salma ingin ke depan. Dan Syifa ingin ke belakang.
"Aihhh, kebiasaan sih lu. Kalo belum di ujung ngga langsung ke kamar mandi" Ucap Salma ngomel-ngomel sambil membuka pintu tersebut.
"Ngga akan lagi deh" Ucap Syifa sambil melewati pintu pagar selutut tersebut lalu berlari ke belakang.
"Halah, paling tobat cabe. Hari ini kepedesan, besok di makan lagi" Ngomel Salma.
Yang ia maksud itu, hari berjanji, besok di ulangin lagi.
"Janji ngga lagiiiiiiiiiii" Ucap Syifa sambil terus berlari ke kamar mandi.
Salma mendekat ke etalase Oppo. Ia menarik tangan Paul, mengajak keluar.
Rony berusaha tenang padahal hatinya begitu terguncang ketika melihat tangan Salma menarik tangan Paul, pria yang datang-datang mengaku mantan Salma.
Di tambah keduanya berbincang-bincang di kursi panjang teras setengah berbisik, seperti sepasang kekasih yang memperdebatkan sesuatu.
"Lo ngapain sih kesini? Gue kan udah bilang, jangan datang ke tempat kerja gue polll" Ucap Salma meminta pengertian temannya.
"Aku mau beli handphone Sal" Ucap Paul.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
RandomDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
