Dari sekian lama mereka bekerja bareng di toko ini. Ini pertama kalinya Salma dan Rony piket bersama.
Belakangan ini pun Salma selalu sengaja datang lebih awal untuk mengerjakan piketnya sendirian agar tidak berpapasan dengan Rony. Sedang Rony, sengaja masuk toko lebih awal, mengerjakan piket Salma sendirian untuk menebus perasaan bersalahnya terhadap Salma.
Namun hari ini mereka mengerjakannya bersama-sama. Ditemani kedua teman mereka yang lain. Ranty menyapu dan Syifa mengepel.
Salma duduk di belakang etalase opponya setelah menyelesaikan piket paginya yang di bantu Rony.
"Mau kemana lu cil?" Cegat Ranty ke Rony saat Rony lewat dari depannya.
Ranty saat ini sedang duduk di kursi panjang teras sebelah kanan, di depan etalase oppo mereka. Ia baru selesai mengerjakan piket paginya, menyapu. Dan sedang beristirahat disana. Dengan sapu yang masih ia pegang.
Rony tidak menjawab. Ia terus berjalan ke arah warung yang tidak jauh dari toko mereka.
"Pantesan Abang-abang penjual lem setan itu ngga lewat hari ini. Udah di borong ternyata semua sama dia. Dia minum kayaknya semua lem setannya. Makanya dia ngga bisa ngomong" Ucap Ranty bicara-bicara sendiri meluapkan emosinya karena di kacangin sama Rony.
Rony kembali dengan kantong plastik yang berisi permen karet yang cukup banyak.
"Heh, sini bagi!" Ucap Ranty memalak Rony yang lewat di depannya. Langsung merampas plastik permen karet milik Rony. Rony hanya pasrah, ia diam menunggu.
Ranty mengambil separuh lebih isi plastik permen karet Rony.
"Banyak banget lo ambil. Salma belum kebagian itu" Ucap Rony memarahi Ranty sembari memelototi Ranty.
"Astagah Ron. Ini juga gue ambil banyak buat berdua sama Salma kali. Takut banget lu Salma ngga kebagian. Elah" Ucap Ranty.
"Gue aja yang ngasih" Ucap Rony merampas beberapa dari tangan Ranty.
"Yaelah apa bedanya. Dasar bucinnnn!!" Teriak Ranty saat Rony meninggalkannya.
"Dasar tukang palak!" Balas Rony tanpa berbalik badan.
Rony masuk ke dalam toko. Ia menaruh plastik permen karetnya di depan Salma tanpa berkata apapun.
"Banyak banget" Ucap Salma.
"Kalo ngga abis simpen aja" Jawab Rony dengan manisnya.
"Eh itu apaan, mau dong" Pinta Salma.
"Emang ini boleh buat cewek?" Tanya Rony.
"Emang kenapa? Ada alkoholnya?" Tanya balik Salma.
"Enggak, cuman aku ngga pernah liat cewek minum ini" Ucap Rony.
"Ih ngga papa Ron. Aku penasaran gimana rasanya" Ucap Salma.
"Yaudah. Nih" Beri Rony.
"Wuhh enak juga yaa" Seru Salma.
Aisyah tiba-tiba muncul. Salma langsung menyembunyikan minuman tersebut di belakangnya.
"Mampus lu pada ketahuan anak lu kan lu" Ejek Ranty tertawa-tawa.
"Hushh" Ucap Salma. Rony tersenyum buang muka.
"Dia lagi sakit Sal" Beritahu Rio dari meja kasir.
"Lah, dimana yang sakit syahh" Ucap Salma khawatir langsung memeriksa kening Aisyah dengan punggung tangannya apakah panas.
"Ngga usah di mandiin ya Sal" Ingatkan Rio.
"Iya bang" Jawab Salma langsung.
Salma mengangkat Aisyah ke atas etalase.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
DiversosDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
