"Woy!" Salma berbalik badan saat menyadari Rony terus mengekor di belakangnya.
"Kok lu ngga belok?" Tanya Salma, menghentikan langkahnya di tangga menuju lantai 3.
"Aku ngga bisa pisah sama kamu Ma" Ucap Rony menunduk, seperti anak kecil yang mengaku salah pada ibunya.
"Jangan ngadi-ngadi lu. Sana lo masuk kamar sebelum gue gepret pala lu" Ancam Salma dengan mengepalkan tangannya.
"Gamau. Bleee" Jawab Rony langsung berlari ke lantai 3 lebih dulu.
"Jangan gilak lu ya Ron!" Teriak Salma mengejar Rony.
"Masa gue ngambil ini doang di bilang gilak bang" Adu Rony ke Teby yang baru keluar dari kamar mandi lantai 3.
"Lo tadi ngga bilang mau ngambil itu setan!" Ucap Salma melayangkan tendangannya.
Rony menghindar sambil tertawa.
"Awas lu yaa!" Ucap Salma lalu berbalik badan meninggalkan ke duanya.
Rony lalu tertawa-tawa lagi karena sangat puas menggoda Salma.
"Kenzie pasti bahagia banget ngeliat lo dari atas udah punya seseorang yang ngisi hari-hari lo Bil" Batin Teby tersenyum melihat keduanya.
________
Jam menunjukkan pukul 16.30 WIB
Salma turun dari lantai 3.
"Dor!" Rony mengagetkan Salma di tangga terakhir dari lantai 3 ke lantai 2.
"A, astagfirullah Ronnnn!" Amuk Salma menempatkan telapak tangannya di dada karena jantungnya hampir copot.
"Hahahaha" Rony tertawa puas lagi.
Salma tiba-tiba menatap Rony. Dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu menatap wajah Rony cukup lama.
"Waduh. Gawat nih gue, jangan bilang gue naksir ama ni anak. Kok makin ganteng ni anak gue liat-liat!" Batin Salma.
Dimata Salma saat ini, Rony terlihat sangat fresh.
"Apa mungkin karena abis wudhu yaa?" Batin Salma masih menatap Rony. Sedang Rony masih menertawakan komuk terkejut Salma tadi.
Karena tatapan Salma yang tak berkedip dan masih menatapnya, Rony akhirnya tersadar kalau ini sudah cukup lama.
"Kok lu gitu banget natap gue?, ada yang salah?" Tanya Rony.
"Ngga. Lu bagus pake baju kokoh" Puji Salma.
Rony auto tersenyum. Namun karena gengsinya yang setinggi langit, ia menahan sekuat tenaga agar tidak begitu terlihat kalau ia sangat-sangat Happy, ia merasa seperti ingin terbang. Karena baru kali ini Salma memuji penampilannya.
Rony membalikkan badan Salma.
"Diem. Jangan gerak!" Perintah Rony kepada Salma yang berada di depannya.
Rony langsung buru-buru mengganti pakaian kokohnya dengan kaus oblong.
"Udah. Ayok!" Ajak Rony seperti sebelumnya, menaruh kedua telapak tangannya di pundak Salma dan berjalan beriringan turun kelantai 1.
"Kok diganti bajunya?" Tanya Salma yang sempat menoleh ke belakang.
"Ya ngga mungkin aku kerja pake baju kokoh" Jawab Rony.
"Ih ngga papa, ganteng tau" Ucap Salma keceplosan. Ia lalu menutup mulut setelah sadar.
"Apa-apa? Ga denger. Tadi lo ngomong apa? Ulang dong" Tanya Rony sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
De TodoDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
