West Jayakarta, SMK Cipta Wiyata.
July 17 2018, 04:00 AM.
Dengan persiapan yang matang, sang perempuan tengah bersiap untuk melakukan hal terbodoh sepanjang hidupnya. Ya, mengendap-endap ke dalam sekolah hanya untuk meletakkan sebuah surat cinta. Terdengar gila bukan?
Setelah semua rencana telah siap, (name) segera memanjat dinding belakang sekolah dan pergi sembunyi-sembunyi menuju kelas animation. Ia juga sudah mematikan listrik sekolahnya dari belakang dan kini saatnya untuk beraksi.
Melangkahkan kaki dengan penuh perhitungan, ia merasa seperti seorang maling amatir yang menyusup ke dalam sekolah. Untung saja, dirinya tidak menangkap kejadian mistis selama melewati koridor gelap. 'Sebenernya gue ini ngapain sih?' Keluhnya dalam hati.
Udara pagi itu terasa sangat dingin dan menusuk, membuat kulit sang gadis bergidik. Maka dari itu, (name) menggunakan jaket tebal berwarna hitam guna untuk menghindari udara dingin yang berterpaan langsung dengan kulit.
Meski dirinya merasa apa yang dilakukannya sekarang sangat memalukan, (name) tetap fokus pada tujuannya dan pantang menyerah akan misinya yang satu ini. Demi mendapatkan 6 buku favoritnya, maka harus ada perjuangan yang dikorbankan.
Setelah 2 menit berlalu, pada akhirnya ia berhasil pergi ke kelas animation. Menarik nafas dalam-dalam, (name) segera membuka pintu kelas dengan berhati-hati lalu memasuki ruangannya. Kelas itu terasa sangat sunyi, bahkan kicauan cicak pun tidak ada di sana.
"Akhirnya. Gue sampe juga. Untung pak Muklis lagi tidur di pos, semoga aja dia nggak sadar deh." Bisik (name), mengeluarkan handphonenya dan menyalakan senter.
Jika dirinya mengikuti petunjuk dari Dira, maka yang harus ia lakukan sekarang adalah mencari meja dengan coretan 'Ardhito x Haikal' yang terpampang jelas di atasnya. Memang terdengar cukup ambigu, namun hanya itulah clue yang diberikan oleh temannya.
Untuk saat ini, hal tersebut bukanlah hal krusial yang harus dipikirkan. Karena yang terpenting sekarang adalah mencari meja Askar. "Ini mejanya si Askar yang mana sih? Mana senternya kurang terang pula." Decak (name) kesal bukan main.
Bagaimana tidak jengkel? Sudah meja kelasnya banyak sekali yang tercoret tidak jelas, membuatnya kesusahan untuk mencari tulisan yang dimaksud sang teman. Senternya pun sekarang tiba-tiba redup, padahal baru saja dicharge.
Setelah beberapa menit berkeliling di sekitar ruangan kelas, sebuah meja dengan tulisan yang serupa akhirnya ditemukan. "Nah, ketemu juga sialan. Ini gue tinggal taruh suratnya di sini kan? Yaudah deh." Dengan segera, (name) meletakkan surat cinta itu di atas meja dan mematikan senternya.
Ia berharap surat itu tidak akan tersesat kepada orang lain. Karena jika surat itu hilang, sudah pasti habis riwayatnya di tangan sang teman. Entah sudah berapa lama Dira menyukai Askar. Temannya ini akan selalu malu-malu jika ditanya tentang perasaannya.
Setelah memastikan keadaan tetap aman dari balik pintu kelas, (name) langsung bergegas pergi keluar dengan metode kijang. Bergerak dalam diam, namun hasil tetap kilat. Oleh sebab itu, disebut gerak kijang.
Meski terkadang ia mendengar samar-samar suara aneh dari belakang koridor, sang gadis tetap berusaha untuk menepis asumsi buruk yang timbul di benaknya. Alhasil, dirinya berhasil mengendap keluar melalui dinding belakang sekolah dengan memanjat.
Meraih ponselnya dari saku, (name) segera menekan fitur call pada satu kontak dan tersenyum penuh kemenangan saat panggilan telah tersambung.
"Hey. Mission complete."
West Jayakarta, SMK Cipta Wiyata.
July 17 2018, 06:55 AM.
"B-bang itu surat.." Melihat surat yang berada di tangan ketuanya, membuat Yudha cukup terkejut bukan main. Bagaimana bisa surat cinta sampai ke bang Alan?!
KAMU SEDANG MEMBACA
She Way Out | Troublemaker
FanfictionAlan / Reader Padahal niatnya kan hanya untuk membantu mengirimkan surat cinta milik sang teman kepada salah satu anak kelas animation. Namun, mengapa dirinya lah yang terlibat masalah? Dengan pentolan kelas pula! "Jujur aja, lu suka bang Alan kan?"...
