[26] Final Round

1.9K 277 89
                                        

West Jayakarta, SMK Cipta Wiyata.
October 15 2018, 08:56 AM.

Memperhatikan gerak-gerik musuh di hadapan, Budi dengan cepat mengeluarkan jurus tarian bambunya yang sudah ia pelajari dari Richard sang merchant andalan. Ya, hari ini merupakan final round dari turnamen Raise Your Gang yang telah digelar sedari awal bulan.

"KEKUATAN DEWA DAN ANIME MENYERTAIKU!" Menangkis serangan dari Budi, Gian masih terus menjalankan taktiknya dengan leluasa meskipun ia sudah mulai kagum dengan permulaan gerakan sang pemuda. Anak baru ini ternyata cukup lumayan.

"Hadeh wibu wibu ada ada saja." Memblok pukulan dari sang murid kelas network engineering, Budi hanya bisa menghela nafas sembari mencari titik target yang dapat ia gunakan untuk pengalihan. Oponennya ini memang sangat rapi dalam penggunaan taktik.

Melihat hal itu dari kerumunan, (name) masih terus menyeruput buavita kotaknya sembari menganggukkan kepala mengerti kala menganalisis situasi pertandingan beserta serangannya. Sejujurnya, ia sangatlah tertarik dan antusias dalam match perdana ini.

Mengapa? Sudah pasti karena pada akhirnya gadis itu dapat mengetahui pemenang sejati dari turnamen Raise Your Gang 2018. Apalagi, kedua kontestannya merupakan sosok yang terbilang sangat kuat, ya meskipun (name) tidak yakin jika Gian akan menang kali ini.

Entahlah, dari awal melihat perkelahian ini diberlangsungkan, gadis itu sudah memiliki firasat bahwasanya keberuntungan sedang tidak berada pada pihak kelas network engineering. Namun, kita lihat saja bagaimana pertarungan ini berjalan nantinya.

Gian yang masih terus melayangkan tinjuannya kepada sang anak pindahan, seketika terkekeh pelan lalu mengelap keringatnya yang ternampak di pelipis. "I CAN DO THIS ALL DAY!" Serunya dengan semangat membara demi teman-teman sekelasnya.

Ya, sejujurnya ia memang sangat ingin sekali bertarung dengan Budi selepas pemuda itu yang berani menantang bang Ricco di depan lapangan sekolah. Namun, seharusnya Gian sudah memperkirakan hal ini, Budi memang oponen yang cukup melelahkan.

"OMAE WA MOU SHINDEIRU!" Gigihnya lantang, sembari menyerang titik lemah Budi, meskipun sang musuh pada akhirnya tetap bertumpu pada lutut dan kembali menyerang secara bertubi-tubi.

Sudah sekitar 40 menit semenjak turnamen final ini diberlangsungkan oleh panitia. Budi dan Gian benar-benar sudah sangat kewalahan akibat perkelahian ini, namun tetap melanjutkan. "NANI?!!!!!" Heran Gian, terkejut sebab serangan dadakan Budi.

Sungguh, pertandingan keduanya benar-benar terasa sangat mengasyikan, bahkan sampai-sampai membuat (name) tidak sadar bahwa jam telah menunjukan pukul 9 lewat 36 menit. Mengabaikan hal tersebut, sang gadis lagi-lagi memfokuskan pandangannya ke depan.

Sesaat tendangan jurus macan Budi telah melesat ke perut Gian, membuat pemuda itu tersungkur ke belakang, dengan cepat Budi melayangkan tinjuan finalnya dengan full power. 'F*ck mati gua!' Umpat Gian dalam hati, sudah pasrah akan pukulan yang pasti mengenainya.

Namun, sebelum apa-apa, sebuah dering panggilan seketika menghentikan pergerakan Budi. Meraih handphonenya dari saku, pemuda itu seketika menghela nafas pelan lalu kembali memasukkan ponselnya tanpa menjawab panggilan tersebut.

"Lu bisa ambil kemenangan turnamen. Gua walk out." Ujar Budi, mengulurkan tangan kepada Gian guna untuk membantu pria tersebut berdiri. Alih-alih menerima kemenangan yang diberikan oleh sang anak pindahan, Gian dengan cepat menolak hal tersebut.

"Gua gak bisa nerima Bud. Lagian, pemenang sejatinya di turnamen ini tuh elu. Lu tetep berhak dapetin insentif ini." Bersalaman dengan sang oponen, keputusan Gian membuat Budi dinyatakan sebagai pemenang Raise Your Gang tahun 2018.

She Way Out | TroublemakerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang