West Jayakarta, SMK Cipta Wiyata.
October 23 2018, 03:29 PM.
Mendengar penuturan yang diberikan oleh Rani, cukup membuat satu sekolah tercengang dengan hebat. Bagaimana tidak? Lihat saja apa yang telah dijabarkan oleh sang gadis kala membuat sore itu menjadi semakin riuh dengan bisik-bisikan para murid.
Ya, walau sebenarnya rencana mereka hanyalah ingin pulang tanpa harus menyaksikan drama yang terjadi. Namun, sepertinya ini cukup menarik perhatian para siswa karena telah menyangkut kejadian yang baru saja menimpa SMK Cipta Wiyata.
Saat ini, seluruh anggota Parakacuk beserta dengan pak Muklis, pak Abimanyu, dan OSIS, sedang berada di tengah lapangan. Konon katanya, Parakacuk akan membeberkan kebenaran mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran sekolah selepas perayaan kelas software engineering.
"RICCO DAN OSIS PAK YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBAKARAN SEKOLAH MINGGU LALU!" Ungkap Rani, sembari menunjuk para gerombolan OSIS beserta dengan ketua mereka. Lihat saja, setelah ini semuanya akan terbongkar dengan jelas!
Mendapati pengakuan Rani yang mengundang gempar satu SMK Cipta Wiyata, pak Abimanyu sebagai kepala sekolah dengan segera menengahi, tanpa bermaksud untuk memilih pihak di antara keduanya. "Haaah? Kamu yakin Ran? Mana buktinya? Jangan asal tuduh."
Melihat hal tersebut, Ricco hanya terkikik remeh sembari melipat kedua tangannya di dada. Tak lupa, dirinya juga memasang wajah menantang, dengan mengangkat kepalanya sedikit ke atas. "Heh, gak punya bukti, gak usah kebanyakan bacot! HAHAHA." Gelaknya.
"Fitnah aja nih. Sirik yee?" Qory pun juga ikut menimpali ucapan sang ketua dengan wajah angkuhnya yang terpasang. Memangnya, gadis seperti Rani bisa apa? Bukti saja tidak ada. Otomatis, pihak OSIS lah yang akan menang kali ini!
Namun, tak disangka-sangka, gadis itu dengan cepat tersenyum menyeringai sembari meraih handphonenya guna untuk menyebar seluruh bukti yang ada. "Bukti? Hahaha. Coba sekarang cek akun sosmed sekolah." Jelasnya, membuat seluruh murid dengan cepat membuka ponselnya.
Bahkan, pak Abimanyu dan pak Muklis pun juga ikut memeriksa bukti-bukti yang sudah dijabarkan oleh Rani. Mendapati perkataan sang gadis yang merupakan sebuah fakta, para OSIS seketika dapat merasakan perasaan was-was mengalir ke sekujur tubuh mereka.
Bahkan, Qory pun dapat merasakan keringat yang ternampak di pelipisnya. "Bbbbbb- bang." Ucapnya penuh terbata-bata, saat melihat postingan Rani yang menunjukkan bahwa OSIS memanglah bersalah dalam hal ini.
Merebut handphone Qory dengan sigap, Ricco seketika menukikkan alisnya dan menggeram. Pemuda itu bahkan menatap Rani menyalang, tanpa berusaha untuk menyembunyikan amarahnya.
"GA CUMA ITU AJA, RICCO JUGA UDAH KELEWAT BATES! DIA NENDANG BUDI DARI LANTAI 2 SAMPE SI BUDI HAMPIR MATI!" Tambah Boby, semakin memanaskan suasana di sana. Ucapan tersebut, mengundang banyak sekali riuh sorakan yang ditujukan untuk OSIS.
"KAMU KETERLALUAN RICCO!" Gertak pak Abimanyu, saat mendengar pernyataan dari Boby. Bisa-bisa, akreditasi sekolah mereka akan menurun dengan kasus percobaan pembunuhan seperti ini! Pantas saja, Budi tidak masuk sekolah selama beberapa hari.
"GUA BAKAL LAPORIN KASUS INI KE POLISI! UDAH DI LUAR BATAS LU RICCO!" Timpal pak Muklis, yang juga sama geramnya kala mendapati kasus seperti ini telah masuk ke SMK Cipta Wiyata.
Dengan cepat, sorakan-sorakan dari maraknya para siswa seketika menyeruak begitu saja untuk Ricco beserta dengan para OSIS. Bahkan, salah satu di antara riuh kacau tersebut, dengan senang hati membuat lelucon yang semakin meramaikan suasana.
"WOOOO LAPORIN AJA PAK! MAMPUS! DI PENJARA LU NANTI WOOOO!!" Sorak seorang murid dari kelas carpenter yang sudah jengkel akibat kelakuan OSIS yang suka memalak uang jajannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Way Out | Troublemaker
FanficAlan / Reader Padahal niatnya kan hanya untuk membantu mengirimkan surat cinta milik sang teman kepada salah satu anak kelas animation. Namun, mengapa dirinya lah yang terlibat masalah? Dengan pentolan kelas pula! "Jujur aja, lu suka bang Alan kan?"...
